REFLEKSI:Dr Muhammad Yunus beragama Islam, dan berasal dari negeri yang mayoritas beragama Islam. Barangkali yang menjadi pertanyaan ialah mengapa beliau tidak menpergunakan "zakat" sebagi solusi untuk menolong wanita miskin, tetapi melalui apa yang dinamakan Gramin Bank sebagai jalan meringankan jerat beban kemiskinan ?
KOMPAS Senin, 30 Oktober 2006 Ekonomi, Perempuan, dan Nobel Saparinah Sadli Ekonom Banglades, Dr Muhammad Yunus, dinilai berhasil mengembangkan status sosial ekonomi kelompok miskin, mulai dari bawah. Dr Yunus dengan Grameen Bank-nya (bank desa) memilih sebagai sasaran penerima pinjaman dalam skala kecil kelompok masyarakat yang paling rentan, yakni perempuan miskin. Ia mengamati, perempuan miskin adalah penduduk paling marginal dan rentan terhadap kekerasan. Mereka tidak hanya miskin secara ekonomi, tetapi juga miskin bila ditinjau dari pemenuhan kebutuhan dasarnya, seperti status kesehatan dan tingkat pendidikannya rendah, serta keterampilannya minim sehingga secara ekonomis tidak bisa melakukan pekerjaan produktif (dalam ukuran ekonomi). Dalam kondisi serba kurang, mereka tetap hamil dan melahirkan, merawat dan memenuhi kebutuhan fisik dan emosional anggota keluarganya. Karena kondisi fisik dan sosial ekonominya, perempuan miskin tidak mudah berpindah tempat tinggal. Sebaliknya, mereka lebih bertanggung jawab dalam membelanjakan uangnya untuk keperluan keluarga. Asumsi ekonomi yang mendasari pilihan Dr Yunus adalah perempuan dianggap sebagai peminjam low risk dalam mengembalikan pinjaman bila dibandingkan dengan laki-laki. Kini Grameen Bank mempunyai 2.200 cabang dan melayani 6,6 juta peminjam di lebih kurang 71.000 desa. Sebanyak 97 persen dari peminjamnya ialah perempuan dan tercatat sebagai peminjam bertanggung jawab yang membayar kembali tepat waktu. Apa yang memotivasi ekonom Dr Yusuf mengangkat derajat kelompok miskin? Ekonom yang gelisah Diceritakan, pada suatu hari Dr Yunus bertemu perempuan pengemis di dekat kampus tempat ia mengajar. Pertemuan itu dan melihat kemiskinan di sekitarnya membuat Yunus menjadi gelisah dengan gelarnya sebagai doktor ekonomi. Ia merasa dengan gelar doktor ekonominya, ia tidak bisa mengangkat derajat hidup warga Banglades yang kelaparan. Kegelisahan itu kemudian memotivasinya mencari cara membantu dan memberdayakan kelompok paling miskin di negaranya. Cara yang dipilih, meminjam uang ke bank untuk dipinjamkan kepada kaum papa. Ada yang mengembalikan, ada pula yang tidak. Ia tidak gusar. Kenyataan itu justru memotivasinya mencari tahu mengapa ada kegagalan. Belajar dari kondisi hidup penduduk miskin di akar rumput, secara bertahap ia mulai mengembangkan cara membantu kaum papa berdasarkan tiga prinsip: meminjamkan uang kepada yang termiskin, mereka yang tak punya lahan, dan pinjaman diharapkan kembali. Ternyata ketiga prinsip itu dapat dipenuhi oleh peminjam perempuan yang tergolong amat miskin. Pengalaman ini meyakinkannya, rakyat miskin tidak memerlukan belas kasihan. Mereka memerlukan akses untuk dapat memanfaatkan kesempatan yang tersedia. Ia lalu membuat model ekonomi yang dapat menyediakan akses yang diperlukan kelompok peminjam untuk bangkit sendiri. Dengan demikian, Yunus memberi harapan bagi mereka yang tidak mempunyai harapan. Kini, dengan hadiah Nobel Perdamaian yang ia raih, Yunus menumbuhkan rasa bangga dalam hati 147 juta rakyat Banglades. Mempromosikan perdamaian Mengentaskan perempuan dari kemiskinan melalui partisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif berarti mengangkat kesejahteraan sosial ekonomi perempuan dan keluarga miskin. Grameen Bank Dr Yunus telah memberi makna nyata pada perjuangan gerakan perempuan yang dicanangkan dalam tema "Kesetaraan, Pembangunan, dan Perdamaian" sejak Konferensi Perempuan Sedunia di Nairobi (1985). Grameen Bank menunjukkan adanya keterkaitan antara kesetaraan jender, pembangunan, dan perdamaian melalui penciptaan mekanisme ekonomi yang memberi akses kepada perempuan. Cara itu memberdayakan perempuan miskin sekaligus memberi mereka kesempatan mengangkat dirinya menjadi tenaga produktif dalam pembangunan bangsa. Dua faktor itu berkontribusi terciptanya rasa damai dalam diri perempuan maupun relasi sosialnya, dan menjadi landasan kuat terciptanya perdamaian. Sebagai doktor ekonomi, Dr Yunus berhasil menciptakan model pengentasan kemiskinan sensitif jender. Adapun yang membesarkan hati rakyat Banglades adalah panitia hadiah Nobel menganggap penerapan model ekonomi pro-miskin dan sensitif jender pantas diberi hadiah Nobel Perdamaian. Suatu indikasi upaya menciptakan perdamaian adalah kurang lengkap bila tidak disertai kepercayaan bahwa memberi akses yang setara kepada perempuan dan mengembangkan potensi perempuan, termasuk potensi perempuan miskin, adalah perlu dan penting. Dr Yunus memberi teladan kepada kita, bantuan yang tidak didasarkan belas kasihan, tetapi dengan cara memodifikasi prinsip ekonomi dalam dunia perbankan, adalah cara efektif dalam memberdayakan kelompok miskin. Modifikasinya, melihat peminjam sebagai "sosial kapital" yang dapat dipercaya. Mereka ternyata perempuan miskin. Di Indonesia menganalisis kemiskinan bukan barang baru. Yang lebih diperlukan kini adalah komitmen baru, seperti memenuhi secara nyata kesepakatan Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) yang diterima bersama sebagai paradigma baru pengentasan kemiskinan. Kita sering membaca di media bentuk kemiskinan yang melanda bangsa. Angka tentang naiknya penderita busung lapar, gizi buruk anak balita, angka kematian ibu yang bertahun-tahun tidak turun secara signifikan, atau naiknya jumlah perempuan usia subur (termasuk ibu rumah tangga) tertular HIV-AIDS (salah satu tujuan MDGs) seharusnya tidak hanya diperdebatkan akurasinya. Becermin kepada Dr Yunus diharapkan berita dan angka tentang kemiskinan dapat menggelisahkan hati seorang doktor ekonomi Indonesia. Siapa tahu ia juga dapat meraih hadiah Nobel Perdamaian di kemudian hari. Saparinah Sadli Ketua Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
