http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006111101124015

      Sabtu, 11 November 2006 
     
      BURAS
     
     
     
     
Ramalan Suku Terasing! 

       
      H.Bambang Eka Wijaya:



      SATU tim artis shooting di kawasan suku terasing. Tiga hari di situ, 
datang tetua suku mengingatkan sutradara, "Besok hujan!"

      Ternyata betul, esoknya hujan deras. Tiga hari kemudian dia datang lagi, 
"Besok ada badai!" Lagi-lagi, ramalannya tepat.

      "Suku terasing itu luar biasa!" ujar sutradara. Ia pun, yang gandrung 
pada kearifan lokal, meminta unit manajer mempekerjakan orang itu agar program 
shooting bisa disesuaikan dengan iklim. Dua peluang untuk merekam bagian yang 
terkait hujan dan badai secara alamiah telah terlewatkan!

      Tapi, baru beberapa hari bekerja tetua itu tak muncul lagi! Sutradara 
mencari dia ke balik bukit. "Kapan hujan atau badai datang lagi agar kami bisa 
shooting sesuai dengan jalan cerita dan kondisi iklimnya?" tanya sutradara.

      "Tak tahu!" jawab tetua. "Radionya rusak!"

      Sutradara terperangah! Rupanya selama ini bukan ramalan mistis suku 
terasing itu yang dia sampaikan, tapi ramalan cuaca dari Badan Meteorologi dan 
Geofisika--BMG--yang disiarkan radio! "Kupikir Bapak meramal berdasar klenik 
ajaran nenek-moyang!"

      "Ketinggalan zaman!" entak tetua. "Dulu, agar bisa naik pangkat dan dapat 
jabatan, menjaga kedudukan atau menyuseskan program, pejabat datang padaku! 
Tapi sejak zaman KKN--korupsi, kolusi, dan nepotisme--mereka tak datang lagi! 
Tak sejalan!"

      "Tapi Bapak tetap bisa meramal kapan turun hujan atau badai, kan?" kejar 
sutradara.

      "Sudahlah! Lupakan dukun atau paranormal untuk hal-hal yang secara 
sekolahan sudah bisa dihitung dan diukur secara lebih pasti!" tegas tetua. 
"Para pejabat teras kini tak lagi memelihara barisan dukun atau paranormal 
untuk menjamin sukses programnya! Tapi sudah pakai tim ahli resmi yang bekerja 
pakai cara sekolahan!"

      "Tapi pembentukan unit kerja tim ahli seperti itu untuk kantor Presiden 
mendapat protes!" sambut sutradara.

      "Pemerotesnya itu mungkin masih melihat lebih tepat penasihat ahli 
Presiden itu barisan dukun dan paranormal, yang statusnya secara formal tak 
perlu dilembagakan!" timpal tetua suku. "Terserah pejabatnya, kalau dia mau tim 
sekolahan, itulah yang dipakai! Tak bisa dipaksa harus dukun atau paranormal!"

      "Soal Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi--UKP3R--itu 
bukan untuk melanjutkan tradisi perdukunan atau paranormal sebagai pengarah 
penguasa!" tegas sutradara. "Tapi gurindam politik mengingatkan Istana untuk 
tidak cenderung memandang Partai Golkar dengan sebelah mata! Risikonya bisa 
dihitung kalau Golkar menarik dukungannya, di parlemen kekuatan di luar kubu 
Presiden jadi mayoritas mutlak--PDIP 108 kursi, PKB 59 kursi, tambah Golkar 126 
kursi, total 293 kursi!"

      "Maksudnya, Golkar layak diberi kompensasi lebih luas?" timpal tetua.

      "Sepantasnya! Apalagi posisi Golkar seperti istri tak sah--swargo ora 
nunut, neroko katut!" tegas sutradara. "Kalau pemerintah sukses yang dapat nama 
Partai Demokrat-nya Presiden, sedang kalau pemerintah gagal Golkar ikut terkena 
getahnya!" 
     


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke