Tak Ada Agama Damai, Semuanya Menciptakan Bencana !!

Tidak pernah ada agama yang membawa damai, karena sebuah agama hanya
memberi kebahagiaan dan kedamaiannya kepada umatnya sendiri yang
percaya sedangkan kepada umat lainnya yang tidak percaya malah
diberikan bencana dan kutukan2 yang tidak pernah membahagiakan.


> SALAHUDIN AA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> saya sangat prihatin sama semangat perang anda.
> anda benar2 menjiwai dan sangat berniat perang.
> saya yakin anda tidak pernah merasakan perang.
> karena bila pernah anda pasti tidak akan sengotot
> ini ingin berperang.



Sorry, saya tak punya semangat berperang dan saya
tidak punya paham jihad yang jahat.  Bagi saya semua
agama bertujuan berperang, sedangkan saya penegak HAM
dan Demokrasi yang bertugas mencegah perang.  Namun
umat beragama tetap lebih suka berperang untuk merebut
sorga.  Dan perlu anda ketahui, saya tidak percaya ada
sorga, tidak percaya adanya Neraka, bahkan tidak
percaya adanya kehidupan setelah kematian.  Oleh
karena itu saya takut mati, saya sayang akan kehidupan
saya yang damai dan penuh kebahagiaan, sehingga
akibatnya saya menghargai setiap hidup orang lain. 
Berbeda dengan mereka yang beragama, karena menganggap
hidup didunia hanya sementara untuk mencapai kehidupan
setelah mati, maka mereka tidak menghargai jiwanya
sendiri dan jiwa orang lain.



> tahukah anda..? kecerdasan emosional amat sangat
> berperan dalam determinasi pikiran sesorang ke arah
> positif, dalam hal ini "jalan damai".


Emosional itu hanyalah perasaan yang meng-gebu2 akibat
provokasi kepercayaan, kalo saya tidak percaya kepada
kepercayaan apapun juga, mana mungkin saya bisa
emosional dalam menulis ataupun berpendapat.  Oleh
karena itulah pikiran saya dan jiwa saya selalu damai
yang tak perlu mencari jalan.  Berbeda dengan ajaran
agama yang tidak pernah damai karena mereka mencari
damai melalui jalan2 yang harus diseragamkan melalui
kepercayaan mereka yang sama.  Agama hanyalah
kepercayaan bukan kebenaran, dan kepercayaan adalah
angan2, dan setiap orang berhak dan mampu ber-angan2
tanpa perlu kecerdasan.

Namun professi saya adalah scientist sehingga
kecerdasan menjadi keharusan.




>   mengapa harus damai..? karena bukan "Islam" yang
> membunuh pendeta anda, membakar gereja anda, itu
> hanyalah segelintir orang yang "mungkin" beragama
> Islam. 



Saya tidak punya pendeta, dan tidak memiliki gereja. 
Anda salah alamat, karena saya tidak mengurus siapa
yang terbunuh apakah pendeta ataukah imam mesjid, saya
juga tidak mengurus apakah gereja yang dibakar ataupun
mesjid.  Semua pembunuhan dan semua pembakaran atas
nama kepercayaan harus disalahkan, harus dicegah dan
tidak bisa dibenarkan karena itu harus ditindak dan
dihukum bukan dilindungi ataupun dibenarkan dengan
berbagai alasan.  Apakah Pendeta itu dibunuh oleh
Yesus, ataupun oleh Paus, boleh anda tanyakan kepada
saksi2 yang menjadi umat dari pendeta ybs.  Karena itu
adalah urusan polisi bukan urusan saya.  Saya sebagai
seorang scientist hanya berusaha menegakkan HAM dan
Demokrasi yang dilanggar oleh semua ajaran agama
maupun umatnya.



> jadi sikap anda sangat tidak cerdas. alias bodoh. 
> siapakah yang berdarah2 bila terjadi perang..?


Tidak ada kepercayaan agama yang cerdas, karena
kepercayaan hanyalah angan2 yang sama sekali bukan
kecerdasan malah membodohi umatnya sendiri.



> Dilingkungan saya, banyak muslim yang dengan
> sungguh2 menyayangkan penembakan Pdt tsb. mereka
> mengkhawatirkan akan terjadi konflik kembali.
>  



Lhooo.....  tak perlu muslim lain dilingkungan anda
sendiri, sayapun seorang muslimah bukan cuma
menyesalkan tapi mengutuk penembakan tsb.  Jadi saya
tak membutuhkan referensi muslim dilingkungan anda,
cukup muslim dilingkungan saya yang sekarang sama2
berjuang mengubah akidah biadab dalam ayat2 AlQuran. 
Jarang umat Islam yang mau mengakui dan menerima bahwa
ayat2 AlQuran penuh dengan ayat2 yang mendorong
tindakan dan perilaku yang biadab, dimulai dari
menghancurkan patung2 berhala hingga menjagal para
penyembah berhala.

Saya seorang muslim yang merasa tak perlu percaya
Islam, tak perlu percaya AlQuran, dan tak perlu
menyembah Allah.  Agama hanyalah angan2 yang berfungsi
sebagai entertainment, dan entertainment banyak
macamnya selain agama, juga filem2 cerita.  Filem
cerita tak perlu benar, yang penting bisa menghibur. 
Kita nonton filem, menikmati filem tanpa perlu
mempercayainya.  Kita tidak boleh menganggap filem
sebagai realitas karena kalo kita menganggapnya
realitas, maka bisa terjadi konflik realitas.  Orang
botak yang dalam filem sebagai pemerkosa, kalo kita
percaya, maka bisa jadi semua orang botak kita tembak
karena kita percaya mereka itu adalah pemerkosa.

Demikianlah, perlakukan agama anda hanya sebagai
hiburan yang memberi kebahagiaan kepada semuanya baik
yang percaya maupun mereka yang tidak percaya.  SELAMA
INI FUNGSI AGAMA DISESATKAN HANYA UNTUK MEMBERI
KEBAHAGIAAN KEPADA UMATNYA DAN KUTUKAN MAUPUN
MALAPETAKA KEPADA MEREKA YANG TIDAK PERCAYA ATAU
MENOLAK UNTUK MEMPERCAYAINYA.

Hari ini kita suka filem drama, besok kita suka filem detektive, dan
lusa kita senang filem horor.  Demikianlah halnya dengan agama atau
kepercayaan.  Hari ini kita percaya agama Buddha, nanti malam kita
percaya agama Islam, besok pagi kita percaya agama Kristen, dan minggu
depan kita percaya agama Hindu.  Demikianlah halnya kebebasan
kepercayaan yang dilindungi HAM bagi setiap orang yang menikmatinya. 
Tidak boleh kita memaksakan semua orang harus cuma nonton satu filem
saja karena katanya filem inilah yang paling benar dari sutradara yang
bernama Allah.  Filem tidak perlu benar, meskipun bohong tetap
merupakan hiburan yang boleh berbeda antara filem yang satu dan filem
lainnya.


> dan anda sungguh tidak melek sejarah... sangat
> illiterate,  anda mengesankan the crusade adalah
> pemenang perang salib.  bacaaaaaa...  baca sumber
> yang benar2 independent.. tidak memihak islam
> sekalipun.  mata bodohmu akan bertemu kenyataan
> perang salib, Crusader hanya menang pada perang
> salib I, ( dari hampir sepuluh periode perang
> salib),



Masalah perang, tidak pernah ada agama yang menang,
semua agama kalah perang karena dalam berperang harus
menggunakan strategi, taktik yang dasarnya logika,
sedangkan agama dasarnya angan2 sehingga mana mungkin
bisa menang???

Tapi kalo anda mau mengenal sejarah, janganlah belajar
sejarah dari Alquran, karena alQuran bukanlah sumber
sejarah melainkan sumber angan2.  Sejarah membuktikan
kalo didunia ini tidak ada JenghizKhan dan Kubilai
Khan maka seluruh Asia, mulai dari India hingga Cina,
Jepang, dan Korea sudah menjadi Islam.

Pengembangan Islam terhambat bahkan terhenti sejak
penghancuran total oleh kedua raja mongol sebagai Raja
langit dan Bumi.  Setelah penghancuran oleh dua raja
mongol inilah tidak ada lagi kerajaan2 Islam yang bisa
berdiri, barulah kemudian muncul kekuatan2 modern
seperti Inggris, dan Eropah yang mendirikan kerajaan2
Islam sebagai boneka mereka.  Akibatnya sekarang tidak
ada satupun negara Islam yang bukan kuda hitam
Amerika.  Hal inilah yang perlu anda sadari.




> hayo baca yang banyak...  dan kalau perlu..
> pergilah Ke Jerusalem. kamu akan menemukan banyak
> ketidaksesuaian penulisan sejarah oleh tokoh sejarah
> Barat.



Waaah.... kalo masalah sejarah sih, ahli2 barat lebih
akurat karena mereka tidak berpihak kepada
kepercayaan.  Berbeda dengan umat yang diracuni
kepercayaan, maka tidak pernah bisa melihat
objectivitas kebenaran yang tidak berpihak.  SEKALI
LAGI, AGAMA ITU KEPERCAYAAN DAN KEPERCAYAAN ITU
ANGAN2, SEDANGKAN TIDAK PERNAH ADA ANGAN2 YANG BISA
DIANGGAP KEBENARAN.

Kapan sih ada ahli ilmu pengetahuan yang menggunakan
sejarah yang dipercaya umat Islam yang berasal dari
tulisan AlQuran???  Sekali lagi, sejarah yang ditulis
ahli2 sejarah barat selalu berdasarkan realitas bukan
berdasarkan angan2 atau kepercayaan.  Itulah sebabnya,
sumber sejarah ahli2 dari Barat bisa dijadikan
referensi semua umat manusia tanpa membedakan
agamanya.  Kalo sejarah dari AlQuran, hanyalah
dipercaya oleh umat Islam dan tidak bisa dinamakan
referensi, apalagi tidak ada realitasnya, karena kalo
mau berpihak kepada realitas, AlQuran sendiri dicetak
pakai mesin cetak orang2 Barat yang dianggap kafir. 
Apakah isinya sama dengan AlQuran dizaman Muhammad??? 
Bisa dipastikan tidak mungkin, karena dizaman Muhammad
sendiri belum dikenal adanya AlQuran.  Dan Alquran
mulai ditulis setelah lebih 300 tahun wafatnya nabi
Muhammad.  Kalo ada umat menganggap Muhammad juga
membaca AlQuran, maka itu kita namakan kepercayaan
atau angan2.

  
> seperti :   
> Battle of Hittin, (perang lembah Hattin) 
> para ahli sejarah eropa menulis.. "+180.000
> pasukan crusade yang keluar menyongsong tentara
> Salahudin.. tewas dibantai tentara Salahudin.


Jelasnya, kepercayaan anda diatas tidaklah benar
karena memang sebatas kepercayaan bukan sejarah. 
Namun hal itu tidak penting bagi saya karena saya dan
anda hidup dizaman sekarang yang tidak perlu lagi
agama melainkan HAM dan Demokrasi yang telah
disepakati untuk ditegakkan oleh seluruh negara2
didunia yang menjadi anggauta UN.  HAM dan Demokrasi
yang wajib ditegakkan sekarang tidak sama dengan
ajaran agama manapun juga sehingga tak perlu saya
membahas kejahatan2 berbagai agama dizaman dulu.  Yang
perlu kita hayati sekarang adalah bagaimana
menghilangkan kejahatan2 agama dimasa lalu yang oleh
segelintir umatnya masih selalu dilestarikan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke