Janganlah Memperdebatkan Dogmanya  Agama = bukan bahan debat !

> On 11/13/06, Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Saya mendukung Rexy Mawardi,
> Yang dilarang mas Radityo mungkin perdebatan DOGMA AGAMA. Nah
> seperti telah saya katakan berulang kali, dogma agama memang TIDAK
> pantas diperdebatkan. Agamamu untukmu, agamaku untukku. Jadi bukan
> cuma di milis Media Care, di milis Zamanku pun perdebatan dogma
> agama tidak akan menghasilkan apa-apa.
> 


Anda benar dogma agama ansich tak berguna diperdebatkan, tapi sebelum
kita menyebut dogma agama, harus jelas dulu yang mana yang dianggap
sebagai dogma agama.

Contohnya, kalo ada umat Kristen mem-bagi2 supermie kepada orang2
miskin tanpa mem-beda2kan agamanya, apakah itu termasuk dogma agama ???

Bagi saya itu bukan dogma agama melainkan hanyalah pengabdian sosial
yang biasa dilakukan semua agama apapun dogmanya.  Dogma itu unik bagi
setiap agama, hal2 yang umum bukan disebut dogma, meskipun seringkali
dipaksakan secara dogmatis.

Contoh2 dogma misalnya, Umat Islam yang berwudhu ada cara2nya, yaitu
bagi laki2 sehabis wudhu tak boleh menyentuh atau disentuh wanita, dan
kalo hal itu terhadi harus diulang wudhu-nya, karena sentuhan wanita
membuat wudhunya batal.  Kemudian, ada aturan kalo bahwa kalo seorang
muslim dijilat anjing herder, harus dicuci pakai pasir yang dicampur
tahi anjing tsb, dan ini juga dogma karena unik, terutama didunia umum
yang namanya mencuci itu dengan air, ini dengan pasir yang dicampur
tahinya anjing yang menjilatnya, jadi bisa dibayangin bagaimana
susahnya mengikuti anjing yang menjilat seorang muslim, harus diikuti
hingga dia berak untuk diambil tahinya......  Tapi inilah ke
unikannya, dengan uniknya inilah protokol dijilat anjing herder ini
menjadi dinamakan sebagai dogma Islam.

Namun dilain pihak, membakar gereja, membakar mesjid, memperkosa
amoy2, menjarah sesama muslim sama seperti menjarah toko2 cina,
kesemunya ini sama sekali BUKAN DOGMA TAPI KRIMINAL KARENA PERBUATAN
INI TIDAK UNIK SEHINGGA TAK BISA DINAMAKAN DOGMA, APALAGI ORANG
KRISTEN JUGA DULUNYA BEGITU, SEHINGGA TIDAK BISA DINAMAKAN DOGMA,
MESKIPUN SAYA MENGAKUI SERING DIPERLAKUKAN SEBAGAI KEWAJIBAN YANG
DOGMATIS DALAM TUJUAN MEMAKSA UMAT LAINNYA UNTUK BERAGAMA SAMA.

Cara2 Shalat adalah juga contoh dogma, misalnya Shalat harus 5 waktu,
dan sebelum shalat harus wudhu, dan setelah wudhu tak boleh tersentuh
wanita, dan tak boleh dijilat anjing herder.  Tersentuh wanita masih
mudah, cukup mengulang wudhu, tapi kejilat anjing herder, ajubilah,
repont, harus cari pasir, anjingnya harus diikuti, kalo berak tahinya
diambil untuk dicampur pasir untuk mencuci bekas jilatannya, akibatnya
kalo anjing herder itu enggak berak dua hari, maka shalatnya juga jadi
2 hari batal berhutang 10 x shalat.  Inilah contoh yang dinamakan dogma.

Dogma2 ini memang tak bisa diperdebatkan karena memang sudah merupakan
protokol setiap agama yang wajib.

Naaaah....... semua tulisan2 saya tidak satupun mempermasalahkan dogma
agama tentang cara2nya sembahyang, atau caranya mengenakan mukenah,
semua tulisan saya memperbincangkan, mengkiritik, mengutuk, dan
melarang, TINDAKAN2 KRIMINAL umat Islam akibat pengaruh dogmanya,
bukan membicarakan dogmanya itu sendiri.  Adakah anda bisa menemukan
tulisan2 saya yang memperdebatkan dogma Islam??? tentu tak bisa karena
memang tak pernah ada.  Saya enggak peduli kalo dogma Islam
mengharuskan shalat menghadap kiblat, atau mau menghadap patung
buddha, itu enggak penting, saya punya missi yaitu tegaknya Demokrasi
dan HAM diatas segala kitab2 suci justru untuk melindungi dogmanya
satu agama dari tindakan2 kriminal umat Islam akibat pengaruh yang
dogmatis.

Ny. Muslim binti Muskitawati.












Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke