Tulisan di bawah ini saya copy dari milis zamanku, pikiran orang yang nulis di bawah ini kalo benar seorang muslim, pasti muslim mumet dan gendheng (gila banget). Ngeri aku dengan cara pandang seperti ini, Ny. Mus memang benar!!! H Asmara Hardi --------------
indonebia indonebia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: *Alhamdulillahhirabbil'alamin, wa sholatu wa salamu'alal asyrofil anbiya-i wal mursalin, sayyidina, wa habibina, wa qudwatina, wa maulana Muhammad shalallahu'alaihi wassalam* Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Wahai ikhwan wa akhwat yang senantiasa tabayyun, Ana dan warga Indonebia lainnya yang tersebar dan berkiprah dimana-mana, sudah bertekad bulat untuk mendukung langkah Pemuda Persatuan Islam (Persis) menebang sebuah pohon beringin di Jakarta Pusat. Persis adalah organisasi yang terhormat karena mengibarkan panji-panji Islam, sungguh tak pantas dilecehkan oleh siapapun juga. Kami juga mendukung para pembalak liar yang oleh orang kafir disebut illegal loging. Ana dukung para petani dari Sabang sampai Merauke yang membabati pohon-pohon yang tumbuh di perbukitan untuk ditanami sayur mayur. Soal nantinya mereka mati ketiban tanah longsor, itu sekadar cobaan dari Allah semata sudah Takdir Illahi. Yang paling penting, mereka telah berbuat mulia dalam memerangi kemusyrikan. Ana akan kasih usulan ke MUI agar mereka mendapatkan piagam keislaman karena telah berkiprah dalam menjalankan syariat Islam secara benar. Ana juga yakin Abu Bakar Ba'asyir dari MMI dan Ustadz HNW pasti mendukung langkah Pemuda Persis itu. Dulu kan ana pernah berkoar-koar di milis sampai kehabisan nafas, bahwa yang namanya pepohonan itu tak perlu tumbuh di negeri ini, karena hanya akan jadi objek sesembahan sahaja. Untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, kita memang harus hidup di tanah gersang seperti sohib-sohib ana yang hidup di gurun sana. Kita semua harus bersatu padu untuk menciptakan gurun-gurun pasir seperti di Tanah Arab, agar Syariat Islam dapat segera tegak di negeri ini. Ana sebagai warga Indonebia tentu menyambut gembira sekiranya itu dapat terwujud. Dalam ajaran Islam tidak ada aturan kita harus menanam pohon, merawat dan menyianginya. Juga tak ada hukuman bagi orang yang merusak dan menebangi pepohonan. Jadi mau menebang berjuta-juta pohon yang usianya ratusan tahun pun tak bakal berdosa. Bahkan di Arab Saudi kini ada larangan memelihara kucing (kalau anjing dan babi jelas-jelas haram). Sungguh langkah sia-sia dan bebal kalau waktu kita tersita hanya untuk mengurusi pohon dan memelihara binatang piaraan. Organisasi macam WALHI, WWF Green Peace dan sebagainya tak kita butuhkan, bikin kacau keadaan sahaja. Lebih baik waktunya kita pakai untuk melantunkan ayat-ayat Al-Quran sembari makan kurma, memberantas kemaksiatan dengan merazia kafe- kafe dan menghabisi orang-orang yang sesat. Tujuan utama kita kan ingin masuk surga agar bisa ditemani puluhan bidadari yang molek? Nilai positif yang dapat kita petik, dengan berdoa di tengah gurun, apa yang kita mohonkan akan lebih cepat didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT. Karena tanpa halangan pepohonan, daya pantul doa di tengah gurun sinyalnya akan lebih cepat diterima oleh Allah. Panas terik yang menyengat tubuh juga membuat kita tak pernah lupa kepada Allah dan junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Tanpa disuruh-suruh dan diancam-ancam dengan Perda-Perda maupun UU APP, kaum perempuan akan berjilbab untuk menutupi rambut dari panasnya mentari. Jilbab juga amat penting untuk melindungi rambut agar tak kena debu-debu yang beterbangan. Coba bayangkan, kalau mereka tak berjilbab bisa-bisa musti keramas tiga kali sehari. Kalau begitu, yang senang pasti perusahaan syampo macam P & G dan Unilever - keduanya milik Yahudi - karena produknya jadi laris manis. Ya Allah, Engkau memang Maha Mulia karena selalu memberi kemudahan kepada umatMu. Kalau Pemuda Persis kita dukung, di sisi lain ana mau menggugat penulis naskah Darmo Gandhul yang jelas-jelas menghina para ulama di zaman dulu. Ana sungguh masygul karena dia menulis sbb: Tikus iku watake ikras-ikris, suwe-suwe yen diumbar banjur ngrêbda. Têgêse: para 'ulama dhek samana, nalika lagi têkane nyuwun panguripan marang sang Prabu ing Majapahit, barêng wis diparingi, piwalêse ngrusak. Terjemahan bebas dalam Bahasa Indonesia: Tikus itu wataknya 'ikras-ikris' (menggigit sedikit demi sedikit), lama kelamaan kalau diumbar (dibiarkan) akan menjadi-jadi. Maksudnya: Para ulama pada zaman itu, saat pertama kali datang meminta penghidupan dan perlindungan kepada Raja Majapahit. Tetapi begitu permintaannya sudah dikabulkan, malah dibalas dengan merusak apa saja yang bisa dirusak. Adakah yang tahu kemana ana harus melayangkan surat gugatan itu? Apakah ana musti mengobrak-abrik makam Ki Ronggowarsito? *Jazakumullahu khairan katsira* Wassalammu'alaikum wr wb INDONEBIA (Indonesia-Arabia) Pendukung tegaknya Syariat Islam di Indonesia! Ana lagi jalan ke Markas Persis untuk bertemu sohib Zenal Arifin Abu Dhiya, Ketua Pemuda Persis DKI Jakarta, sambil membawa surat dukungan. Ana terpaksa pakai celana jeans yang banyak dipakai orang kafir, karena celana cingkrang ana yang model Nabi Muhammad SAW lagi dicuci sama bini ana. Website: www.indonebia.com (under construction) Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
