http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/10/26/o1.htm


KUD Tinggal Kenangan? 


KEBERADAAN Koperasi Unit Desa (KUD) beberapa waktu lalu sempat diperhitungkan. 
Namun seiring berjalannya waktu, KUD mulai kehilangan pamor. KUD yang dulu 
kokoh dengan berbagai unit usaha kini semakin tidak tahan dengan munculnya 
pemain-pemain baru di bidang keuangan, pembiayaan, jasa dan sebagainya. KUD pun 
semakin tersudut dan kini bahkan tinggal sisa-sisa kejayaan.

Kalau bicara yang dulu-dulu, KUD memang mampu menggerakkan sektor ekonomi 
pedesaan. KUD pun menjadi sentra dan motor penggeraknya. Mulai dari usaha kecil 
maupun yang skala besar dirambah. Namun, begitulah, kejayaannya semakin 
berkurang.

Hal ini tidak semata-mata kesalahan dari KUD itu sendiri, tetapi pemerintah, 
terutama pemkab juga berperan. Pemkab tidak punya perangkat hukum yang mampu 
memproteksi lembaga ini. Walaupun punya, pemerintah terkesan setengah hati dan 
terkadang juga tidak peduli.

Salah satu contoh, merambahnya bank-bank ke pedesaan. Juga pasar swalayan atau 
minimarket punya pemodal besar yang punya jaringan luas. Belum juga unit usaha 
lain. Lambat laun, perhatian masyarakat pun beralih. KUD yang berbasis 
manajemen sederhana, semakin tidak tahan dengan iklim persaingan yang 
sedemikian bebas. Walaupun kemudian KUD berbenah dengan melakukan penyegaran, 
baik di bidang personal maupun manajemen, toh tidak banyak membantu. Unit usaha 
mereka semakin menciut. Kalah dengan pemain baru yang semakin merasuk ke 
pedesaan.

Jangan lupa, koperasi sendiri mempunyai stigma tersendiri. Maju pesat, jaya dan 
kemudian mundur teratur. Hal ini tidak hanya disebabkan faktor eksternal 
seperti masuknya pemain baru ke desa, tetapi juga akibat perilaku segelintir 
oknum pengurusnya yang menjadikannya sebagai sapi perahan untuk memperkaya diri 
sendiri. Akibatnya, KUD pun semakin dekat dengan liang kuburnya.

Mengumbar rasa pesimis pun tentu tidak akan menyelesaikan masalah. Tetapi 
begitulah kenyataannya. Walau masih tetap harus memelihara sikap optimis, tentu 
harus dibarengi dengan sikap profesional untuk kelangsungn lembaga ini. Memang 
tidak semua terpuruk. Masih banyak juga yang tetap eksis. Tetapi, kalau 
membandingkannya dengan kondisi yang dulu, memang tidaklah menggembirakan 
keadaan saat ini.

Pemerintah harus turun tangan. Baik lewat perangkat hukum ataupun lewat lembaga 
perbankan yang dimilikinya. Pun bantuan pelatihan manajemen oleh pihak terkait, 
seperti Disperindagkop, harus secara kontinu dilakukan. Bagaimana pun, paling 
tidak KUD inilah yang palig dekat dengan usaha masyarakat. Inilah yang harus 
diperhatikan. Kalaupun KUD kini terkesan lamban dan kalah gesit dibandingkan 
dengan lembaga ekonomi lainnya, itu memang sudah penyakit kronis.

Sokoguru pembangunan Indonesia adalah koperasi. Ironisnya, sangatlah jarang 
koperasi yang bisa terus berkibar dan eksis di tengah puncak persaingan ekonomi 
yang semakin sengit. Di mana-mana, para pejabat, dalam konteks pembangunan 
ekonomi kerakyatan, selalu membawa-bawa koperasi. Ironisnya pula, koperasi 
tidak mendapatkan perhatian yang serius.

Kalaupun serius, seringkali dipakai sebagai pembalut kepentingan terselubung. 
Seperti politik ataupun mengejar predikat yang hanya semu sifatnya. Jadi, di 
sini koperasi juga punya ''kelebihan'' yang lain yakni sebagai komoditas 
politik.

Jadi, kalau kembali ke jati diri koperasi, pemerintah harus menghetikan 
berwacana saja soal koperasi. Bantu dan kembangkan, seperti KUD. Barangkali, 
kita agak mimpi ingin mengembalikan kejayaan KUD seperti tempo doeloe. Tetapi 
setidaknya, kita masih menaruh harapan besar kepada KUD sebagai penggerak 
ekonomi pedesaan yang penting.


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke