http://www.eramuslim.com/news/int/454ac42e.htm 

Heboh Tingginya Kasus Perkosaan di Mesir: 20 Ribu Kasus 
SetahunJumat, 3 Nov 06 13:29 WIB 

Kasus perkosaan kini menjadi buah bibir masyarakat Mesir. Sebagian 
orang ada yang menganggap kasus itu hanya merupakan kasus individu 
belaka, dan karenanya tidak bisa dianggap sebagai fenomena sosial 
masyarakat. Tapi ketua Markaz Qoumi lil Buhuts Ijtima'iyah wal 
Jina'iyah –semacam LSM yang bergerak di bidang kajian sosial dan 
kriminalitas—di Kairo, justeru memiliki pandangan lain. 

Mereka melakukan kajian intensif dipimpin langsung oleh Dr. Fadeya 
Abu Syuhbah, seorang dosen hukum kriminal yang juga aktifis LSM 
tersebut. Dari kajian itu diperoleh data yang menunjukkan dengan 
jelas kasus perkosaan di Mesir meningkat beberapa kali lipat 
belakangan ini. Kelompok pelakunya juga bertambah, dari sekedar 
perilaku anak-anak jalanan, sampai oknum profesional seperti 
kalangan dokter, guru dan polisi. Hasil penelitian inilah yang 
kemudian menghebohkan masyarakat Mesir. Apalagi, kemudian terjadi 
kasus perkosaan antar keluarga dan anak di bawah umur, ditambah 
perkosaan massal, bahkan perkosaan yang dilanjutkan dengan 
pembunuhan.

Mengerikan pasti. Dalam angka penelitian itu disebutkan, telah 
terjadi 20 ribu kasus perkosaan di Mesir setiap tahunnya. Ini 
berarti setiap satu jam kurang lebih, terjadi satu perkosaan di 
Mesir. Pelakunya, 90% adalah orang-orang pengangguran (di Mesir 
terdapat 6 jutaan pengangguran).

Siapapun yang mengikuti dan memperhatikan angka penyebaran tindak 
perkosaan yang terjadi dan diberitakan di berbagai media massa 
Mesir, akan merasakan angka perkosaan itu semakin hari semakin 
bertambah. Seorang pengamat sosial Mesir, Sayed Zaid mengatakan, 
dalam satu pekan ia memeriksa berita perkosaan baru setiap hari di 
Mesir yang diberitakan media massa. Pihak keamanan dan polisi juga 
telah mengeluarkan banyak pernyataan agar para wanita tidak berada 
di lokasi yang sepi dan tidak larut untuk pulang ke rumah. Ini sudah 
menunjukkan suasana yang sangat tidak aman bagi kaum wanita Mesir. 
Tapi toh, angka perkosaan tetap saja bertambah.

Untuk menjawab hal ini, aktifis perempuan Mesir Saher Moje dalam 
artikel yang dimuat di harian Al-Mashr Al-Youm menilai maraknya 
kasus ini sebagai tanggung jawab pemerintah. "Apakah para penanggung 
jawab di pemerintahan ini telah memberi pengajaran dan penyadaran 
kesehatan kepad para pemuda. Apakah pemerintah telah memberikan 
pekerjaan yang layak dan proyek bantuan untuk memiliki rumah, isteri 
dan anak. Ataukah, pelanggaran mereka dengan melakukan perkosaan itu 
adalah lebih dilandasi dorongan nafsu syaitan yang memang telah 
menggiringnya keluar dari ruang moral?" demikian tulis Moje. "Di 
mana keamanan yang kau berikan wahai pemerintah?" tambahnya.

Dr. Ahmad Abdullah, konsultan masalah sosial Islamonline 
mengatakan, "Kasus perkosaan dan pelecehan seks di Mesir telah 
memunculkan gejolak di Mesir. Menurut penelitian, sebanyak 60% 
pelecehan seksual terhdap kaum perempuan di Mesir menimpa anak-anak 
perempuan, baik kasus pelecehan seksual lewat ucapan, gambar, 
menyentuh bagian tubuh perempuan, hingga perkosaan. Tidak ada sebab 
utama dalam hal ini. Tapi yang paling utama adalah tidak adanya atau 
minimnya pertahanan di masyarakat tentang antisipasi kejahatan 
seksual ini. Minimnya pertahanan itu bisa dalam bentuk persepsi 
masyarakat yang keliru, situasi sosial masyarakat dan juga undang-
undang yang belum ada. Sebab kedua, adalah bertambahnya dorongan 
seksual di kalangan pemuda untuk melakukan pelecehan seksual akibat 
konsumsi media massa yang banyak mengandung unsur pornografi dan 
pornoaksi."

Bagaimana dengan kasus perkosaan di Indonesia? (na-str/iol)






Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke