kalau merenung-renung lagi nggak ada kerjaan,
sambil garuk-garuk biji,
saya suka ingat kaji lamo, jilbab,

kenapalah rupanya perempuan kita jadi tergila-gila berjilbab dalam beberapa 
tahun terakhir,
tak ada satu incek pun wanita berjilbab di kampung saya di masa kecil saya,
orang pertama berjilbab di kampung saya yang saya tau adalah seorang tetangga 
yang baru pulang sekolah dari kota padang.

makin ke sini semakin banyak wanita berjilbab,
begitu saya masuk sekolah stm di padang,
siswi-siswi smea di sebelah yang berjilbab terus bertambah tiap bulan.

jaman kuliah, dari 6 biji cewek di kelas saya,  2 berjilbab, awalnya,
sekarang, hari ini, 5 dari mereka berjilbab, hanya satu yang masih teguh 
imannya dan menjaga prinsip.
Dari 5 teman wanita saya yang dekat jaman sma dan kuliah, 4 diantaranya 
sekarang berjilbab,
dulu cuman satu yang berjilbab.

3 orang teman dekat saya, dua darinya beristri wanita berjilbab.

adik sepupu perempuan kesayangan saya sekarang juga berjilbab,
alhamdulillah kakak perempuan saya masih belum berjilbab,
tapi entahlah nanti.

daan yang lebih mengerikan lagi,
pemerintah sumatera barat yang congekan itu,
juga menginstitutionalkan jilbab,
kanak-kanak sudah diracuni dari belia untuk berjilbab,
masya allah..

seperti pernah saya singgung beberapa waktu lalu,
di masa garuk-garuk biji yang lain,
lama-lama gunuang marapi jo singgalang pun bakal dijilbabin sama orang minang 
beradat bersyandi syarak, syarak entah bersandi apa itu,
kemudian mereka semua akan cecikikan,
karena  gunuang marapi jo singgalang yang bersebelah-sebelahan bakal kayak 
sepasang toket yanng dipasangin beha.

anyway,
jilbab bagi saya tidak hanya seperti hama wereng, yang merambat cepat dan 
membunuh pelan-pelabn
tapi juga seperti zombie, menular cepat dan mematikan satu lagi nilai 
kemanusiaan dan kesetaraan,
kita mundur lagi beberapa langkah dalam memperadabi manusia.

kadang-kadang saya sungguh kesal,
jilbab bajingan, begitu kadang saya basisunguik,
atas nama aurat mereka memperbodohi dan membungkus-bungkus wanita,
atas nama kebejatan laki-laki yang tidak mampu mengontrol tititnya, dan tidak 
rela memborgol tititnya
mereka membungkus dan membelenggu wanita.

mengekspose aurat? aurat kalera!
nenek, etek saya dari jaman dulu tak ada yang berjilbab,
tak ada yang merasa mereka mengekspose aurat,
lelaki dari mana yang napsu liat rambut tidak terutup, tangan tidak terututp 
sampai ujung jari, etc?
lelaki bejat kampungan yang tertular biadabnya lelaki arab paling.

aurat, moral, pemerkosaan, anjing kurap, taik kucing, kalempong karipuik, cirik 
barandang,
tak ada hubungannya dengan jilbab, cadar, dan membungkus wanita seperti karung 
goni.

***

saya juga tidak setuju untuk melarang wanita berjilbab,
apalagi memaksa mereka membuka jilbabnya,
esp. jika mereka memang merasa jilbab memang untuk menutupi aurat.

tapi menyadarkan mereka bahwa "wajibnya" berjilbab, apalagi bercadar, adalah 
perbuatan bodoh,
adalah kewajiban manusia berhati nurani dan berotak bersih.

saya tak banyak uang,
nggak sekaya edijal yang dosen propesor, atau uwan jd yang staf ahli,
apalagi sehhann yang hebat itu,
tapi, lillahi ta'ala, saya sisihkan Rp 5 juta buat dana kampanye anti jilbab,
saya lebih rela melihat wanita-wanita di kampung saya berbaju kurung dan 
berselendang sederhana,
daripada berbungkus-bungkus jilbab, apalagi bercadar.
i.e., saya akan bayar Rp 100 ribu bagi wanita indonesia berjilbab, yang mau 
tidak berjilbab lagi,
krn dananya Rp 5 juta, ini available up to 100 orang.
targetnya perempuan minang, non minang kuotanya dibatasi 25% dari total dana,
kecuali edijal mau top up barang 10 miliar yen.

puih..buat seratus ribu rupiah saya jual keimanan saya?
begitu mungkin komentar wanita-wanita malang itu.
tapi saya percaya, banyak wanita yang "terlanjur" berjilbab karena pengaruh 
buruk lingkungan,
ikut-ikutan, emosi sesaat, etc.
dan untuk buka jilbab lagi mereka merasa malu,
siapa tau dengan 100 ribu mereka merasa mendapat support,
tidak dari jumlah uangnya, tapi setidaknya mereka sadar masih ada orang yang 
peduli dan support mereka.

silahkan dimulai kampanye anti jilbabnya,
kirimkan bukti lengkap, ntar uang akan ditransfer lewat edijal atau uwan jd,
kalau mereka berani.

**
urpas, kenapa uang 5 juta nggak dipakai buat ngasih makan orang miskin dan bea 
siswa anak-anak tidak mampu aja?
mending buat ngedugemnya aja rame-rame, kalau nggak.
i know what i am doing.

kolaborasi hz urpas & haji deddy =


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke