Hari Natal Dianggap Kelahiran Kristus Tak Ada Salahnya ! Pada dasarnya, manusia beragama bukan karena benar melainkan karena percaya. Oleh karena itu, kita melindungi dan melestarikan agama bukan karena kebenarannya, melainkan karena kepercayaannya. Jadi kalo dimasa sekarang kepercayaannya itu terbukti tidak benar, maka kepercayaan itu bisa tetap dipertahankan eksist untuk tetap dijadikan tradisi turun temurun sebagai kegiatan budaya yang mengikat masyarakat dalam kerja sama saling membahagiakan tanpa harus percaya lagi.
Jadi, kalo kita mau merayakan Hari Natal karena kita percaya itu hari kelahiran Tuhan Yesus, sama sekali tidak ada salahnya. Karena pada dasarnya hari ulang tahun hanyalah pengulangan hitungan atas dasar2 periodik yang kita ciptakan seperti tanggalan yang kita gunakan. Kenyataannya, waktu berjalan terus secara linear tanpa pernah terjadi pengulangan. Sehingga seharusnya tidak ada ulang tahun karena tak pernah ada siapapun yang dilahirkan ulang. Hal ini gampang anda pahami apabila anda gunakan tanggalan Arab, Cina, Yahudi, Indian, dan tanggalan Masehi yang kita gunakan sekarang ini, ternyata tanggal kelahiran anda hari, bulan dan tahunnya bisa ber-beda2 meskipun kenyataannya anda hanya dilahirkan satu kali. Kenyataan ini disebabkan karena masing2 tanggalan menggunakan periodisitas yang berbeda untuk hari, bulan, dan tahunnya. > abdi yono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Memang sebagian umat Kristen jarang yang tahu kalau > tgl.25 december itu sebenarnya bukan hari kelahiran > Yesus,dan memang tidak ada juga didalam Alkitab yang > tertulis Yesus lahir tanggal tersebut. > Bahkan para sejarahwan/arkreolog serta pakar > Kristen-pun tidak tahu persis kapan tepatnya Yesus > lahir. > Populasi umat Kristen terbesar didunia hanya ada di Amerika. Namun kebebasan beragama di Amerika bukan cuma kata2, melainkan praktek yang tidak terbantahkan. Jadi masalah tanggal 25 December itu bukan hari kelahiran Yesus, bukan berasal dari ajaran Islam, melainkan hasil penelitian yang sebenarnya dari para pakar agama Kristen itu sendiri. Pakar, filosof, dan pemuka agama Kristen terbesar dan yang paling banyak dianut oleh orang2 Kristen di Amerika adalah Eugen Rosenstock Huessy. Dialah yang menyatakan bahwa Yesus hanyalah simbol yang tidak perlu harus eksist. Bahkan sejarah membuktikan bahwa belum pernah didunia ini terlahir seorang yang bernama Yesus yang kemudian disalib atas perintah Pontius Pilatus. Demikianlah, mayoritas Kristen di Amerika hanya memandang Yesus sebagai teladan atau figure simbol yang menjadi teladan moral, sama seperti cerita dongeng Pandawa Lima dalam agama Hindu, meskipun kenyataannya didunia ini tidak pernah ada Pandawa Lima, tetapi figure simbol kelima Pandawa ini dijadikan teladan moral oleh umat Hindu. Penelitian tentang 25 December sebagai hari lahirnya Yesus, bukan tidak ada sebabnya, karena dari hasil penelitian ini dibuktikan bahwa tanggal ini memang dibuat oleh para pedagang Yahudi justru yang tidak percaya Yesus dan yang bukan beragama Kristen. Pada mulanya mereka menjual berbagai gift ataupun perlengkapan pesta perayaan ulang tahun, namun belakangan timbul ide agar mereka bisa menimba rejeki dari hari2 tertentu yang didesignnya seperti hari kelahiran Yesus. Dengan mempromosikan masyarakat yang percaya Yesus untuk merayakan hari Natal sebagai hari kelahiran Yesus, maka pedagang2 Yahudi banyak sekali menimba rejeki dari kebutuhan masyarakat yang ingin merayakannya. Mereka melakukan hal yang sama juga kepada agama mereka, bahkan juga dilakukan untuk hal2 yang bukan agama seperti hari HALLOWEEN tanggal 31 Oktober dimana masyarakat diajak untuk merayakan menyambut keluarnya setan2 dari liang kuburnya masing2 padahal mana ada sih orang Amerika yang percaya setan? Namun perayaan ini pada tahun ini berhasil mengeruk dana masyarakat sebanyak $5 bilyun, dimana tahun sebelumnya hanya $3 bilyun. Bahkan perayaan Natal saja tidak semeriah perayaan Halloween. Demikianlah, kita beragama bukan untuk percaya, karena pada dasarnya dalam beragama kita memupuk keharmonisan hubungan antar sesama manusia baik yang percaya maupun yang tidak percaya. Jadi beragama bukan harus percaya, seperti juga saya yang beragama Islam sama sekali tidak percaya Islam, tidak percaya AlQuran, tidak percaya Muhammad utusan Allah dan tidak percaya adanya Allah, namun bukan halangan untuk tetap beragama Islam, membantu umat Islam, memajukan umat Islam, dan membimbing umat Islam untuk menjauhi perbuatan teror2 yang dilestarikan dalam ajaran2 AlQuran. Kita beragama bukan karena agama yang kita anut itu benar, melainkan agama yang kita anut itu merupakan warisan kepercayaan nenek moyang kita yang tradisinnya kita lestarikan dalam kaitan bermasyarakat yang bertujuan saling membahagiakan lingkungan kita tanpa membedakan mereka yang percaya ataupun yang tidak percaya. Hal ini bisa kita rujuk kepada perayaan Olympic Games yang merupakan upacara ceremonial yang sangat biadab dalam penyembahan dewa2 Yunani Kuno. Namun perayaan Olympic Games itu tetap kita lestarikan, tapi bukan lagi sebagai kepercayaan melainkan sebagai warisan nenek moyang kita yang sekarang kita jadikan budaya sebagai pengikat hubungan antar manusia didunia tanpa perlu percaya kepada dewa2 manapun juga. Kita boleh mengikuti dan melaksanakan ritual ceremonial penyembahan Dewa2 Yunani Kuno tanpa harus mempercayainya. Demikian hal yang sama berlaku kepada kita yang beragama baik Islam, Kristen, Hindu, dlsb. Hal inilah yang paling penting disadari oleh umat Islam diseluruh dunia khususnya umat Islam di Indonesia. Kalo kita semua menyadari hakekat dalam beragama seperti yang saya jelaskan diatas, maka tidak lagi ada umat yang melakukan teror terhadap umat lainnya akibat kewajiban dari Allah kepada umatnya dengan janji pahala yang kesemuanya hanya berasal dari angan2 manusia yang menganggap dirinya nabi dizaman dulu di Arab. Jadi tak ada perlunya kita meng-olok2 umat yang merayakan hari kelahiran Tuhannya, apalagi bertujuan propaganda dakwah agar mereka pindah agama menjadi Islam, tentunya selain tidak ethis juga AMORAL. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
