Topik: Muzakir Hamid Kembali ke ibu pertiwi
02 Nopember 2006 dari Tgk Lampôh Saka
MUZAKIR HAMID (Adik Kandung Isteri Menlu GAM, Zaini Abdullah, dan Isterinya)
UCAPKAN SUMPAH SETIA NKRI DI KEDUBES RI, STOCKHOLM
17 Feb 2006, http://www.acehkita.com/index.php?
Sekretaris pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Abdul Hamid kembali
menjadi warga Negara Indonesia (WNI) setelah mengucapkan sumpah setia, Selasa
(14/2), di Stockholm. Pengambilan sumpah dilakukan di Kedutaan Besar Republik
Indonesia di Stockholm, Swedia.
Kebiadaban, Keganasan, Kekejaman, Kekejian dan Kebuasan Jawa terhadap bgs Aceh
"People who call themselves Indonesians are having an identity crisis."
Almarhum Syahid Tgk Abdullah Syafie
Tgk Hasan di Tiro in FEER:
" Djawanjan mandum saban! Biadap dan 'A Bra 'u Beureugu seupot!"(They're all
the same. Uneducated fools....the Javanese "barbaric and uncivilized! " )
if(cnnEnableCL){if(!(location.hostname.indexOf('cnn.com')>-1))
{cnnAddCSI('contextualLinks','/.element/ssi/sect/1.1/misc/contextual/story.html','');}else{
cnnAddCSI('contextualLinks','http:/\/cl.cnn.com/ctxtlink/jsp/cnn-story.jsp','category=cnnworld&url=http:/\/robots.cnn.com/2005/WORLD/asiapcf/02/10/nkorea.talks/index.html&site=cnn_world_dyn_ctxt');}}
Demikian keterangan yang disampaikan Kuasa Usaha KBRI Stockholm Ben Perkasa
Sudrajat , ketika dihubungi pertelepon Rabu (15/02) malam.kemarin Muzakir
Abdul Hamid mengambil sumpah setia untuk kembali menjadi warga Negara
Indonesia. Dia bersama istrinya, berdua menjadi WNI lagi, katanya.
Ben mengatakan perubahan status warga Negara bagi GAM memang termasuk
difasilitasi dalam butir nota kesepahaman (MoU) RI-GAM tahun lalu. Dalam MoU
tersebut disebutkan bagi anggota GAM yang telah menjadi Warga Negara Asing
(WNA) atau kehilangan kewarganegaraannya dan ingin kembali menjadi WNI akan
difasilitasi.
Kepada anggota GAM tersebut diberikan jangka waktu enam bulan sejak
penandatangan MoU untuk mengajikan permohonan menjadi WNI. Dengan fasilitas
yang akan berakhir pada 28 Februari 2006 itu, perubahan status warga Negara
anggota GAM akan dipermudah dari biasanya yang bisa memakan waktu
bertahun-tahun.
Ben mengatakan, Muzakir yang juga asisten pribadi Hasan Tiro telah mengajukan
niat dan mengikuti proses perubahan warga Negara sejak dua bulan lalu. Sebagai
bagian akhir porses, Muzakir pada Selasa lalu diambil sumpah setianya pada NKRI
dan diberikan paspor.
Kepada ben, Muzakir mengatakan pengajuan permohonan menjadi WNI itu ia lakukan
baru sejak dua bulan yang lalu karena menunggu perkembangan situasi pasca
penandatangan MoU. Muzakir menilai, seperti yang dikatakan pada Ben, situasi
saat ini sudah cukup kondusif hingga ia langsung mewujudkan niatnya kembali
menjadi WNI.
Pengambilan sumpah itu dilakukan sendiri oleh Ben yang ditunjuk sebagi
perwakilan Menteri Hukum dan HAM di Indonesia. Acara pengambilan sumpah
dilaksanakan pada pukul 11.00 siang waktu setempat.
Sampai sejauh ini sejak penandatanganan MoU, menurut Ben, baru Muzakir saja
yang telah menjadai WNI. Sedangkan petinggi GAM lainnya, termasuk Hasan Tiro
dan Zaini Abdullah, belum ada yang mengajukan niat baik secara resmi maupun
pribadi kepada Ben untuk menjadi WNI.
Ben berharap langkah Muzakir ini diikuti oleh petinggi GAM lainnya di Swedia
###################################################
From: Hanakaru Hokagata [EMAIL PROTECTED], Date: 12 september 2006 11:10:44
To: "Ahmad Sudirman" [EMAIL PROTECTED]
Cc: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],[email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: REFRESENTATIF GAM DI AMM, IRWANDI YUSUF PERLU SEGERA DITARIK DARI
AMM.
Kang Ahmad Sudirman, Anda kenal dengan saya dan saya pun kenal dengan Anda.
Kita bertemu di Stockholm pada acara peresmian perkawinan anak Dr. Zaini.
Ketika Anda ngomong KPA, seolah-olah Anda lah yang paling tahu KPA. Saya adalah
pejabat teras KPA yang oleh karena itu saya ditunjuk untuk menjadi Wakil Senior
GAM (TNA) untuk AMM. Untuk Anda ketahui, saya tinggal serumah dengan Muzakkir
Manaf. Saya juga yang mendeklarasikan berdirinya KPA sesaat setelah saya
membubarkan TNA dalam kapasitas saya sebagai Senior Representative to AMM. Jadi
saya tahu persis apa yang terjadi terhadap Muzakkir Manaf. Satu lagi yang ingin
saya sampaikan biar Anda tahu dan agar Anda terhindar dari menjadi tukang
fitnah, adalah: TIDAK pernah ada yang namanya KOMITMEN politik GAM dengan
partai politik PPP.
Irwandi
"Secara pribadi, saya menyayangkan Kang Ahmad Sudirman yang rela menanggung
dosa karena omongkan sesuatu yang tidak diketahuinya secara jelas. Dalam
usianya yang sudah sepuh ini mestinya Kang Ahmad Sudirman sudah harus lebih
banyak mawas diri dan lebih banyak berzikir. Politik praktis, apalagi berfungsi
dalam fitnah chain of command sudah sangat tidak pantas lagi buat Kang Ahmad
Sudirman.
Kang Sudirman, jika Anda terus berpartisipasi dalam urusan fitnah dan sebagai
penyebar kebencian, do it on your own risk di akhirat nanti.
if(cnnEnableCL){if(!(location.hostname.indexOf('cnn.com')>-1))
{cnnAddCSI('contextualLinks','/.element/ssi/sect/1.1/misc/contextual/story.html','');}else{
cnnAddCSI('contextualLinks','http:/\/cl.cnn.com/ctxtlink/jsp/cnn-story.jsp','category=cnnworld&url=http:/\/robots.cnn.com/2005/WORLD/asiapcf/02/10/nkorea.talks/index.html&site=cnn_world_dyn_ctxt');}}
Baiklah saya uraikan disini tragedi Muzakkir Manaf dukung H2O:
1.Rapat tanggal 21 Agustus: Para ulama diundang rapat dengan tim sukses H2O
yang terdiri dari Muhammad Lampoh Awe (kerabat dekat Hasbi Abdullah), Zakaria
Saman, dan Ilyas Abed. Rapat itu dihadiri juga oleh Dr. Zaini (abang kandung
Hasbi) dan Meuntroe Malik. Keputusan rapat: Ulama menolak mendukung H2O karena
mereka menggunakan kenderaan parpol nasional dan karena Humam adalah
salahseorang sponsor atau penandatangan DOM di masa lalu.
2.Tidak berhasil dengan para ulama, tim sukses menggelar rapat dengan seluruh
Panglima TNA dari beberapa wilayah yang intinya meminta agar mereka memberi
dukungan kepada H2O. Rapat ini pun gagal memperoleh dukungan para panglima,
bahkan yang terjadi adalah panglima panglima wilayah mengkritik pedas keputusan
tim sukses yang melibatkan pimpinan untuk mendukung H2O.
Mereka ada yang berteriak "Tigapuluh tahun kita berperang dan puluhan ribu
nyawa sudah terkorban apakah untuk mensukseskan PPP yang dulu sewaktu darurat
militer mencap kita sebagai Bughat?" Rapat berakhir pada pukul 1230 dengan
kekecewaan bagi yang mengundang dan yang diundang.
Setelah para peserta rapat meninggalkan arena, yang tertinggal disana adalah
tim sukses H2O, Meuntroe Malek, dan Dr. Zaini, plus beberapa wartawan yang
kebingungan. Muzakkir Manaf pun sudah pulang ke rumahnya. Tapi tim sukses belum
putus asa. Ilyas Abed lalu mengambil inisiatif menulis press statement DUKUNGAN
KPA dengan mengatasnamakan Muzakkir Manaf. Setelah press statement selesai
ditulis tangan, Kamaruddin alias Abu Razak disuruh menjemput Muzakkir Manaf
dari rumahnya dengan alasan ada rapat penting dengan pimpinan. Sesampainya di
sana, Muzakkir disodori oleh Ilyas Abed press statement utk dibacakan di depan
wartawan. Muzakkir menolak keras. Zakaria Saman mengambil alih tugas membujuk
Muzakkir tapi tetap gagal juga. Setelah 1 jam bujuk membujuk itu berlangsung,
akhirnya Ilyas Abed mengambil naskah tersebut dan diberikan kepada Meuntroe
Malek untuk menyuruh Muzakkir membacanya di depan wartawan. Meuntroe Malek
memanggil Muzakkir dan memintanya agar mau membaca.Muzakkir
yang malang kena skak, dan ia pun membaca press statement itu di depan
wartawan. Esok hari hebohlah seantero Aceh.
Setelah Muzakkir membacanya di depan wartawan, Muzakkir sempat berucap kepada
tim sukses dan pimpinan: "Lakukanlah sesuka kalian, saya tidak mau perduli
lagi." Malamnya kami bertemu di rumah. Muzakkir berkata kepada saya bahwa
dirinya tadi dijebak. Dia mempersilakan saya tetap maju dan jangan bergeming.
Esok harinya Muzakkir terbang ke Medan dan bertemu dengan Sofyan Dawod di sana.
Kepada Sofyan Dawod dia meminta agar dapat menyejukkan suasana di lapangan dan
mengizinkan Sofyan Dawod untuk membuat Counter Press Statement. Tanggal 26
Agustus Sofyan Dawod menggelar press statement di Kantor KPA Banda Aceh.
Jadi, Kang Dirman, saya harap Anda jangan asal rewel saja. Mau fakta, datanglah
ke Aceh dan bertanyalah kepada rakyat Aceh serta anggota2 KPA. Info yang Anda
dapat dari sahabat Anda yang bernama Ustadz Muzakkir Hamid (red: adik kandung
Istri Dr.Zaini Abdullah) di Alby adalah sangat tendensius, mengelabui, dan
mengabaikan fakta.
Secara pribadi, saya menyayangkan Kang Ahmad Sudirman yang rela menanggung dosa
karena omongkan sesuatu yang tidak diketahuinya secara jelas. Dalam usianya
yang sudah sepuh ini mestinya Kang Ahmad Sudirman sudah harus lebih banyak
mawas diri dan lebih banyak berzikir. Politik praktis, apalagi berfungsi dalam
fitnah chain of command sudah sangat tidak pantas lagi buat Kang Ahmad
Sudirman.
Kang Sudirman, jika Anda terus berpartisipasi dalam urusan fitnah dan sebagai
penyebar kebencian, do it on your own risk di akhirat nanti.
Wassalam.
####################################################
Till: [EMAIL PROTECTED]
Kopia: "syeikh" <[EMAIL PROTECTED]>
Från: "aroen jeram" <[EMAIL PROTECTED]> Lägg till i adressboken
Datum: Fri, 3 Nov 2006 03:45:36 -0800 (PST)
Ämne: Re: [IACSF] AHMAD HUMAM HAMID & TUBUH GAM.
ahmad sudirman salah besar bila mengatakan: "Sebenarnya saudara Ahmad Humam
Hamid adalah bukan seorang politikus, melainkan seorang yang aktif dalam bidang
pendidikan, sosial dan kemasyarakatan sesuai dengan ilmu yang dimilikinya."
Otto Syamsuddin
"janganlah membohongi orang banyak, khususnya orang Aceh, dengan
memutar-plintir sejarah. kalau tak tahu, bilang tak tahu aja. kita main
lurus-lurus ajalah.
if(cnnEnableCL){if(!(location.hostname.indexOf('cnn.com')>-1))
{cnnAddCSI('contextualLinks','/.element/ssi/sect/1.1/misc/contextual/story.html','');}else{
cnnAddCSI('contextualLinks','http:/\/cl.cnn.com/ctxtlink/jsp/cnn-story.jsp','category=cnnworld&url=http:/\/robots.cnn.com/2005/WORLD/asiapcf/02/10/nkorea.talks/index.html&site=cnn_world_dyn_ctxt');}}
sebagai dosen, humam nggak ada karya ilmiah (yang menonjol). sebagai ketua
KNPI dalam periode Ibrahim Hasan, ia terlibat dalam musyawarah elite penguasa
untuk menentukan DOM. dalam reformasi ia tak terlibat menggerakkan massa. tapi
begitu DOM dicabut langsung star garap HAM. begitu pula pasca tsunami.
Farhan juga gitu, saat bangun gerakan reformasi di Aceh, tak ada dia. begitu
DOM dicabut mulai kasak-kusuk. meski ia politikus dari PAN, tapi ia bukan
inisiator pembentukan PAN. meski dosen dan doktor, tapi tak dikenal memiliki
karya ilmiah.
jadi humam, secara formal memang tak berkartu anggota partai nasional. tetapi
secara individual lebih banyak waktu tersita berpolitik daripada berkarya
ilmiah sebagaimana statusnya sebagai dosen.
janganlah membohongi orang banyak, khususnya orang Aceh, dengan memutar-plintir
sejarah. kalau tak tahu, bilang tak tahu aja. kita main lurus-lurus ajalah.
----- Original Message ----
From: Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, November 3, 2006 3:06:13 AM
Subject: [IACSF] AHMAD HUMAM HAMID & TUBUH GAM.
http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
Stockholm, 2 November 2006
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
AHMAD HUMAM HAMID & TUBUH GAM.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.
SEDIKIT MENYOROT AHMAD HUMAM HAMID & TUBUH GAM...............
.............
#########################################################
From: mirah pati [EMAIL PROTECTED]
Date: 4 augusti 2006 17:41:18
To: [email protected], [email protected], [EMAIL PROTECTED]
Subject: «PPDi» Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman seorang
munafik
Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman seorang munafik
Pembaca yg budiman,
Assalamualaikum wr.wb,
Untuk membuktikan secara hukum dan fakta bahwa Ahmad Sudirman seorang munafik
anda tidak perlu pusing pusing untuk memaparkan buktinya. Kalau saja anda
membaca sebagian tulisan2nya yg disimpan dalam homepage:
http://www.dataphone.se/~ahmad, anda akan mengetahui langsung bahwa mulutnya
Ahmad Sudirman sangat berlawanan dengan hati nuraninya alias munafik.
AHMAD SUDIRMAN DAN INDONESIANYA
Kalau dilihat sepintas lalu Ahmad Sudirman adalah seorang yg anti Indonesia
yang selalu menyerang dan memaki maki pemerintah Indonesia dalam hal apa saja.
Tetapi kalau mandalami tulisan2nya dengan cermat, akan jelas ia seorang yg
paling nasionalis atau lebih tepat lagi indonesialist yg mati2an
mempertahankan keutuhan bangsa Indonesia melebihi daripada perjuangannya
terhadap Islam yg ditonjol-tonjolkan selama ini.
Sebelum Ahmad Sudirman melanglangbuana ke Aceh, ia telah banyak menulis
tentang Indonesia yg disimpan rapi dalam homepagenya
http://www.dataphone.se/~ahmad, dimana tulisan awal awalnya selalu dimulai
dengan judul: INDONESIA TANAH AIRKU, yg ditulis tgl 15, 17, 19, 20 Mei 1998
dll, menjelang jatuhnya Suharto. Ahmad Sudirman mengkritisi dwifungsi ABRI
tetapi tetap mempertahankan keutuhan ABRI yg menurutnya sebagai tulang
pungungnya Indonesia yang telah memerdekakan Indonesia, menumpas komunis dan
mempertahankan negara dari musuh (baca: gerakan2 pemisah). Ahmad Sudirman juga
mengakui tidak memusuhi ABRI selama tugas Abri terbatas menjaga ketertiban dan
keamanan negara Indonesia yg ia cintainya. Dibawah ini cuplikan kata2 Ahmad
Sudirman sendiri yang ditulis tgl. 24 Mei, 1998, dengan rubriknya:
ABRI HANYA PENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN
Saya akui, bahwa ABRI tulang punggung Indonesia, tanpa ABRI tidak mungkin
Indonesia lepas dari penjajahan Belanda, tanpa ABRI tidak mungkin gerakan
komunis Indonesia dapat dihancurkan, namun, hal ini tidak menjadi suatu alasan
untuk menjadikan ABRI sebagai faktor yang menentukan dalam pemerintahan.
Saudara-saudaraku di tanah air. Saya tidak menentang ABRI, tetapi saya mau
melihatABRI bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu menjaga keamanan dan
ketertiban serta membela dan mempertahankan negara dari ancaman musuh *.*
Dalam tulisan awal2 yang dikutip diatas, Ahmad Sudirman tidak begitu spesifik
dengan mempertahankan negara dari ancaman musuh, tapi kala kita berjingkrak
jauh kedepan, yang dimaksud dengan musuh tersebut adalah gerakan2 pejuang
kemerdekaan diluar pulau Jawa.
Setelah Suharto jatuh, Sudirman mulai menulis tentang negeri kayangannya
Daulah Islamiyah Rasulullah (DIR) dengan Undang Undang Madinahnya (UUM). Dalam
kampanye DIRnya, nasionalisme Indonesia Ahmad Sudirman semakin bertambah
kental. Tanpa spesifik referensi untuk Aceh, Timtim dan Papua Merdeka yg sedang
berusaha melepaskan diri dari penjajah Indonesia kala itu, Ahmad Sudirman
dengan terang terangan menulis bahwa persoalan yang dihadapi Indonesia sekarang
tidak dapat diselesaikan atas dasar sukuisme, dengan membiarkan lahirnya
Daulah2 seperti Daulah Aceh, Daulah Jawa, Daulah Pasundan, Daulah Bugis dls.
Dengan kata lain, kodok Ahmad Sudirman yang anti perjuangan kemerdekaan di
Aceh, Papua Barat, Maluku dll sudah mulai terbuka dan ciri ciri kemunafikinnya
dalam membela Aceh terlihat sejak dari sini. Dalam tulisannya tgl 8 April, 1999
untuk ummat Islam di Indonesia, Ahmad Sudirman menghimbau, dengan judulnya:
MEMBANGUN KEMBALI SATU DAULAH ISLAM RASULULLAH YANG BERPUSAT APAKAH DI SUNDA,
DI MAKASAR, DI RIAU, DI LAMPUNG, DI PADANG ATAU DI ACEH, JADI BUKAN MEMBANGUN
DAULAH KESUKUAN YANG BERCERAI-BERAI.
Untuk kaum Muslimin dan Muslimat yang tinggal di Indonesia.
Suatu kerugian yang besar apabila kaum Muslimin yang tinggal dan hidup di
Indonesia dipecah belah menjadi beberapa kelompok Daulah Kesukuan, seperti
Daulah Sunda, Daulah Riau, Daulah Padang, Daulah Lampung, Daulah Sulawesi,
Daulah Kalimantan, Daulah Aceh, Daulah Ambon, Daulah Bali, Daulah Irian Jaya,
Daulah Jawa dsb.
Bagi seorang Muslim menegakkan suatu Daulah adalah diatas dasar akidah Islam
dan ukhuwah Islam, bukan kesukuan, kebangsaan, nasionalitas atau ras. Dengan
akidah Islam dan ukhuwah Islam inilah yang akan menjadi tali pengikat kesatuan
ummat yang tergabung dalam satu naungan Daulah Islam Rasulullah dengan Undang
Undang Madinahnya. Dalam Islam tidak memandang nasionalitas, kesukuan,
kebangsaan, warna kulit, ras, melainkan yang dipandang adalah akidah Islam dan
ukhuwah Islam.
Suatu kebodohan apabila kaum muslimin membangun Daulah Islamnya berdasarkan
kepada kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas-nya. yang berdasarkan akidah
Islam yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras dengan
tujuan untuk beribadah dan bertakwa kepada Allah SWT.
Nah, dari petikan diatas tadi kelihatan dengan jelas sekali bahwa Ahamad
Sudirman merupakan musuhnya bangsa2 diluar Jawa yang ingin memperjuangkan
kemerdekaannya. Bukan itu saja, double standard atau kemunafikin Ahmad Sudirman
lebih terang disini: ia paling anti kebangsaan, kesukuan, dan nasionalitas
tetapi selalu mengagung-agungkan dan mempertahannkan nasionalitas Indonesianya.
Dalam sekian banyak tulisannya Ahmad Sudirman hampir tidak pernah lupa
mengingati pembacanya tentang kesatuan ummat dan keutuhan bangsa Indonesia ,
seperti dalam judul tulisan dibawah ini.
MENUJU KESATUAN UMMAT DENGAN MISI MENEGAKKAN AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR GUNA
MEMELIHARA KESATUAN UMMAT DAN KEUTUHAN BANGSA, Stockholm, 25 Mei 1999, dan
banyak yang lain lagi.
AHMAD SUDIRMAN VERSUS ACEH
Pertama sekali Ahmad Sudirman tergerak untuk mencampuri urusan perjuangan
bangsa Aceh yaitu setelah pembantaian oleh TNI di Beutong Ateuëh terhadap
Tengku Bantaqiah dan sekitar 60 pengikutnya pada bulan Juli 1999. Ketergerakan
hati Ahmad Sudirman, menurut pengakuannya, karena yang dibantai itu seorang
ulama dan ummat Islam Aceh, tetapi dalam sebuah tulisan lain, tanpa disadari
Ahmad Sudirman yang munafik itu telah membongkar kedoknya sendiri. Ahmad
Sudirman membeberkan dengan nuraninya bahwa Aceh akan lepas seperti Timtim
kalau telalu banyak rakyak Aceh yang dikorbankan oleh TNI, masyarakat
Internasional tidak akan tinggal diam dan daerah daerah lain pun akan menyusul
sehingga terjadi disintegrasi di Indonesia. Selanjutnya Ahmad Sudirman
mengatakan bahwa Indonesia harus segera berunding dengan rakyat Aceh selama
belum ada satu negara yang mengakui GAM, kalau tidak Aceh akan terjadi seperti
di Timtim (merdeka). Dalam diskusi panjang dengan kawan2 Indonesianya di Banda
Aceh dan Saudi Arabia dengan tajuk:
ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA , Stockholm, 11 Nopember 1999,
Ahmad Sudirman sempat lupa memakai topengnya dan untuk sekali ini membiarkan
nuraninya berbicara sbb:
SELAMA TIDAK ADA NEGARA LAIN YANG TERLIBAT DALAM MASALAH ACEH, SELAMA ITU
BISA DISELESAIKAN DENGAN JALAN PERUNDINGAN
Sejauh yang saya lihat dalam krisis Aceh sekarang adalah belum adanya
keterlibatan langsung negara lain. Nah disini saya beranggapan, bahwa apabila
telah ada satu atau lebih negara lain ikut melibatkan diri langsung dalam
penyelesaian krisi Aceh, maka saat itulah akan timbul api pergolakan yang hebat
di bumi Daulah Pancasila. Sebagaimana terjadi di Timor Timur.
Apabila ada dari pihak-pihak rakyat Aceh melibatkan PBB untuk membantu
penyelesaian krisi Aceh, maka kemungkinan besar menurut pemikiran saya, yang
akan ditangggapi oleh PBB adalah masalah-masalah pelanggaran hak asasi manusia,
seperti pembunuhan masal rakyat Aceh oleh TNI, baik selama Rezim militer
diktator Soeharto dan Rezim Habibie.
Nah, kalau pihak Gus Dur tidak jeli dalam mengamati masalah pelanggaran hak
asasi manusia, maka pelanggaran hak asasi manusia akan dijadikan senjata tajam
oleh rakyat Aceh untuk memukul pemerintah Gus Dur. Apalagi nantinya melibatkan
badan PBB dan badan Hak asasi manusia-nya.
Karena menurut pemikiran saya, lewat jalan pelanggaran hak asasi manusia yang
telah dilakukan oleh rezim Daulah Pancasila inilah yang akan dijadikan landasan
perjuangan Rakyat Aceh di dunia Internasional.
Dari tulisan diatas pembaca bisa melihat sendiri bahwa kepedulian Ahmad
Sudirman terhadap Aceh bukan atas dasar keikhlasan atau simpati karena bangsa
Aceh Islam yg dizalimi, tetapi lebih cenderung kepada ketakutannya yg luar bisa
terhadap lepasnya Aceh dari Indonesia.
Sehubungan dengan pembantaian Beutong Ateuëh, Ahmad Sudirman dalam sebuah
tulisannya tanpa segan2 langsung mengusulkan kepada GAM dan rakyat Aceh supaya
berdialog dengan pemerintahan Habibie dengan solusinya OTONOMI yg berbasis
kepada Undang Undang Madinahya Ahmad Sudirman (UUM):
PENYELESAIAN ACEH DITINJAU DARI UUM, Stockholm, 28 Juli 1999
Untuk rakyat Aceh dengan National Liberation Front of Acheh Sumatra dan
Penguasa
Sekarang, setelah melihat dan membaca dasar-dasar yang akan dijadikan
penyelesaian rakyat Aceh dengan pihak Penguasa Indonesia, saya mengajukan jalan
pemecahannya yaitu,
Pertama, rakyat Aceh disatukan dengan dasar aqidah Islam, bukan berdasarkan
kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas. Menerapkan hukum Islam secara
menyeluruh dengan mencontoh Rasulullah saw dengan Daulah Islam Rasulullah-nya.
Kedua, dalam dialog terbuka tersebut dibicarakan masa depan rakyat Aceh
dengan diberikan hak menentukan nasibnya sendiri dengan pemerintahan sendiri
dalam bentuk daerah otonomi.
Ketiga, kekayaan bumi yang ada di daerah otonomi Aceh dikelola, diatur dan
diolah oleh rakyat Aceh dibawah pengawasan pemerintahan otonomi Aceh.
Keempat, daerah otonomi Aceh adalah daerah bebas tempat hijrah untuk setiap
muslim.
Inilah untuk sementara hasil pemikiran saya untuk rakyat Aceh dengan National
Liberation Front of Acheh Sumatra dan Penguasa Indonesia di bawah Presiden
Habibie.
Ketika perjuangan SIRA sudah mencapai klimaksnya dan HUDA mengeluarkan fatwa
menyokong referendum, dengan tangan dan lututnya yg bergementar Ahmad Sudirman
terus beraksi, tak kenal lelah mempromosikan usul2 OTONOMI diatas tadi sebagai
satu2nya jalan keluar untuk membendung gerakan sipil yg menuntut referendum.
Ahmad Sudirman tahu betul bahwa Aceh akan merdeka kalau referendum dilakukan
dan dia tahu juga kemerdekaan Aceh kala itu sudah diambang pintu, mengingat
HUDA, SIRA, NGO dan golongan intelektual plus sebagian birokrat sudah bersatu
dalam satu kata: REFERENDUM yg dikumandangkan oleh penyanyi tenar Aceh Yacob
Tailah dan Syech Yuldi. Kekecewaan Ahmad Sudirman waktu itu sempat dituangkan
dalam nada yg sinis:
ACEH AKAN MENJADI PUSAT DIR
Stockholm, 17 September 1999
.Setelah saya membaca hasil keputusan para ulama Dayah se-Aceh diatas yang
menjadi suatu fatwa dan rekomendasi, maka timbul pertanyaan dalam pemikiran
saya yaitu, apakah Aceh akan menjadi pusat Daulah Islam Rasulullah yang
mempunyai konstitusi yang mengacu kepada Undang Undang Madinah?
Tetapi yg lebih memberangkan Ahmad Sudirman lagi adalah sikapnya presiden
Gusdur yang berpura pura menyokong referendum. Dalam banyak tulisannya, Ahmad
Sudirman bertubi tubi menghantam Gusdur yang katanya Gusdur belum mengerti
aspirasi rakyat Aceh dan Gusdur tidak mengerti sama sekali Aceh akan merdeka
lewat referendum. Dalam diskusi
ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA, Stockholm, 11 Nopember 1999,
Ahmad Sudirman meratapi kekecewaannya sbb:
Apabila referendum ditetapkan, maka saya menggambarkan bahwa mayoritas
rakyat Aceh memilih keluar dari kesatuan Daulah Pancasila. Dan ini yang menurut
saya Gus Dur masih belum memahami benar keinginan rakyat Aceh. Gus Dur masih
yakin kepada orang-orang yang duduk dibelakang meja pemerintah, yang masih
dianggap loyal kepada pemerintah.
Dan saya yakin, bahwa Daulah Pancasila apabila tidak berhasil penguasanya,
yaitu Gus Dur dan kabinetnya, ditambah MPR/DPR-nya, maka falsafah pancasila
yang dijadikan alat pemersatu bangsa ternyata tidak mampu dijadikan sebagai
alat pemersatu, yang akhirnya mengalami kehancuran total bersamaan dengan
pecah-belahnya Daulah Pancasila menjadi kepingan-kepingan kecil yang satu sama
lain saling menganggap bahwa kesukuan dan kebangsaan merupakan identitas
negara.
AHMAD SUDIRMAN MEMUSUHI FREE ACHEH DEMOCRATIC
Setelah membidik,mempelajari, mengkaji, menelaah, menguliti dan menelanjangi
sosok Ahmad Sudirman dengan materi dari pikiran dan perbuatannya sendiri, maka
sudah terjawab semua teka teki mengapa Ahmad Sudirman sangat memusuhi Free
Acheh Demokratik dan Persatuan Masyarakat Aceh di Skandinavia sebelumnya.
Sebab, Ahmad Sudirman maha tahu bahwa hanya kedua dua organisasi tersebut yg
masih berjalan diatas relnya menuju merdeka. Dan sudah terjawab juga semua
teka teki mengapa Ahmad Sudirman sangat menyokong, memuja-muja dan
mengagung-agungkan MoU Helsinki. Sebab, Ahmad Sudirman maha tahu bahwa hanya
dengan jalan inilah Aceh dapat diabadikan kedalam NKRI dan NKRI sendiri selamat
dari disintegrasi.
Ahmad Sudirman, dengan keahliannya mempermainkan kata kata, telah berhasil
menipu sebagian pembacanya, khususnya masyarakat Aceh. Dengan terbuka kedok
khianatnya, maka diharapkan supaya pembaca yg budiman, khususnya masyarakat
Aceh yg telah terlanjur mempercayai Ahmad Sudirman, supaya menarik diri dan
dengan demikian polimik dengan Ahmad Sudirman berakhirlah sudah.
Wabillahittaufik walhidayah wassalamualaikum wr.wb.
Wassalam
Usman Harun
PS: Artikel lengakap dari semua kutipan diatas, sila baca di
http://www.dataphone.se/~ahmad, milik Ahmad Sudirman. Dan Saya tutup tulisan
ini dengan sebuah tulisan Ahmad Sudirman, untuk hiburan pembaca.
PEMERINTAH ACHEH BERDIRI DENGAN WALI NEGARA, KANUN, BENDERA, LAMBANG & LAGU
KEBANGSAAN ACHE, Stockholm, 15 Agustus 2005
BANGSA ACHEH MENUJU KEBEBASAN DAN KEDAMAIAN DIBAWAH PEMERINTAH SENDIRI ACHEH
DALAM NAUNGAN WALI NEGARA ACHEH TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO
Hari ini, Senin, 15 Agustus 2005 bangsa Acheh memasuki wilayah yang aman dan
damai di Acheh yang nantinya akan berada dibawah lindungan Wali Negara dan
Pemerintah Sendiri Acheh dengan diiringi lagu kebangsaan Negeri Acheh, dengan
kibaran bendera Negara Acheh beserta lambang identitas bangsa Acheh.
Bangsa Acheh mendapat kebebasan untuk melakukan hubungan dagang dengan pihak
dalam negeri dan luar negeri. Sumber kehidupan yang ada di Acheh akan diatur
dan dinikmati oleh bangsa Acheh. Sumber alam gas dan minyak bumi 70% adalah
untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Acheh.
Keamanan dalam negeri Acheh akan diatur dan diawasi oleh Polisi Acheh yang
Kepala Polisinya diangkat oleh Kepala Pemerintah Sendiri Acheh. Penerimaan
anggota Kepolisian Acheh dilakukan setelah konsultasi dengan Kepala Pemerintah
Sendiri Acheh.
Selamat bagi Bangsa Acheh dan Negara Acheh. Semoga Allah SWT meridhai
perjuangan bangsa Acheh. Amin.
#######################################################
SURAT PEUNJATA ATJÈH MEURDÉHKA
Atjèh, Sumatra, 4 Désèmbèr, 1976
Keu Bansa-Bansa Dônja:
Kamoë, Bansa Atjèh, Sumatra, ateuëh neuduëk Hak bak peuteuntèë nasib droë
lagèë bansa-bansa laén, dan ateuëh neuduëk Hak kamoë bak peulindông tanoh
pusaka éndatu, deungon njoë kamoë peunjata droë kamoë meurdéhka dan lheuëh
nibak bandum ikatan keukusaan politék nibak peumeurintah aséng di Djakarta,
Djawa.
Nangroë pusaka éndatu kamoë njoë na saboh Nanggroë njang sabé meurdéhka dan
meudèëlat mulai dônja teudong, Keuradjaan Beulanda nakeuëh keukuasaan aséng
njang phön that djak tjuba djadjah kamoë, watèë djipeunjata prang ateuëh
neugara Atjèh njang meurdéhka dan meudèëlat , bak uroë 26 Mart, 1873, dan bak
uroë njan ladju djipeu-ék prang ateuëh kamoë deungon djibantu lé sipa-i Djawa .
Peu keuneulheuëh nibak seurangan Beulanda njoë ka meutuléh bak ôn phôn dalam
surat-surat haba ban saboh dônja. Dalam surat haba Inggréh THE LONDON TIMES,
uroë 22 April, 1873, meutuléh: "Saboh keudjadian njang meunarék that haté dalam
seudjarah peundjadjahan modêrèn ka ta deungo teudjadi di pulo Hindia Timu.
Saboh armada njang raja lagèëna njang teudong nibak bansa Èrupa ka geupeutalô
prang ulèh saboh teuntra neugara asai disinan.... Neugara Atjèh. Ulèh bansa
Atjèh ka geuteumeung saboh keumeunangan njang peuneutôih that . Musôh Atjèh kon
ka talô mantong, teutapi ka pajah pluëng bandum." Dalam
surat haba Amèrika, THE NEW YORK TIMES, bak uroë 6 Mei, 1873, meutuléh: "Saboh
prang njang meulabô darah ka teudjadi di Atjèh, saboh keuradjaan njang mat
kuasa ateuëh pulo Sumatra rot barôh. Uléh Beulanda ka djipeu-ék prang ateuëh
ureuëng Atjèh, dan djinoë ka geutanjoë teurimong haba peu hasédjih. Seurangan
Beulanda njang ka geubalah lé ureuëng Atjèh deungon geusië djih ramè lagèëna.
Panglima Beulanda ka geupoh maté dan teuntra-djih ka djipluëng bandum pula
p-pingkui. Meunurôt keunjataan, teunta Beulanda keubit-keubit hantjô
meudeudak." Keudjadian njang luwa biasa njoë, ka meunarék peurhatéan dônja
njang raja lagèëna, trôk 'an ulèh uléh Prèsidèn Ulysses S. Grant dari Amèrika
Sjarikat geupeuteubiët saboh Surat Peunjata Dong Teungoh Njang Adé (
Proclamation of Impartial Neutrality ) dalam prang antara Beulanda deungon
Atjèh njoë.
WN di Glé Atjèh 1976
"Bansa Djawa njan na saboh bansa aséng keu kamoë bansa Atjèh. Kamoë hana
hubôngan seudjarah, hana hubôngan politék, hana hubôngan budaja, hana hubôngan
èkonomi, dan hana hubungan bumoë deungon awak njan!".
if(cnnEnableCL){if(!(location.hostname.indexOf('cnn.com')>-1))
{cnnAddCSI('contextualLinks','/.element/ssi/sect/1.1/misc/contextual/story.html','');}else{
cnnAddCSI('contextualLinks','http:/\/cl.cnn.com/ctxtlink/jsp/cnn-story.jsp','category=cnnworld&url=http:/\/robots.cnn.com/2005/WORLD/asiapcf/02/10/nkorea.talks/index.html&site=cnn_world_dyn_ctxt');}}
Bak uroë 25 Dèsèmbèr, 1873 ( uroë lahé Nabi Isa ) uléh Beulanda ka djipeu-ék
prang njang keu dua ateuëh Atjèh, dan deungon njan mulai treuk peu njang uléh
madjalah Amèrika HARPER'S MAGAZINE, ka geubôh nan "PRANG SIREUTÔH THÔN MASA
NJOË" , saboh prang peundjadjahan njang paléng trép dalam seudjarah manusia,
njang dalam prang njan siteungoh nibak bansa Atjèh ka geubrië njawong geuh
nibak peutheun Neugara kamoë njang meurdéhka dan meudèëlat. Prang njan
geusambông trôk'an watèë bitjah Prang Dônja keu- dua. Lapan droë nibak éndatu
njang tèkèn Surat Peunjata njoë reubah maté sjahid dalam seuëh p r a n g njang
panjang that njan, bak peutheun keumeurdéhkaan bansa dan Neugara, bandum
sibagoë Wali Neugara dan Panglima Thjik Angkatan Prang Neugara Atjèh njang
meurdéhka dan meudèëlat.
Teutapi, watèë lheuëh habéh Prang Dônja keu-dua dan Hindia Beulanda djipeugah
ka djibubar - saboh keuradjaan hana bubar meunjoë wilajah djih mantong
djipeulahra lagèë sot - Nanggroë Atjèh hana djipulang keu kamoë Atjèh, teutapi
ka djibri uléh Beulanda keu Djawa - Lamiët djih deungon djimeukomplot ngon
peundjadjah-peundjadjah Barat laén di Asia Tuënggara njoë. Bansa Djawa njan na
saboh bansa aséng keu kamoë bansa Atjèh. Kamoë hana hubôngan seudjarah, hana
hubôngan politék, hana hubôngan budaja, hana hubôngan èkonomi, dan hana
hubungan bumoë deungon awak njan. Watèë hasé peunaklôkkan dan peundjadjahan
Beulanda teutap djipeulahra bandum, dan lheuëh njan djibri lagèë pusaka keu
bansa Djawa - lagèë meunankeuh njang ka djipeulaku - maka akibatdjih
handjeuëthan akan teudong peundjadjahan Djawa bak teumpat djidong peundjadjahan
Beulanda, teutapi peundjadjahan njan, bôh ulèh bansa Beulanda Èrupa njang
meukilét putéh atawa ulèh bansa Asia Djawa njang meukilét mirah, hana mungkén
geuteurimong ulèh bansa Atjèh. Meunurôt Hukôm Internasional dan Hukôm
Sjarikat Bansa-bansa, maka wadjéb ateuëh Beulanda supaja dji pulang Hak Dèëlat
ateuëh Nanggroë Atjèh njoë keu kamoë bansa Atjèh. Beulanda hana hak djih bak
djidjak bri dèëlat ateuëh Nanggroë Atjèh keu Djawa atawa keu "Indônèsia" sabab
"Indônèsia" njan nakeuh nan njang djipeuna-peuna mantong, mangat djeuët dji
tôp-tôp peundjadjahan bansa Djawa. Mulai phôn dônja njoë teudong hantom na
saboh bansa di Asia Tuênggara njoë njang meunan lagèë njan. Meunantjit,
meunurôt 'èleumè bansa-bansa ( ethnology ), 'èleumè basa ( philology ), 'èleumè
asai usui budaja ( cultural anthropology ), 'èleumè seudjarah (history ), dan
'èleumè masjarakat (sociology ) hana saboh "bansa Indônèsia" njan di Asia
Tuënggara njoë. Nan "Indônèsia" njan hana laén nibak saboh mèrèk barô, dalam
basa gob, njang hana meuhubông sapeuë deungon seudjarah, basa, budaja, peuë lom
deungon keupeunténgan kamoë Atjèh, Sumatra. Uléh Beulanda mèrèk barô
"Indônèsia" njan djingui sibagoë geunantoë nan " Hindia Beulanda" njang gob
bantji njan. Ulèh kawôm kolonialis Djawa pih djiteupeuë rajek guna nan
pura-pura njan,mangat djeuët djitôp-tôp kolonialisme Djawa, dan mangat djeuët
djiteumeung peungakuan dônja luwa njang hana teupeuë sapeuë peukara seudjarah
pulo-pulo Asia Tuënggara njoë.
Meunjoë peundjadjahan Beulanda hana beutôi dan salah, maka peundjadjahan
Djawa njang trang-trang djipeudong ateuëh neuduëk peundjadjahan Beulanda njan
pih salah tjit. Dalam hukôm Internasional ka geukheun: ex injuria jus non
oritur. Hana keu'adélan meu-asai nibak keudjahatan, hana buëtbeuna djeuët
meudong ateuëh buët salah!
Bahthatpih meunan, bansa Djawa njan mantong tjit tjuba-tjuba peudong
peundjadjahan djih ateuëh kamoë Atjèh, Sumatra, pada hai bandum nanggroë
peundjadjah Èrupa - lagèë Beulanda, Peurantjéh, Inggréh, Spanjol, dan Portugéh
-ka han ék lé keumah peubuët buët njan dalam abat njoë. Dalam masa 30 Thôn
njang akhé njoë, ka meukalon ulèh kamoë bansa Atjèh, pakriban tanoh pusaka
éndatu kamoë ka djirampok, djipeurusak dan djipeureuloh uléh sipeundjadjah
Djawa; harta pusaka bansa kamoë ka djih tjuë; buët hareukat bansa kamoë ka djih
peureuloh; peundidéhkan aneuk kamoë ka djih peusisat; ureuëng-ureuëng bakoë
kamoë ka djih lét nibak nanggroë; bansa kamoë ka dji-ikat deungon ranté
keuzaléman, djipeugasiën dan hana djipadôli: hudép bansa kamoë ka rhôt
rata-rata 34 thôn; pakriban njoë meunjoë tabandéng deungon ukôran dônja njang
80 thôn! Meunjanpih makén siuroë makén kureuëng, padahai Atjèh, Sumatra,
peutamong pèng keudjih leubèh 15 miljar dollar Amèrika djeuëb-djeuëb thôn njang
mandum
djiangkôt keudéh u Djawa peukaja droë-djih.
Kamoë Atjèh hana meudjak mita-mita paké deungon bansa Djawa meunjoë awaknjan
djiduëk di Nanggroë droëdjih; meunjo awaknjan hana djidjak djadjah kamoë dan
djidjak meulagak lagèë Tuan ' dalam rumoh kamoë. Mulai uroë njoë, kamoë
meukeusud djeuët keu ureuëng Po di rumoh droëmeuh: meunjo kon meunan hudép njoë
hana meuguna; djeuët meupeugot hukôm dan atôran droëmeuëh - kon lagèë
keupeunténgan Djawa; djeuët keu ureuëng njang djamin keumeurdéhkaan droëmeuh:
njang kamoë leubèh nibak keumah; djeuët keu sabab mulia deungon bansa-bansa
laén dalam dônja: lagèë éndatu kamoë tjit sabé meunan! Paneuk djih: mulia dan
meudèëlat ateuëh Tanoh Pusaka Éndatu droë!
Peurdjuangan keumeurdéhkaan kamoë njoë punoh keu'adélan. Kamoë hana meudjak
tjok nanggroë gob - lagèë Djawa djak tjok nanggroë kamoë. Nanggroë kamoë ka
Neubri uléh Allah punoh deungon hareuta njang le lagèëna. Kamoë meukeusud bri
bungong djaroë njang meumakna keu masjarakat dônja, dan kamoë prèh peungakuan
nibak bansa-bansa njang meu-adab. Kamoë bri djaroë meusahbat keu bandum bansa
dan keu bandum neugara ateuëh rhuëng dônja !
Ateuëh nan bansa Atjèh, Sumatra, njang meurdéhka dan meudèëlat.
Tengku Hasan Muhammad di Tiro
Keutuha
Angkatan Atjèh Sumatra Meurdéhka
Wali Neugara Atjèh.
Atjèh, Sumatra, 4 Désèmbèr, 1976
#######################################################
GAM Siap Bantu Polisi Amankan Pilkada
http://www.acehkita .com/?dir= news&file=detail&id=1344 Minggu, 12 Nopember
2006, 23:29 WIB
Aceh Utara, acehkita.com. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Komite Peralihan
Aceh (KPA) Pusat menyatakan siap membantu TNI/Polri dalam mengamankan
pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 11 Desember mendatang.
Almarhum Sjahid Mukhtar yg dibunuh oleh Polisi/TNI dg begitu biadap 2minggu
lalu dicium ibunya sebelum dikebumikan.
Kalau memang ada suatu kondisi, yangdikondisikan menjadi rawan menjelang
Pilkada, maka KPA dan GAM siap bekerjasama dengan polisi. Ini telah kami
lakukan..." Jurubicara Majelis GAM Pusat SuadiLaweuëng"
if(cnnEnableCL){if(!(location.hostname.indexOf('cnn.com')>-1))
{cnnAddCSI('contextualLinks','/.element/ssi/sect/1.1/misc/contextual/story.html','');}else{
cnnAddCSI('contextualLinks','http:/\/cl.cnn.com/ctxtlink/jsp/cnn-story.jsp','category=cnnworld&url=http:/\/robots.cnn.com/2005/WORLD/asiapcf/02/10/nkorea.talks/index.html&site=cnn_world_dyn_ctxt');}}
Kalau memang ada suatu kondisi, yangdikondisikan menjadi rawan menjelang
Pilkada, maka KPA dan GAM siap bekerjasama dengan polisi. Ini telah kami
lakukan" Jurubicara Majelis GAM Pusat SuadiLaweuëng"
Aceh Utara, acehkita.com. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Komite Peralihan Aceh
(KPA) Pusat menyatakan siap membantu TNI/Polri dalam mengamankan pelaksanaan
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 11 Desember mendatang.
Kalau memang ada suatu kondisi, yangdikondisikan menjadi rawan menjelang
Pilkada, maka KPA dan GAM siap bekerjasama dengan polisi. Ini telah kami
lakukan seperti di kawasan Pidie, kata Jurubicara Majelis GAM Pusat Suadi
Sulaiman Laweung kepada wartawan di Aceh Utara, Minggu (12/11).
Bekas jurubicara GAM Pidie ini meminta semua anggota GAM dan eks kombatan di
seluruh Aceh untuk menyukseskan dan mengamankan jalannya pemilihan pesta
demokrasi pertama pascakonflik, yang juga diikuti anggota GAM. Karenanya, dia
meminta semua anggota GAM untuk membantu aparat kepolisian dalam menciptakan
ketertiban dan kenyamanan di tengah-tengah warga. Itu semua sesuai dengan
prosedur hukum yang ada dan kita juga harus mengikuti peraturan perundang
undangan yang berlaku, kata dia.
Adi menyebutkan, jika semua pihak ingin menyelamatkan MoU Helsinki, apalagi
setelah Aceh Monitoring Mission (AMM) menghabiskan masa tugasnya di Aceh, semua
pihak harus bekerjasama.
Kalau mereka nanti seluruhnya meninggalkan Aceh, itu semua menjadi tanggung
jawab kita bersama TNI/Polri, termasuk untuk meminimalisir angka kriminalitas
yang akan terjadi, ujarnya, sembari menambahkan, pihak-pihak yang ingin
mengganggu implementasi MoU Helsinki akan menjadi musuh bersama. [dzie]
------------ ----
---------------------------------
Sponsored Link
$420,000 Mortgage for $1,399/month - Think You Pay Too Much For Your
Mortgage? Find Out!
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/