Maaf Jika Terlalu Menyinggung

--- In [email protected], "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> > menyatukan Malaysia dan Kalimantan Utara menjadi satu dengan 
> > Indonesia. Kalau berhasil anda sendiri bisa bayangkan kemiskinan 
> > akan menyebar lebih luas lagi. Brunei akan masih hutan belantara 
dan 
> > tidak bisa memberi pinjaman kepada Indonesia. Segoblok-gobloknya 
> > orang Jawa masih ada yang lebih goblok yaitu Aceh, Irian, 
Kalimantan 
> > dll hhhaa...hhaaa.... terus terang saya sedih lho kalau denger 
suku-
> > suku lain dibunuhin orang Jawa bener nih! Maka saya dorong anda 
> > untuk merdeka saja!!
> > Salam Merdeka!

> Waaah.... kata2 anda sangat menyinggung saya sebagai orang Jawa, 
tapi
> juga sulit bagi saya untuk menyangkalnya.  Namun saya bisa 
berlapang
> dada dengan pemecahan anda agar mereka yang merasa didholimi orang2
> Jawa agar melawannya dan memilih negara Merdeka daripada dijajah
> orang2 Jawa yang melupakan bagaimana sakitnya dijajah.

> Ny. Muslim binti Muskitawati.

Ny. Mus saya pengagum tulisan anda lho dan maaf jika usulan saya 
agar merdeka sendiri-sendiri itu terlalu menyinggung anda. Tetapi 
bukankah saudara kita yang di Aceh dan Irian dan Kalimantan sangat 
menderita karena cara para pemimpin Jawa memperlakukan mereka? Terus 
terang jika aku orang Papua, atau Aceh aku lebih memilih merdeka 
daripada menyatu dengan negara besar tapi miskin dan menderita. 
Bukankah Uni Eropa contoh yang tepat dan baik? Dulu mereka adalah 
bagain dari kekaisaran yang besar lalu pecah-pecah karena tidak mau 
dicurangi. Kemudian mereka menjadi negara-negara kecil dan kaya-kaya 
lalu sekarang mereka rindu untuk menyatu. Kebencian Saudara Riki thd 
saya yang Jawa bisa saya maklumi, meskipun tidak semua orang Jawa 
seperti yang dituduhkan Riki. Juga seperti tidak semua orang Islam 
dungu dan terorist menurut saja apa yang dikatakan Arab kampret 
seperti para Habib di FPI itu. Anda adalah salah satunya yang tidak 
mau dibodohin Arab-Arab itu. Orang Jawa kehilangan kejawaannya itu 
benar...sekali!! Ketika saya masih kecil kakek saya mendongeng 
seperti berikut ini:

"Kowe yen weruh kembange uwit lo metune jam rolas bengi kowe bakal 
bisa sugih dadakan. Nanging iku kawitane jaman edan, yen ora ngedan 
ra keduman. Pasar ilang kumandange, kali ilang kedhunge, wong wadon 
ilang wirange wong lanang ilang kaprawirane, wong Jowo ilang jawane 
gari jaile" 

Meskipun kata-kata tersebut diatas hanya sebuah dongeng tahyul, tapi 
jika dicocok-cocokan ada benarnya juga ramalan tersebut.

Munculnya LOtto Surya dan LOtto Pon  yang diundi tiap tengah malam 
adalah bisa menjadikan orang kaya mendadak. Awal dari kegilaan 
bangsa ini. Pasar traditional hilang daya tariknya diganti mal-mal. 
Kedhung-kedhung sungai jadi bendungan, perempuan hilang rasa malunya 
karena sudah mampu telanjang di majalah laki-laki hilang 
keperkasaannya karena banyak lelaki nganggur dan perempuan yang 
menghidupi lakinya. ORANG JAWA HILANG KEJAWAANNYA YANG TINGGAL 
KEJAILANNYA (jahat dan suka mengganggu ketenangan orang lain). Paman 
saya dua-duanya meninggal hanya karena dituduh BTI, padahal ia nggak 
ngerti apa-apa. Dan kekejaman orang jawa (baca para pengambil 
keputusan di pemerintahan) sedang berlanjut dan sulit dihentikan 
karena telah menular ke semua urat nadi bangsa ini. Pemerkosaan Mei 
98 adalah bukti lain dari kekejaman yang sedang bertengger di negeri 
ini. Tidak heran jika anda punya teman di Indonesia hari ini ada, 
besuk sudah tiada mungkin mati kena bomb, kalau nggak ditembak 
aparat (peluru nyasar), kalau nggak dibunuh perampok dsb. Kejahatan 
apapun bisa menimpa penduduk Indonesia setiap saat. Berbahagialah 
mereka yang punya duit yang bisa tinggal di negeri yang menghargai 
kemanusiaan seperti yang Ny. Mus sampaikan. 
Sekali lagi saya minta maaf dan sekali juga saya sampaikan bahwa 
saya penggemar tulisan anda yang sedang saya koleksi.
H Asmara Hardi




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke