Oleh: Mukhlisuddin Ilyas, S.Pd.I
Alumni Tarbiyah IAIN Ar-Raniry & Staff  Mobile Child Protection, 
Save the Children

Pengislaman Ilmu atau Islamisasi ilmu adalah wacana yang tak kunjung 
selesai diperdebatkan oleh sebagian pemikir Islam. Dalam bahasa Arab 
Islamisasi ilmu disebut sebagai "Islamiyyat al-Ma'rifat" dan dalam 
bahasa Inggris disebut sebagai "Islamization of Knowledge". Dalam 
Islam, ilmu merupakan perkara yang amat penting malahan menuntut 
ilmu diwajibkan semenjak lahir hingga ke liang lahad. Ayat al-Quran 
yang pertama yang diturunkan berkaitan dengan ilmu yaitu surah al-
'Alaq ayat 1-5. Menurut ajaran Islam, ilmu tidak bebas nilai--
sebagaimana yang dikembangkan ilmuan Barat--akan tetapi sarat nilai, 
dalam Islam ilmu dipandang universal dan tidak ada pemisahan antara 
ilmu-ilmu dalam Islam. 

Oleh kerana itu, sejarah dalam dunia ilmu Islam dahulu telah 
melahirkan ulama yang terkemuka yang dapat menguasai ilmu-
ilmu "dunia" dan "akhirat". Mereka berusaha menyeimbangkan ide-ide 
besar dalam tamadun yang lain dengan ajaran agama Islam. Ini dapat 
dilihat sebagai contoh seperti al-Kindi, Ibnu Sina, al-Ghazali, dan 
lain-lain. Mereka berusaha mengetengahkan beberapa ide dasar dan 
mempertemukan ilmu "luar" dengan ajaran Islam. Perbedaannya, mereka 
tidak mengunakan istilah "pengislaman Ilmu" kala itu kerana pada 
saat itu umat Islam begitu cemerlang dalam ilmu pengetahuan.

Sesungguhnya usaha pengislaman ilmu ini telah terjadi sejak zaman 
Rasulullah SAW dan para sahabat pada saat turunnya al-Quran dalam 
bahasa Arab. Al-Quran telah membawa bahasa Arab ke arah penggunaan 
yang lebih menenangkan dan damai sehingga merubah watak, perangai 
dan tingkah laku orang Arab ketika itu. Al-Quran juga merubah 
pandangan hidup mereka tentang alam semesta dan kehidupan dunia. 
Pengislaman ilmu ini diteruskan oleh para sahabat, tabi'in dan ulama-
ulama sehingga umat Islam mencapai kegemilangan dalam ilmu. Oleh 
itu, islamisasi dalam arti kata yang sebenarnya bukanlah perkara 
baru. Cuma dalam konteks "kerangka operasional" pengislaman ilmu-
ilmu masa sekarang dicetuskan semula oleh tokoh-tokoh ilmuwan Islam 
seperti Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, Al-Faruqi, Fazlur 
Rahman, Syed Hussein Nasr dan lain-lain. 

Islamisasi ilmu ini menjadi perdebatan utama di kalangan para 
intelektual Islam semenjak tahun 1970 an. Walaupun ada sarjana 
muslim membicarakannya tetapi tidak secara teperinci dan mendalam 
mengenai konsep dan kerangka pengislaman ilmu. Umpamanya seperti, 
Syed Hussein Nasr, Fazlur Rahman, Jaafar Syeikh Idris.

Maka dapat dikatakan bahwa gagasan islamisasi ilmu pengetahuan 
sebagai fenomena modernitas, menarik untuk dicermati.  Pada era 
dimana peradaban modern-sekuler mencengkeram negeri-negeri Muslim 
dengan kukuhnya, pemunculan wacana Islamisasi ilmu pengetahuan dapat 
dibaca sebagai sebuah "kontra-hegemoni" ataupun "diskursus 
perlawanan".  Ia hadir untuk menunjukkan identitas sebuah peradaban 
yang sekian lama diabaikan.  Tapi, sebuah "kontra-hegemoni" 
ataupun "diskursus perlawanan",  adakalanya memunculkan problema dan 
kontradiksinya sendiri.  Itulah yang ingin coba ditelusuri dalam 
tulisan ini.

Dan seterusnya............bersambung






Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke