REFLEKSI: Siapa yang mempunyai kesempatan baik untuk menjalankan korupsi, 
penduduk  Poso ataukah kalangan berkuasa termasuk juga mereka yang berurusan 
dengan agama? Bukankah Departemen Agama [Depag] adalah yang terkorup di 
Indonesia?

http://www.antara.co.id/seenws/?id=44810

Aksi Kekerasan di Sulteng Kemungkinan Dibiayai Koruptor

Palu (ANTARA News) - Mabes Polri tidak menampik kemungkinan kembali maraknya 
aksi-aksi kekerasan di wilayah Poso dan merembet Palu akhir-akhir ini, karena 
upaya pengalihan isu terkait dengan pengusutan kasus korupsi dana pengungsi 
Poso yang sebagian pelakunya hingga kini belum diproses sampai ke pengadilan.

"Tidak tertutup kemungkinan dan kami akan mengembangkan lagi ke arah sana," 
kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Drs Paulus Purwoko kepada pers 
seusai acara buka puasa bersama antara jajaran Polda Sulteng dengan puluhan 
wartawan di Palu, Kamis.

Sebelumnya, seorang wartawan mempertanyakan kepada Purwoko soal dugaan sejumlah 
kalangan di Palu mengenai kemungkinan adanya keterkaitan gerakan puluhan 
buronan yang belum tertangkap karena terlibat kasus terorisme di Poso dan Palu 
dengan para pelaku penyelewengan dana pengungsi Poso beberapa waktu lalu.

Dugaan ini ditandai dengan tingginya mobilitas mereka yang masuk dalam daftar 
pencarian orang (DPO), sehingga keberadaan orang-orang tersebut sulit dideteksi 
aparat keamanan. 

Menurut Purwoko, dalam mengungkap para pelaku kekerasan bersenjata di Poso dan 
Palu akhir-akhir ini, seperti peledakan bom dan penembakan misterius, pihaknya 
masih berkonsentrasi menggali keterangan terkait dengan dugaan keterlibatan 
kelompok Hasanuddin.

"Namun ini baru analisa modus dan motif yang mirip dengan peristiwa masa lalu 
yang dilakukan kelompok tersebut, belum menunjuk pada individu pelaku," 
tuturnya, dan menambahkan polisi sudah periksa Hasanuddin dan dia menyatakan 
masih ada delapan 
orang temannya yang belum tertangkap.

Hasanuddin, Abdul Haris, dan Irwanto Irano ditangkap polisi pertengahan tahun 
2006 di Palu. Mereka saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Jakarta karena 
dugaan terlibat dalam kasus penembakan jaksa Fery Silalahi, penembakan Pendeta 
Susianti Tinulele, dan kasus mutilasi terhadap tiga siswa SMA di Poso beberapa 
waktu 
lalu.

Akan tetapi, lanjut Purwoko, dalam mengusut aksi-aksi kekerasan bersenjata di 
Sulteng akhir-akhir ini, pihaknya terus mengembangkan penyelidikan kepada semua 
orang yang terkait (pelaku, membantu melakukan, serta turut serta melakukan.

Sebelumnya, sejumlah LSM di Palu mengungkapkan bahwa aksi-aksi kekerasan di 
wilayah Poso dan Palu selama ini erat kaitannya dengan pengalihan perhatian 
aparat kepolisian dan kejaksaan dalam mengusut dugaan kasus korupsi dana 
pengungsi Poso.

Bahkan, menurut perkiraan sebuah LSM di Palu, sedikitnya Rp60 miliar dari lebih 
Rp200 miliar dana pemulangan pengungsi Poso, jatah jamiman hidup dan bantuan 
hidup, serta pembangunan rumah tinggal sementara tidak jelas peruntukkannya.(*)


Copyright © 2006 ANTARA

19 Oktober 2006 22:


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke