http://www.republika.co.id/kolom.asp?kat_id=15

Senin, 30 Oktober 2006

Ekonomi, Presiden dan Lingkaran Dalam 

Oleh : Umar Juoro 


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, membentuk Unit Kerja Presiden Untuk 
Pengelolaan Program Kebijakan dan Reformasi (UKP3KR) yang bertugas mengelola 
reformasi di bidang ekonomi dan hukum. Langkah ini kebanyakan mendapatkan 
kritikan dari politisi dan pengamat, antara lain bahwa Presiden tidak lagi 
mempercayai para menterinya sampai kepada kemungkinan terjadinya tumpang tindih 
pelaksanaan tugas lembaga baru ini dengan para menteri.

Sebenarnya merupakan sesuatu yang wajar dan menjadi kewenangan penuh Presiden 
untuk membentuk lembaga dan membentuk lingkaran dalam Presiden yang membantu 
tugas kepresidenan. Hal serupa dilakukan pada masa Presiden Suharto, Habibie 
dan Abdurrahman Wahid. 

Sedangkan Presiden Megawati hanya mengangkat beberapa penasihat saja, dan lebih 
banyak bergantung pada kerja Sekretaris Negara yang berperan sebagai kantor 
Presiden. Mereka yang bekerja dekat dengan presiden ini pada umumnya adalah 
kepercayaan presiden yang dapat dikatakan naik turunnya bersama-sama presiden. 
Dengan kata lain merekalah yang merupakan bagian penting dari lingkiran dalam 
(the inner circle) Presiden. Berbeda dengan para menteri yang banyak dari 
mereka merupakan kontribusi dari partai politik atau kelompok profesional yang 
asosiasinya dengan Presiden pada umumnya terbatas pada tingkatan politis dan 
fungsional.

Apa yang selalu menjadi perhatian adalah apakah lingkaran dalam Presiden 
tersebut dapat meningkatkan efektivitas kerja Presiden atau tidak. Jawabannya 
bisa ya bisa juga tidak. Jika Presiden mempunyai ketegasan dalam pengambilan 
keputusan dan jelas dalam mendelegasikan pekerjaan, maka lingkaran dalam 
Presiden tersebut akan sangat membantu dalam memberikan masukan, memperkuat 
kerja kabinet, dan dalam melakukan evaluasi kerja kabinet. Tumpang tindih kerja 
dan tanggung jawab lingkaran dalam dengan para menteri dapat diminimalkan 
karena kejelasan dalam pembagian tugas. 

Namun jika Presiden kurang mempunyai ketegasan dalam pengambilan keputusan dan 
pembagian kerja tidak begitu jelas ditambah lagi dengan kerja kabinet yang 
kurang efektif maka kemungkinan pembentukan lingkaran dalam tersaebut akan 
semakin membuat kerja pemerintahan menjadi semakin tidak jelas.

Permasalahan utama dari Kepresidenan SBY adalah kurangnya ketegasan dalam 
pengambilan keputusan penting, terutama dalam bidang ekonomi, lemahnya peran 
Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet yang semestinya berperan utama 
sebagai Kantor Presiden dalam menjalankan pemerintahan, dan lemahnya 
operasionalisasi kerja para menteri pada umumnya.

Dalam keadaan seperti ini pembentukan lingkaran dalam Presiden tersebut 
kemungkinan tidak akan banyak membantu karena apa yang disampaikan para 
pengkritik akan terjadinya kemungkinan tumpang tindih kerja dan tanggung jawab 
akan semakin buruk dan akan terjadi kecenderungan untuk semakin saling 
menyalahkan antara para menteri dengan lingkaran dalam Presiden.

Apa yang semestinya dilakukan Presiden adalah mengoptimalkan fungsi dari 
Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet untuk berperan dengan baik sebagai 
kantor Presiden. Setelah itu melakukan perbaikan dalam koordinasi dan 
optimalisasi kerja kabinet, termasuk perombakan kabinet. Barulah sebagai 
pelengkap dibentuk lingkaran dalam presiden untuk memberikan keyakinan yang 
lebih tinggi kepada Presiden bahwa ia dikelilingi oleh orang-orang 
kepercayaannya. Perlu ditegaskan bahwa lingkaran dalam ini tidak dapat menjadi 
substitusi optimalnya kerja Sekretariat Negara dan Kabinet, apalagi sunbstiusi 
dari kerja para menteri. Jika substitusi ini yang ingin dituju hampir dapat 
dipastikan akan mengalami kegagalan.

Namun cerita menjadi lain jika maksud Presiden adalah mengalihkan kerja utama 
reformasi ekonomi dan hukum kepada lingkaran dalam dan kebinetnya, sementara 
Presiden sendiri lebih berkonsentrasi mempertahankan popularitasnya di mata 
para pemilih, yang tentu saja sangat penting dalam sistem politik yang sangat 
demokratis ini dan bagi langkah ke depan untuk terpilih kembali sebagai 
presiden. Dengan demikian maka lambatnya atau kurang berhasilnya reformasi, 
terutama di bidang ekonomi dan hukum, beban kesalahannya akan terdefleksi pada 
lingkaran dalam ini dan para menteri, sehingga tidak berpengaruh banyak pada 
popularitas Presiden. 

Tampaknya kritikan seperti ini ada benarnya, seperti yang kita amati dari 
beberapa jajak pendapat yang menunjukkan popularitas Presiden meningkat, 
mecapai 67 persen menurut LSI, padahal pengangguran dan kemiskinan mengalami 
peningkatan. Jadi berbeda dengan Presiden sebelumnya di mana popularitas 
Presiden tidak terkait langsung dengan kinerja, terutama yang menyangkut 
kehidupan masyarakat banyak.

Reformasi ekonomi, dan tentu juga hukum, pada keadaan sekarang ini masih 
membutuhkan campur tangan langsung dari ketegasan kepemimpinan Presiden, jika 
tidak maka implementasi kebijaksanaan ekonomi akan jauh dari optimal. Namun 
campur tangan langsung kepemimpinan Presiden ini dapat juga menimbulkan 
ketidakpuasaan dari banyak kalangan terutama yang kepentingannya terkurbankan. 
Dalam menghadapi keadaan ini tampaknya Presiden lebih memilih tidak melakukan 
campurtangan langsung karena dapat berakibat menurunnya popularitas. Dari sisi 
ini kritikan bahwa pembentukan lingkaran dalam tersebut dapat menjadi semacam 
pengalihan perhatian dari keengganan Presiden untuk bertindak langsung dalam 
masalah penting karena resiko politik yang tinggi menjadi ada benarnya.


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke