http://www.suarapembaruan.com/News/2006/11/06/Kesra/kes01.htm

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Indonesia Posisi Ketiga Penghasil Karbondioksida

[JAKARTA] Kebakaran hutan dan lahan tempatkan Indonesia dalam urutan ketiga 
negara penghasil emisi karbondioksida (CO2) terbesar di dunia. Indonesia berada 
di bawah Amerika Serikat dan China, dengan kuantitas emisi yang dihasilkan 
mencapai dua miliar ton karbondioksida per tahunnya atau menyumbang sepuluh 
persen dari emisi karbondioksida di dunia. 

Demikian hasil penelitian Wetlands International, organisasi yang bergerak di 
bidang pelestarian dan pengelolaan lahan basah di dunia, serta laboratorium 
hidrolika di Delft, Belanda. Rencananya hasil penelitian itu akan dibawa dalam 
Konferensi Perubahan Iklim PBB, di Nairobi, Kenya, yang dimulai Senin (6/11) 
ini. 

Direktur Teknik Wetlands Internasional Indonesia Programme, I Nyoman 
Suryadiputra, kepada Pembaruan di Jakarta, Senin (6/11) pagi menyebutkan, efek 
dari kebakaran hutan sejak tahun 1998 ini telah merubah posisi Indonesia 
sebagai negara penghasil karbon dari urutan 21 menjadi urutan ketiga. 

"Kalau begini terus bisa-bisa kita akan masuk ke dalam negara-negara dalam 
daftar Annex IA yang diharuskan mengurangi emisi karbon. Selain itu dalam waktu 
60 tahun sebagian besar Sumatera Timur dan Kalimantan Tengah serta Selatan akan 
hilang, karena gambutnya tidak ada," ujar Nyoman Suryadiputra mengingatkan. 

Menurut Nyoman, sebenarnya lahan gambut kita memiliki kemampuan menyimpan 34 
juta ton karbon, atau 125 juta ton karbondioksida. "Ini juga harus 
diperjuangkan untuk diakui secara internasional bahwa kita memiliki lahan 
gambut yang bisa dimanfaatkan untuk menstabilkan komposisi atmosfer, sehingga 
upaya pelestarian itu tidak hanya menjadi tanggung jawab Indonesia saja," 
jelasnya. 

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia umumnya terjadi di lahan gambut yang 
sebenarnya memiliki fungsi untuk menyimpan karbon. Ketika lahan itu terbakar 
atau rusak maka selain kehilangan fungsi penyimpanan, juga menghasilkan karbon 
akibat terbakar. Sebelumnya Indonesia berada pada posisi ke-21 dalam urutan 
penghasil karbondioksida. 


Dampak Global 

Peneliti dari Wetlands International, Marcel Silvius, menyebutkan, sebenarnya 
sudah lama diketahui bahwa tanah gambut di Indonesia berpengaruh pada efek gas 
rumah kaca, tetapi hasil penelitian yang dilakukan lembaganya baru-baru ini 
sangat mengejutkan. "Awalnya masalah emisi gas rumah kaca di Indonesia hanya 
akan berdampak regional atau lokal saja, tapi masalah ini juga berdampak 
global," ujarnya. 

Umumnya di negara maju, gas rumah kaca dihasilkan oleh sektor perindustrian dan 
peyediaan energi, namun Indonesia tidak memiliki sektor perindustrian yang 
tinggi seperti di negara maju. 

Dijelaskan Silvius, proses pembentukan tanah gambut makan waktu 5.000-10.000 
tahun. Kawasan tanah gambut berfungsi menyerap karbondioksida yang berada di 
atmosfer dan mengatur keseimbangannya di udara. Namun apa yang terjadi saat ini 
adalah penebangan hutan serta pengeringan tanah gambut untuk dijadikan ladang 
pertanian dan perkebunan. 

"Bukan hanya kebakaran hutan saja yang menyebabkan emisi karbondioksida, 
melainkan proyek-proyek pengeringan tanah gambut. Artinya, walau kebakaran 
hutan dapat dikendalikan, emisi karbondioksida terus berlanjut karena lahan itu 
sudah tidak berfungsi seperti fungsi utamanya," jelasnya. 

Menurut Silvius, pembukaan lahan gambut di Indonesia umumnya untuk perkebunan 
kelapa sawit dan pemanfaatan kayu hutan. Permintaan akan minyak kelapa sawit 
dan kayunya masih sangat besar di dunia internasional. 

Hal yang perlu dilakukan adalah benar-benar menyetop penebangan hutan, 
khususnya di lahan gambut baik yang ilegal maupun legal. Sementara 
negara-negara maju bisa memberikan bantuan dengan mengurangi impor produk dari 
kawasan tersebut dan memberikan insentif atas konservasi kawasan itu. 

Selama ini masalah lahan gambut tidak pernah kepada mendapat perhatian, bahkan 
pemerintah Indonesia pernah memiliki kebijakan membuka lahan gambut yang tidak 
diperhitungkan dampak ekologinya. [K-11] 


Last modified: 6/11/06 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke