Batas Waktu Adnan Arsal Hingga Rabu Depan
Palu-Pemimpin Pondok Pesantren Al Amanah di Tanah Runtuh, Adnan Arsal diberi
kesempatan hingga Rabu (8/11) untuk ikut membantu menyerahkan 29 tersangka
pelaku tindak kekerasan di Poso yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO)
Mabes Polri.
Sumber SH di Mapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (4/11) pagi ini,
mengungkapkan jika hingga batas waktu itu Adnan Arsal tidak juga menyerahkan
ke-29 tersangka pelaku tindak kekerasan di Poso maka aparat Polda Sulteng
dibantu Detesemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri serta Brimbo yang
di-BKO ke Poso langsung menggelar operasi besar-besaran di Palu, Poso, dan Tojo
Una-una.
Sementara itu, Adnan Arsal yang dihubungi SH melalui telepon selulernya pagi
ini dari Makassar mengatakan, pihaknya siap membantu Polri untuk menyerahkan
ke-29 tersangka pelaku tindak kekerasan di Poso asal ada jaminan mereka tidak
disiksa seperti yang pernah dialami Ponirin alias Andi Ipong dan teman-temannya.
Saat ditanya mengenai rencana operasi besar-besaran yang akan dilakukan Polri,
Adnan Arsal yang juga Ketua Forum Silaturahmi dan Perjuangan Umat Islam Poso
itu mengatakan hal itu sama saja dengan menginginkan Poso dan sekitarnya rusuh
lagi.
Sementara itu, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri hingga
kini masih mengejar Basri, salah seorang tersangka pelaku mutilasi tiga siswi
Sekolah Menengah Umum Kristen Gereja Kristen Sulawesi Tengah di Poso, 29
Oktober 2005 lalu.
Nama Basri yang juga anak kandung Adnan Arsal, pemimpin Pondok Pesantren Al
Amanah di Tanah Runtuh, Poso itu muncul dari pengakuan Hasanuddin, Haristo, dan
Irwanto Irano, tiga tersangka lainnya yang kini ditahan di Mabes Polri sejak
Mei 2006. Menurut Hasanuddin, Basri adalah salah seorang eksekutor dalam aksi
mutilasi yang menewaskan Alvita Polowiwi (19), Yusriani Sampoe (15), dan
Theresia Morangke (16).
Wakil Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Anton Bachrul Alam
memberi waktu sepekan bagi Basri dan 29 tersangka pelaku tindak kekerasan yang
sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) untuk menyerahkan diri serbelum
pihaknya melakukan tindakan tegas.
Kami sudah mengupayakan pendekatan kekeluargaan agar mereka bisa menyerahkan
kepada kami untuk mempercepat proses hukum, kata Anton yang dihubungi pagi ini.
Sumber SH menyebutkan bahwa 29 tersangka yang kini dikejar Densus 88 Antiteror
Mabes Polri itu dikenal sangat dekat dengan Adnan Arsal dan pernah dididik di
Pesantren Al Amanah di Tanah Runtuh.
Sementata itu, tim investigasi yang dibentuk sebagai rekomendasi dari pertemuan
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan warga Islam di Palu, 29 Oktober 2006, mulai
Kamis (2/11), telah melakukan sejumlah pertemuan di Palu.
Sabtu, 04 November 2006
---------------------------------
Low, Low, Low Rates! Check out Yahoo! Messenger's cheap PC-to-Phone call rates.
---------------------------------
We have the perfect Group for you. Check out the handy changes to Yahoo! Groups.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/