REFLEKSI:     Bagus sekali pak Djoko apa yang anda ucapkan, tetapi kenyataan 
memberikan gambaran lain dari ucapan Anda. Reformasi TNI ke depan sesuai 
tuntutan negara demokrasi tak kelihatan, apakah karena kabut debu gurun pasir 
seperti apa yang pernah dikatakan oleh Jafar Umar Talib, pemimpin Laskar Jihad 
Sunnah Wal Jamaah, bahwa politik Laskar Jihad adalah politik TNI?


CENDRAWASIH POS
Selasa, 07 November 2006


Reformasi TNI Tak Perlu Unit Khusus 


JAKARTA-Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Djoko Santoso menegaskan reformasi 
TNI adalah tanggung jawab semua warga negara. Karenanya, tidak diperlukan unit 
khusus untuk mengelolanya. Termasuk, UKP3R yang dibentuk oleh presiden. 

"Reformasi TNI adalah proses yang dinamis yang tidak hanya melibatkan 
pemerintah atau tentara saja, setiap warga negara berhak terlibat juga termasuk 
media,"ujarnya menjawab Jawa Pos di sela-sela acara peresmian Kartika Media 
Centre di Jakarta kemarin. 

KSAD mengakui proses perbaikan di lingkungan TNI masih belum berjalan dengan 
sempurna. Salah satunya masih banyak tentara yang melakukan pekerjaan sambilan 
di luar tugasnya. Saat ini, Mabes TNI-AD sedang melakukan penertiban internal 
terkait hal itu. 

"Masih ada kopral yang gajinya dibawah Rp 1,5 juta. Dia punya dua anak ya wajar 
kalau nyambi jadi tukang ojek,"kata Djoko.Kesejahteraan tentara yang minim 
inilah yang jadi penyebab reformasi TNI tersendat. "Kalau gajinya cukup nggak 
mungkin nyambi," lanjutnya. 

Apalagi, saat ini penertiban bisnis TNI sedang berjalan. Artinya, 
yayasan-yayasan di bawah TNI AD tidak boleh lagi terlibat dalam usaha 
komersial."Jadi kembali pada pemerintah, bagaimana mencari solusi yang 
tepat,"katanya. 

Jenderal asal Solo itu menambahkan selain masalah gaji prajurit, Mabes TNI-AD 
sedang memperbaiki kekuatan persenjataan. Termasuk menjajagi negara-negara Asia 
Timur. 

"Kami tentukan yang sesuai dengan kebutuhan, misalnya tank, dilihat dulu 
kekuatan jalan kita berapa ton, apakah perlu roda ban atau berupa lapis baja," 
katanya. Beberapa waktu yang lalu, KSAD juga menghadiri Defence Expo di Korea 
Selatan. 

Djoko meminta media berimbang dalam memberitakan proses reformasi TNI."Kalau 
ada kasus TNI jadi berita besar, headline terus, tapi kalau kita membangun 
rumah untuk Poso sedikit sekali yang memberitakan,"ujarnya. 

Pengamat militer Universitas Indonesia Rizal Darmaputera mengatakan pembentukan 
UKP3R tidak akan mempercepat reformasi TNI. "Misalkan unit itu tetap bekerja 
sekalipun, tanpa dukungan militer akan susah," ujarnya.(rdl)

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke