http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=159287


 ANALISIS POLITIK
Siapa Penggagas Pembentukan UKP3R?

Wawancara khusus dengan
Arbi Sanit 
Pengamat politik dari Fisip UI



Senin, 6 November 2006
Keberadaan Unit Kerja Presiden bagi Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) yang 
baru terbentuk akhirnya diendapkan. Padahal masyarakat belum melihat 
sepak-terjang lembaga tersebut. 

Sebenarnya tidak mengherankan bahwa UKP3R ini akhirnya diendapkan. Ini karena 
pembentukan UKP3R banyak menuai kritik berbagai kalangan. Kenapa? Karena 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk lembaga tersebut tanpa melakukan 
lobi-lobi politik. Bahkan tidak pula melibatkan anggota parlemen. Seharusnya, 
sebelum membentuk UKP3R, Presiden terlebih dahulu melakukan lobi-lobi politik, 
antara lain dengan melibatkan orang-orang di parlemen. 

Dengan itu, keberadaan UKP3R yang masih baru itu tidak harus diendapkan. Tapi 
langkah politik Presiden yang tak mengindahkan pentingnya lobi-lobi politik 
dalam membentuk UKP3R ini akhirnya membuat wibawanya di mata masyarakat jadi 
merosot atau bahkan menjadi hilang. 

Pembentukan UKP3R sendiri sebenarnya dimungkinkan, karena adanya pengaruh 
intrik-intrik politik di kalangan Istana Negara. Di dalam Istana saat ini 
terdapat dua kelompok kepentingan, yaitu kelompok Sekretaris Negara (Sesneg) 
dan Sekretaris Kabinet (Seskab). Kelompok Sesneg adalah ahli-ahli hukum, 
sedangkan kelompok Seskab bukan ahli hukum. 

Jadi sangat jelas yang "bermain" dalam konteks pembentukan UKP3R ini adalah 
kelompok Seskab. Merekalah yang "membisiki" Presiden Yudhoyono agar membentuk 
UKP3R. Yudhoyono ternyata memberikan respons positif, meski akhirnya menjadi 
bumerang - karena menuai kritik sejumlah kalangan, di samping mengganggu 
keharmonisan Presiden-Wapres. 

Karena itu, agar tidak kehilangan wibawa di mata masyarakat, Presiden Yudhoyono 
perlu melakukan pembersihan di tubuh Seskab. Ini patut dilakukan segera karena 
sudah banyak kritikan berbagai kalangan menyangkut kinerja Seskab selama ini. 
Misalnya, mantan Ketua MPR Amien Rais mengaku sangat kesulitan menemui Presiden 
Yudhoyono, sementara para pengemplang Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) 
dengan mudah bisa bertemu Presiden di Istana Negara. 

Presiden juga harus memberi tahu masyarakat: siapa sebenarnya yang telah 
mengeluarkan gagasan tentang pembentukan UKP3R. Kalau perlu, segera hentikan 
orang yang telah memberikan gagasan itu. Ini dimaksudkan agar publik tahu bahwa 
Presiden tidak bersalah. 

Pembentukan UKP3R sebenarnya sah-sah saja asalkan berdasarkan undang-undang. 
Selain itu, pembentukan lembaga tersebut bisa juga dilakukan melalui mekanisme 
koalisi. Baik itu koalisi informal ataupun permanen - misalnya, berkoalisi 
dengan Partai Golkar. Dengan demikian, Golkar tidak boleh mengkritik Presiden 
menyangkut keberadaan lembaga penasihat presiden ini. 

Sedangkan mereka yang layak duduk di lembaga itu adalah ahli-ahli yang sudah 
berpengalaman. Atau bisa juga mereka yang berasal dari partai politik yang 
loyal kepada Presiden. 

Saya sendiri meragukan efektivitas tugas UKP3R ini. Ini bisa-bisa seperti 
kinerja Timtas Tipikor yang kurang optimal. 

Sudah terlalu banyak lembaga di negeri kita ini dibentuk, tapi kinerjanya tidak 
optimal. Seolah-olah negeri kita merupakan gudang institusi. 

Pembentukan UKP3R sendiri tampaknya merupakan reaksi atas penilaian buruk 
publik terhadap kinerja pemerintah dalam mengatasi keadaan. Sayangnya Yudhoyono 
tidak melakukan lobi-lobi dengan DPR atau elite-elite politik. 

Padahal, untuk mengatasi keadaan, bisa saja Presiden mengoptimalkan kinerja 
lembaga yang telah ada. Sebenarnya, apa yang akan dicapai lewat pembentukan 
UKP3R, apakah untuk tujuan demokrasi, efektivitas, ataukah efisiensi? 

Tujuan demokratisasi tidak akan bisa dicapai dengan pembentukan lembaga baru. 
Efisiensi dan efektivitas juga belum tentu tercapai, karena pembentukan lembaga 
baru justru menambah biaya. 

Keberadaan lembaga UKP3R juga dikhawatirkan hanya menimbulkan persoalan baru 
dengan lembaga lain. Sebab, tidak jelas siapa yang lebih tinggi atau lebih 
rendah. Bisa-bisa, karena itu, terjadi saling "potong kewenangan" antarlembaga.

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke