CENDRAWASIH pOST

Jumat, 20 Oktober 2006








































































































Tahanan Kasus Bentrok di Abe Didapati Sedang Sakit 

*LP Membantah Tak Perhatikan Kesehatan Mereka 

JAYAPURA-Seiring dengan adanya laporan dari tokoh agama yang tergabung dalam 
PGGP (Persatuan gereja-gereja Papua) ke Komnas HAM Papua bahwa para terdakwa 
Kasus Bentrok di Abepura yang jumlah mencapai 15 orang, sedang sakit, maka 
Kamis (19/10) kemarin, Komnas HAM menindaklanjutinya dengan membesuk mereka di 
Lembaga Masyarakat Abepura. 

Dari hasil kunujungannya itu, Komnas HAM Papua memang melihat bahwa para 
terdakwa tersebut umumnya memang mengalami penurunan kesehatan. "Salah satu 
point yang kami cek dalam pertemuan tadi (kemarin)terhadap para tahanan Bentrok 
Abe adalah mengenai kondisi kesehatan para tahan tersebut dan memang mereka 
rata-rata mengalami kesakitan,"kata Ketua Komnas HAM Papua, Alber Rumbekwan 
kepada wartawan usai menemui para tahanan Bentrok di Abepura tersebut. 

Menurut Rumbekwan, selama ini kesehatan para tahanan Bentrok Abepura, kurang 
diperhatikan, sehingga kesehatan mereka menurun. ''Hal itu, bisa dikategarikan 
pelanggaran HAM,''tandasnya. 

Secara terpisah Kekapala Lembaga Pemasyarakatan Abepura, Johon Yarangga, 
membantah kalau pihak LP tidak memperhatikan kesehatan para tahanan itu. 
Menurutnya, semua tahanan termasuk para terdakwa Kasus Bentrok di Abepura, 
semua diperhatikan kesehatannya. 

''Tidak benar bila kesehatan para tahanan Bentrok Abepura itu kurang 
diperhatikan. Selama ini, upaya-upaya pelanyanan kesehatan selalu diberikan 
baik kepada tahanan maupun narapidana, termasuk tahanan Kasus Abe 
itu,''ujarnya. 

Bahkan jika ada yang membutuhkan perawatan, juga dibawa ke rumah sakit untuk 
mendapatkan perawatan. ''Menyangkut tahanan yang mempunyai status tahanan jaksa 
maupun hakim, kami selalu berkordinasi dengan pihak-pihak tersebut dalam 
melakukan pertolongan medis. Dan bila memerlukan pertolongan cepat, maka kami 
biasa mengantar ke UGD di Rumah Sakit terdekat,"lanjutnya. 

Meski demikian bukan berarti tak ada masalah. Adalah soal fasilitas kesehatan 
yang ada di LP. Menurut Johan Yarangga, Lapas Abepura kurang memiliki fasilitas 
kesehatan, semisal soal perawat atau dokter, lalu sarana dan prasarana yang 
sangat minim. 

"Walaupun begitu, kami selalu berusaha untuk memberikan pelanyanan medis kepada 
semua narapidana yang merasa sakit. Caranya, kami menjalin kerja sama dengan 
pihak rumah sakit,"pungkasnya.(cak

Jumat, 20 Oktober 2006








































































































Tahanan Kasus Bentrok di Abe Didapati Sedang Sakit 

*LP Membantah Tak Perhatikan Kesehatan Mereka 

JAYAPURA-Seiring dengan adanya laporan dari tokoh agama yang tergabung dalam 
PGGP (Persatuan gereja-gereja Papua) ke Komnas HAM Papua bahwa para terdakwa 
Kasus Bentrok di Abepura yang jumlah mencapai 15 orang, sedang sakit, maka 
Kamis (19/10) kemarin, Komnas HAM menindaklanjutinya dengan membesuk mereka di 
Lembaga Masyarakat Abepura. 

Dari hasil kunujungannya itu, Komnas HAM Papua memang melihat bahwa para 
terdakwa tersebut umumnya memang mengalami penurunan kesehatan. "Salah satu 
point yang kami cek dalam pertemuan tadi (kemarin)terhadap para tahanan Bentrok 
Abe adalah mengenai kondisi kesehatan para tahan tersebut dan memang mereka 
rata-rata mengalami kesakitan,"kata Ketua Komnas HAM Papua, Alber Rumbekwan 
kepada wartawan usai menemui para tahanan Bentrok di Abepura tersebut. 

Menurut Rumbekwan, selama ini kesehatan para tahanan Bentrok Abepura, kurang 
diperhatikan, sehingga kesehatan mereka menurun. ''Hal itu, bisa dikategarikan 
pelanggaran HAM,''tandasnya. 

Secara terpisah Kekapala Lembaga Pemasyarakatan Abepura, Johon Yarangga, 
membantah kalau pihak LP tidak memperhatikan kesehatan para tahanan itu. 
Menurutnya, semua tahanan termasuk para terdakwa Kasus Bentrok di Abepura, 
semua diperhatikan kesehatannya. 

''Tidak benar bila kesehatan para tahanan Bentrok Abepura itu kurang 
diperhatikan. Selama ini, upaya-upaya pelanyanan kesehatan selalu diberikan 
baik kepada tahanan maupun narapidana, termasuk tahanan Kasus Abe 
itu,''ujarnya. 

Bahkan jika ada yang membutuhkan perawatan, juga dibawa ke rumah sakit untuk 
mendapatkan perawatan. ''Menyangkut tahanan yang mempunyai status tahanan jaksa 
maupun hakim, kami selalu berkordinasi dengan pihak-pihak tersebut dalam 
melakukan pertolongan medis. Dan bila memerlukan pertolongan cepat, maka kami 
biasa mengantar ke UGD di Rumah Sakit terdekat,"lanjutnya. 

Meski demikian bukan berarti tak ada masalah. Adalah soal fasilitas kesehatan 
yang ada di LP. Menurut Johan Yarangga, Lapas Abepura kurang memiliki fasilitas 
kesehatan, semisal soal perawat atau dokter, lalu sarana dan prasarana yang 
sangat minim. 

"Walaupun begitu, kami selalu berusaha untuk memberikan pelanyanan medis kepada 
semua narapidana yang merasa sakit. Caranya, kami menjalin kerja sama dengan 
pihak rumah sakit,"pungkasnya.(cak


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke