Perang = tidak damai
Saya menganggap pikiran anda masih bodoh, maaf itu cuma pendapat saya, Mungkin 
anda bisa berpikir lebih luas, apakah anda tanpa agama bisa hidup dengan damai? 
jawabannya pasti tidak, Coba anda pelajari daftar peperangan dari Jaman dulu 
sebelum Zaman Romawi sekalipun bahkan dari jaman manusia primitif, peperangan 
banyak sekali bukan dengan latar belakang agama, tapi karena kekuasaan, 
perluasan wilayah, perang antar suku, belum lagi perang antar warna kulit, 
kudeta,dan banyak lagi peperangan yang tidak terhitung jumlah nya, apakah itu 
semua peperangan dengan latar belakang agama, sama sekali tidak, justru 
peperangan dengan latar belakang agama tidaklah sebanyak dibanding dengan latar 
belakang yang lain.

Sebenarnya pikiran kita tidak cocok dengan orang lain pun sudah tidak damai 
namanya, anda yang mengagungkan perdamaian tidak akan pernah terwujud selama 
pikiran kita berbeda dengan orang lain, seorang scientist juga sering berbeda 
pendapat denga scientist lain, bahkan bisa saling bunuh.

Anda juga di forum ini juga sering berperang melalui pikiran, mendebat orang 
lain di forum, jangan mengartikan kata perang dengan angkat senajta saja  atau 
secara harafiah saja. Seorang anak sd cekcok dengan temannya karena temannya 
dianggap curang main klereng sudah perang namanya bahkan setelah itu adu jotos.

Intinya perdamaian tidak akan pernah terwujud selama pikiran kita berbeda dalam 
segala hal. bahkan sepasang anak kembar pasti memiliki pendapat yang berbeda 
dalam bbrp sisi.

Dalam perdamaian tidak hanya diperlukan kecerdasan, tapi ketenangan berpikir, 
bisa mengendalikan emosi, bisa menerima dan menghargai pendapat orang lain, 
tidak merasa paling benar sendiri.


Riki Usman
----- Original Message ----
From: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, October 28, 2006 11:53:05 PM
Subject: [proletar] Tak Ada Agama Damai, Semuanya Menciptakan Bencana !!









  


    
            Tak Ada Agama Damai, Semuanya Menciptakan Bencana !!



Tidak pernah ada agama yang membawa damai, karena sebuah agama hanya

memberi kebahagiaan dan kedamaiannya kepada umatnya sendiri yang

percaya sedangkan kepada umat lainnya yang tidak percaya malah

diberikan bencana dan kutukan2 yang tidak pernah membahagiakan.



> SALAHUDIN AA <salahudintheconquer [EMAIL PROTECTED] com> wrote:

> saya sangat prihatin sama semangat perang anda.

> anda benar2 menjiwai dan sangat berniat perang.

> saya yakin anda tidak pernah merasakan perang.

> karena bila pernah anda pasti tidak akan sengotot

> ini ingin berperang.



Sorry, saya tak punya semangat berperang dan saya

tidak punya paham jihad yang jahat.  Bagi saya semua

agama bertujuan berperang, sedangkan saya penegak HAM

dan Demokrasi yang bertugas mencegah perang.  Namun

umat beragama tetap lebih suka berperang untuk merebut

sorga.  Dan perlu anda ketahui, saya tidak percaya ada

sorga, tidak percaya adanya Neraka, bahkan tidak

percaya adanya kehidupan setelah kematian.  Oleh

karena itu saya takut mati, saya sayang akan kehidupan

saya yang damai dan penuh kebahagiaan, sehingga

akibatnya saya menghargai setiap hidup orang lain. 

Berbeda dengan mereka yang beragama, karena menganggap

hidup didunia hanya sementara untuk mencapai kehidupan

setelah mati, maka mereka tidak menghargai jiwanya

sendiri dan jiwa orang lain.



> tahukah anda..? kecerdasan emosional amat sangat

> berperan dalam determinasi pikiran sesorang ke arah

> positif, dalam hal ini "jalan damai".



Emosional itu hanyalah perasaan yang meng-gebu2 akibat

provokasi kepercayaan, kalo saya tidak percaya kepada

kepercayaan apapun juga, mana mungkin saya bisa

emosional dalam menulis ataupun berpendapat.  Oleh

karena itulah pikiran saya dan jiwa saya selalu damai

yang tak perlu mencari jalan.  Berbeda dengan ajaran

agama yang tidak pernah damai karena mereka mencari

damai melalui jalan2 yang harus diseragamkan melalui

kepercayaan mereka yang sama.  Agama hanyalah

kepercayaan bukan kebenaran, dan kepercayaan adalah

angan2, dan setiap orang berhak dan mampu ber-angan2

tanpa perlu kecerdasan.



Namun professi saya adalah scientist sehingga

kecerdasan menjadi keharusan.



>   mengapa harus damai..? karena bukan "Islam" yang

> membunuh pendeta anda, membakar gereja anda, itu

> hanyalah segelintir orang yang "mungkin" beragama

> Islam. 



Saya tidak punya pendeta, dan tidak memiliki gereja. 

Anda salah alamat, karena saya tidak mengurus siapa

yang terbunuh apakah pendeta ataukah imam mesjid, saya

juga tidak mengurus apakah gereja yang dibakar ataupun

mesjid.  Semua pembunuhan dan semua pembakaran atas

nama kepercayaan harus disalahkan, harus dicegah dan

tidak bisa dibenarkan karena itu harus ditindak dan

dihukum bukan dilindungi ataupun dibenarkan dengan

berbagai alasan.  Apakah Pendeta itu dibunuh oleh

Yesus, ataupun oleh Paus, boleh anda tanyakan kepada

saksi2 yang menjadi umat dari pendeta ybs.  Karena itu

adalah urusan polisi bukan urusan saya.  Saya sebagai

seorang scientist hanya berusaha menegakkan HAM dan

Demokrasi yang dilanggar oleh semua ajaran agama

maupun umatnya.



> jadi sikap anda sangat tidak cerdas. alias bodoh. 

> siapakah yang berdarah2 bila terjadi perang..?



Tidak ada kepercayaan agama yang cerdas, karena

kepercayaan hanyalah angan2 yang sama sekali bukan

kecerdasan malah membodohi umatnya sendiri.



> Dilingkungan saya, banyak muslim yang dengan

> sungguh2 menyayangkan penembakan Pdt tsb. mereka

> mengkhawatirkan akan terjadi konflik kembali.

>  



Lhooo.....  tak perlu muslim lain dilingkungan anda

sendiri, sayapun seorang muslimah bukan cuma

menyesalkan tapi mengutuk penembakan tsb.  Jadi saya

tak membutuhkan referensi muslim dilingkungan anda,

cukup muslim dilingkungan saya yang sekarang sama2

berjuang mengubah akidah biadab dalam ayat2 AlQuran. 

Jarang umat Islam yang mau mengakui dan menerima bahwa

ayat2 AlQuran penuh dengan ayat2 yang mendorong

tindakan dan perilaku yang biadab, dimulai dari

menghancurkan patung2 berhala hingga menjagal para

penyembah berhala.



Saya seorang muslim yang merasa tak perlu percaya

Islam, tak perlu percaya AlQuran, dan tak perlu

menyembah Allah.  Agama hanyalah angan2 yang berfungsi

sebagai entertainment, dan entertainment banyak

macamnya selain agama, juga filem2 cerita.  Filem

cerita tak perlu benar, yang penting bisa menghibur. 

Kita nonton filem, menikmati filem tanpa perlu

mempercayainya.  Kita tidak boleh menganggap filem

sebagai realitas karena kalo kita menganggapnya

realitas, maka bisa terjadi konflik realitas.  Orang

botak yang dalam filem sebagai pemerkosa, kalo kita

percaya, maka bisa jadi semua orang botak kita tembak

karena kita percaya mereka itu adalah pemerkosa.



Demikianlah, perlakukan agama anda hanya sebagai

hiburan yang memberi kebahagiaan kepada semuanya baik

yang percaya maupun mereka yang tidak percaya.  SELAMA

INI FUNGSI AGAMA DISESATKAN HANYA UNTUK MEMBERI

KEBAHAGIAAN KEPADA UMATNYA DAN KUTUKAN MAUPUN

MALAPETAKA KEPADA MEREKA YANG TIDAK PERCAYA ATAU

MENOLAK UNTUK MEMPERCAYAINYA.



Hari ini kita suka filem drama, besok kita suka filem detektive, dan

lusa kita senang filem horor.  Demikianlah halnya dengan agama atau

kepercayaan.  Hari ini kita percaya agama Buddha, nanti malam kita

percaya agama Islam, besok pagi kita percaya agama Kristen, dan minggu

depan kita percaya agama Hindu.  Demikianlah halnya kebebasan

kepercayaan yang dilindungi HAM bagi setiap orang yang menikmatinya. 

Tidak boleh kita memaksakan semua orang harus cuma nonton satu filem

saja karena katanya filem inilah yang paling benar dari sutradara yang

bernama Allah.  Filem tidak perlu benar, meskipun bohong tetap

merupakan hiburan yang boleh berbeda antara filem yang satu dan filem

lainnya.



> dan anda sungguh tidak melek sejarah... sangat

> illiterate,  anda mengesankan the crusade adalah

> pemenang perang salib.  bacaaaaaa...  baca sumber

> yang benar2 independent. . tidak memihak islam

> sekalipun.  mata bodohmu akan bertemu kenyataan

> perang salib, Crusader hanya menang pada perang

> salib I, ( dari hampir sepuluh periode perang

> salib),



Masalah perang, tidak pernah ada agama yang menang,

semua agama kalah perang karena dalam berperang harus

menggunakan strategi, taktik yang dasarnya logika,

sedangkan agama dasarnya angan2 sehingga mana mungkin

bisa menang???



Tapi kalo anda mau mengenal sejarah, janganlah belajar

sejarah dari Alquran, karena alQuran bukanlah sumber

sejarah melainkan sumber angan2.  Sejarah membuktikan

kalo didunia ini tidak ada JenghizKhan dan Kubilai

Khan maka seluruh Asia, mulai dari India hingga Cina,

Jepang, dan Korea sudah menjadi Islam.



Pengembangan Islam terhambat bahkan terhenti sejak

penghancuran total oleh kedua raja mongol sebagai Raja

langit dan Bumi.  Setelah penghancuran oleh dua raja

mongol inilah tidak ada lagi kerajaan2 Islam yang bisa

berdiri, barulah kemudian muncul kekuatan2 modern

seperti Inggris, dan Eropah yang mendirikan kerajaan2

Islam sebagai boneka mereka.  Akibatnya sekarang tidak

ada satupun negara Islam yang bukan kuda hitam

Amerika.  Hal inilah yang perlu anda sadari.



> hayo baca yang banyak...  dan kalau perlu..

> pergilah Ke Jerusalem. kamu akan menemukan banyak

> ketidaksesuaian penulisan sejarah oleh tokoh sejarah

> Barat.



Waaah.... kalo masalah sejarah sih, ahli2 barat lebih

akurat karena mereka tidak berpihak kepada

kepercayaan.  Berbeda dengan umat yang diracuni

kepercayaan, maka tidak pernah bisa melihat

objectivitas kebenaran yang tidak berpihak.  SEKALI

LAGI, AGAMA ITU KEPERCAYAAN DAN KEPERCAYAAN ITU

ANGAN2, SEDANGKAN TIDAK PERNAH ADA ANGAN2 YANG BISA

DIANGGAP KEBENARAN.



Kapan sih ada ahli ilmu pengetahuan yang menggunakan

sejarah yang dipercaya umat Islam yang berasal dari

tulisan AlQuran???  Sekali lagi, sejarah yang ditulis

ahli2 sejarah barat selalu berdasarkan realitas bukan

berdasarkan angan2 atau kepercayaan.  Itulah sebabnya,

sumber sejarah ahli2 dari Barat bisa dijadikan

referensi semua umat manusia tanpa membedakan

agamanya.  Kalo sejarah dari AlQuran, hanyalah

dipercaya oleh umat Islam dan tidak bisa dinamakan

referensi, apalagi tidak ada realitasnya, karena kalo

mau berpihak kepada realitas, AlQuran sendiri dicetak

pakai mesin cetak orang2 Barat yang dianggap kafir. 

Apakah isinya sama dengan AlQuran dizaman Muhammad??? 

Bisa dipastikan tidak mungkin, karena dizaman Muhammad

sendiri belum dikenal adanya AlQuran.  Dan Alquran

mulai ditulis setelah lebih 300 tahun wafatnya nabi

Muhammad.  Kalo ada umat menganggap Muhammad juga

membaca AlQuran, maka itu kita namakan kepercayaan

atau angan2.



> seperti :   

> Battle of Hittin, (perang lembah Hattin) 

> para ahli sejarah eropa menulis.. "+180.000

> pasukan crusade yang keluar menyongsong tentara

> Salahudin.. tewas dibantai tentara Salahudin.



Jelasnya, kepercayaan anda diatas tidaklah benar

karena memang sebatas kepercayaan bukan sejarah. 

Namun hal itu tidak penting bagi saya karena saya dan

anda hidup dizaman sekarang yang tidak perlu lagi

agama melainkan HAM dan Demokrasi yang telah

disepakati untuk ditegakkan oleh seluruh negara2

didunia yang menjadi anggauta UN.  HAM dan Demokrasi

yang wajib ditegakkan sekarang tidak sama dengan

ajaran agama manapun juga sehingga tak perlu saya

membahas kejahatan2 berbagai agama dizaman dulu.  Yang

perlu kita hayati sekarang adalah bagaimana

menghilangkan kejahatan2 agama dimasa lalu yang oleh

segelintir umatnya masih selalu dilestarikan.



Ny. Muslim binti Muskitawati.





    
  

    
    




<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial,helvetica,clean,sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial,helvetica,clean,sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;
}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;
}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;
font-family:Verdana;
font-size:77%;
margin:0;
}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;
}
#ygrp-actbar{
clear:both;
margin:25px 0;
white-space:nowrap;
color:#666;
text-align:right;
}
#ygrp-actbar .left{
float:left;
white-space:nowrap;
}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;
font-size:77%;
padding:15px 0;
}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;
font-size:77%;
border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;
}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;
margin-bottom:20px;
padding:2px 0 8px 8px;
}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;
font-family:Verdana;
font-weight:bold;
color:#333;
text-transform:uppercase;
}
#ygrp-vital ul{
padding:0;
margin:2px 0;
}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;
clear:both;
border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;
color:#ff7900;
float:right;
width:2em;
text-align:right;
padding-right:.5em;
}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;
}
#ygrp-vital a {
text-decoration:none;
}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;
}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;
font-size:77%;
}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;
background-color:#e0ecee;
margin-bottom:20px;
}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;
margin:0;
}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;
padding:6px 0;
font-size:77%;
}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;
font-size:130%;
}
#ygrp-sponsor #nc {
background-color:#eee;
margin-bottom:20px;
padding:0 8px;
}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;
}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;
font-weight:bold;
color:#628c2a;
font-size:100%;
line-height:122%;
}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;
}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;
}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;
}
o {font-size:0;}
.MsoNormal {
margin:0 0 0 0;
}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;
}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq {margin:4;}
-->









[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke