Keturunan Cina Dimanfaatkan Untuk Menipu Investor !!! Merampok, menjarah, bahkan memperkosa hak2 keturunan Cina di Indonesia sudah merupakan bagian keimanan Islam seperti juga hal yang sama yang dilakukan Nabi Muhammad SAW terhadap orang2 Yahudi di Arab dulu hingga musnahnya orang Yahudi dari bumi Arab. Namun di Indonesia tidak ada Yahudi, yang ada keturunan Cina, meskipun Cina tidak sama dengan Yahudi, tapi dalam hal keimanan Islam keduanya punya kesamaan 100% yaitu sama2 kafir yang tidak boleh dipercaya bisa menerima untuk menyembah Allah karena Tuhan mereka berderajat atau berkasta lebih tinggi sehingga mana mungkin mereka bersedia menyembah Allah. Kalopun ada beberapa yang bersedia, patut dicurigai, patut diintipi, mereka ini hanyalah orang2 kafir yang berusaha memukul Islam dari belakang. Oleh karena itulah Nabi Muhammad SAW junjungan kita telah menekankan untuk jangan percaya kepada mereka, jangan percaya mereka mau menerima Allah karena Allah sendiri sudah menyatakan bahwa mereka itulah musuh2 Allah yang harus diperangi. Bunuhlah mereka sebelum kita dibunuh mereka.
Namun zaman memang berubah terus, dulu kita diatas, sekarang kita terjerumus kebawah. Dulu kita bisa berterang menjarahi keturunan Cina ini, namun setelah terjadinya 911, Amerika tidak lagi berpihak kepada Islam bahkan memusuhi Islam, semua itu akibat salah pengertian, karena Amerika menyangka bahwa pelaku teror tsb dilakukan oleh umat Islam. Kalo saja pemerintah Amerika mau membaca AlQuan, tentu mereka bisa membuktikan bahwa pelakunya adalah orang2 Yahudi dengan Mossadnya. Demikianlah akibat hubungan buruk antara umat Islam dan Amerika, maka ekonomi negara2 yang mayoritas Islam juga terjerumus kedalam jurang yang tak ada jalan keluarnya. Satu2 harapan adalah memperbaiki hubungan dengan Cina yang ternyata makin cerah masa depannya, bahkan lebih cerah daripada masa depan Amerika yang sedang menghunjam kebumi. Oleh karena itu kebencian kita kaum Muslimin kepada keturunan Cina harus kita bungkus agar terlihat bersahabat sehingga kita bisa mendapatkan bantuan mereka. Apa salahnya kalo kita memperkenankan barongsai2 mereka beraksi cuma di hotel2 mewah saja. Dengan cara2 itu saja kita telah berhasil mendapatkan simpati pemerintah Cina yang bersedia meringankan tekanan ekonomi kaum muslimin di Indonesia. Tapi masih banyak yang bisa kita usahakan, misalnya menjanjikan untuk se-olah2 mempersamakan derajat mereka dengan derajat kita, apa susahnya kita menjanjikan untuk menghilangkan kode diskriminasi di ktp untuk secara rahasia kita ganti dengan kode yang lain yang belum diketahui mereka?? Jelas, kita membutuhkan keturunan Cina ini sebatas sapi perahan, karena mereka pandai berusaha melipat gandakan dana. Hal ini bukan berarti kita sebagai kaum muslim tidak mampu berusaha, melainkan karena waktu kita sebagai umat Islam lebih banyak habis waktu kita untuk meladeni junjungan kita Allah sebanyak paling sedikit 5 waktu sehari. Wajar kalo kita tidak bisa sepenuhnya hanya hidup mengejar keduniaan seperti mereka keturunan Cina yang tidak memiliki Allah. Biarlah keturunan Cina itu masuk keneraka, yang penting kita mendapatkan sorga dan juga mendapatkan dunia melalui sapi perahan keturunan Cina ini. Keturunan Cina ini merupakan bagian berkah Allah kepada kita kaum muslim yang rajin shalat 5 waktu, kepada mereka disediakah keturunan Cina untuk dijadikan sapi perahan. Memang semua itu sudah menjadi rencana Allah. > In [email protected], Riki Nelson <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wah..saya kira pemikiran anda tentang kata "Cina" sudah terbelakang > sekitar 15 tahun yang lalu, kondisi sekarang sangat berbeda, saya di > Jakarta sudah terbiasa denga menyebut Cina dengan orang lain bahkan > dengan orang Cina sendiri, dan mereka sama sekali tidak tersinggung, > mereka bahkan mengatakan juga istilah Cina sudah bukan lagi > penghinaan bagi mereka. Mungkin anda bisa melakukan survey dulu > mengenai kata "Cina" sebelum melakukan analisa yang salah. Meskipun > ada yang menganggap itu penghinaan tapi tidak banyak. Mungkin anda > hanya melihat dari sisi agama Islam saja, tapi dari sisi umum kata > Cina bukan lagi penghinaan. > > Orang orang modern terutama di Jakarta sudah tidak membedakan lagi > suku Cina atau apapun, apakah mau di sebut China atapun Cina, bagi > mereka bahkan orang Cina sendiri tidak masalah, mereka mengakui > sendiri kok orang Cina. > Saya percaya akan pernyataan diatas, tapi hal itu bukan cuma 15 tahun yang lalu bahkan dari dulunya juga keturunan Cina itu sudah tak berani menyatakan bahwa kata "Cina" itu sebagai penghinaan, karena kalo orang2 keturunan "Cina" itu sendiri mau menganggapnya sebagai penghinaan, toch mereka tak berdaya. Bagi keturunan "Cina" biarlah dihina asal bisa mencegah penjarahan toko2 mereka. Agama Islam dengan umatnya yang sangat biadab kepada segala yang bertentangan dengan mereka, apakah ada yang berani untuk menyalahkan?? Lebih selamat setuju saja apa yang mereka katakan. Lalu bagaimana anda bisa mewakili keturunan Cina untuk menganggap tidak ada masalah diskriminasi lagi di Indonesia sementara orang2 Indonesia keturunan Cina yang menjadi mahasiswa ku masih menunjukkan ktp mereka yang diberi tanda sebagai keturunan cina ??? Jelas ya, keturunan Cina di Indonesia tidak punya keberanian untuk mengungkapkan unegnya. Tetapi setiap keturunan Cina yang membaca tulisan saya, langsung mengirim email melalui japri untuk mengeluarkan semua uneqnya dan berterima kasih kepada semua yang saya tulis. Mereka bilang bahwa kalo saja semua umat Islam di Indonesia berpandangan seperti ibu Muskitawati, saya kepingin kembali ke Indonesia. Adakah keturunan Cina yang toko2nya dibakar dan amoy2nya diperkosa punya keberanian untuk menyatakan "Agama Islam adalah agama Biadab?". Tentu saja tidak pernah ada keberanian mereka seperti itu, mereka lebih berani menyatakan bahwa "Islam agama Damai", "Islam agama yang terbaik yang pernah saya temukan". Memang terhadap umat biadab siapapun harus ber-hati2 agar tidak menyinggungnya. Lebih selamat kalo kita me-muji2 kebiadabannya. Karena kalo cuma me-muji2 kebiadaban umat yang biadab tidak ada resikonya, dilain pihak kalo kita mengutuk kebiadaban umat yang biadab, maka biayanya sangat mahal, toko2 dibakar, bomb meledak, harta benda dijarah, amoy2 diperkosa. Apalah artinya kata2 pujian selama bisa mencegah kerugian. Dilain pihak, saya bukan cuma menerima uneg2 orang Indonesia keturunan Cina, tapi juga menerima uneg2 kaum muslim yang modern yang mengeluh dominasi keturunan Cina disegala bidang. Menurut mereka seharusnya pemerintah RI melarang semua keturunan Cina untuk masuk keperguruan tinggi bukan malah membiarkan mereka satu atau dua orang mengambil tempat diperguruan tinggi negeri yang terkenal. Juga dari pengusaha2 modern di Indonesia sering menyatakan bahwa semua keturunan Cina tidak boleh menikmati kredit pemerintah dan semua bisnis Cina diharuskan untuk dijual sahamnya secara murah kepada pribumi. Bahkan Jusuf Kala sendiri yang wakil presiden telah mengutuk pengusaha2 keturunan Cina yang katanya serakah yang cuma cari untungnya saja dan kalo krisis mereka lari ke Singapore. Oleh karena itu Jusuf Kala sedang memproses sebuah UU untuk disahkan Legislative agar pengusaha2 keturunan Cina ini harus mau rugi untuk negara RI. Namun yang dimaksudkan "mau merugi" ini belum lah jelas bagi saya. Kemungkinan Jusuf Kala sedang mengusulkan agar semua pengusaha Cina diwajibkan sauran untuk melunasi hutang pemerintah atau hutang pak Harto. Dan mereka yang menolak sauran ini akan syah disita asset2nya sebagai milik negara. Ucapan WaPres disatu pihak begini dan dilain pihak begitu. Dimuka ulama Jusuf Kala bertekad untuk menegakkan Syariah Islam, tapi di Amerika dimuka pengusaha2 Amerika, Jusuf Kala menyatakan bahwa Indonesia menolak negara Syariah Islam. Begitulah semua itu tergantung kebutuhan, dan dilapangan tentu lain lagi yang terjadi. Demikianlah, pernyataan diatas yang menyatakan Indonesia sudah berubah pada kenyataannya memang berubah makin buruk dengan bungkus yang makin indah untuk menjebak investor2 tolol. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
