http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006103001321715

      Senin, 30 Oktober 2006 
     

      BURAS 
     
     
     


'All The President's Men!' 


       
      H.Bambang Eka Wijaya:

      "ASYIK sekali menonton film All The President's Men!" tukas Umar. 
"Padahal sudah lebih lima kali kau putar!"

      "Karena Presiden kita juga membentuk unit kerja khusus, jadi orang di 
lingkungan kerjanya makin mirip Gedung Putih!" sambut Amir. "Lagi pula, kalau 
'All The President's Men' mengisahkan tim khusus memenangkan pemilihan Nixon 
untuk masa jabatan kedua, di negeri kita tak jauh beda!"

      "Keliru! Jauh sekali beda 'All The President's Men' Amerika dengan 
Indonesia!" tegas Umar. "Fokus film itu kecurangan tim kampanye Nixon, bermula 
dari penyadapan telepon markas besar Partai Demokrat di Watergate! Sedang 'All 
the President's Men' kita memberi masukan ke Presiden untuk pengelolaan program 
kebijakan dan reformasi! Lagi pula, tim ini dipimpin Marsilam Simanjuntak, 
mantan Jaksa Agung yang terkenal bersih!"

      "Justru karena mantan jaksa agung itu sama dengan John Mitchell yang 
memimpin tim pemenangan kembali Nixon!" sambut Amir.

      "Itu pasti serba-kebetulan saja!" sela Umar.

      "Justru yang serba-kebetulan lebih menarik!" timpal Amir. "Bukan 
berprasangka! Tapi perlunya peningkatan kinerja Presiden lebih dari yang bisa 
dicapai para menteri kabinet, memberi kepastian persiapan Presiden kita 
memasuki pemilihan untuk masa jabatan kedua! Masalah yang ditangani Tim 
Marsilam itu erat dengan popularitas Presiden!"

      "Karena semua itu memang tak cukup hanya ditangani menteri! Malah bukan 
cuma perlu dukungan unit kerja Presiden, tapi juga Pemerintah Daerah dan 
masyarakat!" tegas Umar. "Yakni, perbaikan iklim usaha dan investasi, reformasi 
birokrasi dan administrasi pemerintahan, perbaikan kinerja BUMN, perluasan 
peranan usaha kecil-menengah, serta perbaikan penegakan hukum!"

      "Selain di pusat untuk semua itu belum solid, di daerah juga belum 
memadai! Padahal, kesatuan langkah semua jajaran pusat dan daerah tak bisa 
ditawar-tawar!" sambut Amir. "Di lain pihak, Tim Marsilam tak operasional, cuma 
memberi masukan ke Presiden, jadi Presiden tetap menyalurkan ke menteri! Juga 
pemerintah daerah, terutama kabupaten-kota, cenderung fanatik dengan 
otonominya!"

      "Jadi tampak, meski ada unit kerja Presiden, bidang garapannya rumit!" 
timpal Umar. "Apalagi tanpa unit kerja khusus, reformasi tak berkesan -- 
seperti dalam birokrasi dan penegakan hukum!"

      "Semua itu terjadi akibat terlalu beratnya masalah!" tegas Amir. "Untuk 
itu, meski tidak operasional, agak lumayan jika Tim Marsilam bisa betindak 
semacam operasi khusus, kerja sama dengan tim di berbagai instansi untuk 
memantapkan jalannya reformasi -- tanpa kecuali pemerintah daerah!"

      "Kalau begitu malah bisa dicurigai seperti all the president's men 
Amerika!" timpal Umar.

      "Kalau tidak begitu juga bisa seperti banyak lembaga lain yang dibentuk, 
efektivitasnya nyaris jadi lambaga sekadar ada!" tegas Amir.

      "Untuk lembaga baru yang satu ini bukan efektivitas pada masyarakat 
prioritasnya!" timpal Umar. "Melainkan, popularitas Presiden pada Pemilu 2009! 
Jelas?" 
     


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke