OOT, tapi tidak terlalu jauh.

Salah satu hal yang tidak bisa saya lupakan adalah ketika kami
berkunjung ke Stockhom di tahun sembilan puluhan, dan menjadi tamu
masyarakat Atjeh di Swedia ketika itu, kami diundang makan siang oleh
Dr. Zaini.

Tengku hadir ketika itu.
 
Istri Dr. Zaini memasak antara lain gulai kambing (domba) yang duh
enaknya.

Saya tanyakan resepnya.

Sudah entah berapa puluh kali saya coba, tapi hingga sekarang saya
belum berhasil menyamai enaknya gulai yang kami makan di Stockholm itu. 


--- In [email protected], Aceh Watch <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>             Topik: Muzakir Hamid Kembali ke ibu pertiwi
> 02 Nopember 2006 dari Tgk Lampôh Saka 
> MUZAKIR HAMID (Adik Kandung Isteri Menlu GAM, Zaini Abdullah, dan
Isterinya) UCAPKAN SUMPAH SETIA NKRI DI KEDUBES RI, STOCKHOLM
> 17 Feb 2006, http://www.acehkita.com/index.php?
>    
>   Sekretaris pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Abdul Hamid
kembali menjadi warga Negara Indonesia (WNI) setelah mengucapkan
sumpah setia, Selasa (14/2), di Stockholm. Pengambilan sumpah
dilakukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Stockholm, Swedia.
>               
> Kebiadaban, Keganasan, Kekejaman, Kekejian dan Kebuasan Jawa
terhadap bgs Aceh
> 
> "People who call themselves Indonesians are having an identity crisis."
> Almarhum Syahid Tgk Abdullah Syafie
> 
> Tgk Hasan di Tiro in FEER: 
> " Djawanjan mandum saban! Biadap dan 'A Bra 'u Beureugu
seupot!"(They're all the same. Uneducated fools....the Javanese
"barbaric and uncivilized! " )
>     
> 
> 
>         
>   if(cnnEnableCL){if(!(location.hostname.indexOf('cnn.com')>-1))
{cnnAddCSI('contextualLinks','/.element/ssi/sect/1.1/misc/contextual/story.html','');}else{
cnnAddCSI('contextualLinks','http:/\/cl.cnn.com/ctxtlink/jsp/cnn-story.jsp','category=cnnworld&url=http:/\/robots.cnn.com/2005/WORLD/asiapcf/02/10/nkorea.talks/index.html&site=cnn_world_dyn_ctxt');}}
         
>   Demikian keterangan yang disampaikan Kuasa Usaha KBRI Stockholm
Ben Perkasa Sudrajat , ketika dihubungi pertelepon Rabu (15/02)
malam."kemarin Muzakir Abdul Hamid mengambil sumpah setia untuk
kembali menjadi warga Negara Indonesia. Dia bersama istrinya, berdua
menjadi WNI lagi," katanya.
>   Ben mengatakan perubahan status warga Negara bagi GAM memang
termasuk difasilitasi dalam butir nota kesepahaman (MoU) RI-GAM tahun
lalu. Dalam MoU tersebut disebutkan bagi anggota GAM yang telah
menjadi Warga Negara Asing (WNA) atau kehilangan kewarganegaraannya
dan ingin kembali menjadi WNI akan difasilitasi.
>   Kepada anggota GAM tersebut diberikan jangka waktu enam bulan
sejak penandatangan MoU untuk mengajikan permohonan menjadi WNI.
Dengan fasilitas yang akan berakhir pada 28 Februari 2006 itu,
perubahan status warga Negara anggota GAM akan dipermudah dari
biasanya yang bisa memakan waktu bertahun-tahun. 
> 
> Ben mengatakan, Muzakir yang juga asisten pribadi Hasan Tiro telah
mengajukan niat dan mengikuti proses perubahan warga Negara sejak dua
bulan lalu. Sebagai bagian akhir porses, Muzakir pada Selasa lalu
diambil sumpah setianya pada NKRI dan diberikan paspor. 
> 
> Kepada ben, Muzakir mengatakan pengajuan permohonan menjadi WNI itu
ia lakukan baru sejak dua bulan yang lalu karena menunggu perkembangan
situasi pasca penandatangan MoU. Muzakir menilai, seperti yang
dikatakan pada Ben, situasi saat ini sudah cukup kondusif hingga ia
langsung mewujudkan niatnya kembali menjadi WNI.
>   Pengambilan sumpah itu dilakukan sendiri oleh Ben yang ditunjuk
sebagi perwakilan Menteri Hukum dan HAM di Indonesia. Acara
pengambilan sumpah dilaksanakan pada pukul 11.00 siang waktu setempat.
> 
> Sampai sejauh ini sejak penandatanganan MoU, menurut Ben, baru
Muzakir saja yang telah menjadai WNI. Sedangkan petinggi GAM lainnya,
termasuk Hasan Tiro dan Zaini Abdullah, belum ada yang mengajukan niat
baik secara resmi maupun pribadi kepada Ben untuk menjadi WNI.
>   Ben berharap langkah Muzakir ini diikuti oleh petinggi GAM lainnya
di Swedia
> 
> ################################################### 
> 
> From: Hanakaru Hokagata [EMAIL PROTECTED], Date: 12 september 2006 11:10:44
> To: "Ahmad Sudirman" [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [email protected], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED],[email protected],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] 
> 
> Subject: Re: REFRESENTATIF GAM DI AMM, IRWANDI YUSUF PERLU SEGERA
DITARIK DARI AMM.
> 
> Kang Ahmad Sudirman, Anda kenal dengan saya dan saya pun kenal
dengan Anda. Kita bertemu di Stockholm pada acara peresmian perkawinan
anak Dr. Zaini. Ketika Anda ngomong KPA, seolah-olah Anda lah yang
paling tahu KPA. Saya adalah pejabat teras KPA yang oleh karena itu
saya ditunjuk untuk menjadi Wakil Senior GAM (TNA) untuk AMM. Untuk
Anda ketahui, saya tinggal serumah dengan Muzakkir Manaf. Saya juga
yang mendeklarasikan berdirinya KPA sesaat setelah saya membubarkan
TNA dalam kapasitas saya sebagai Senior Representative to AMM. Jadi
saya tahu persis apa yang terjadi terhadap Muzakkir Manaf. Satu lagi
yang ingin saya sampaikan biar Anda tahu dan agar Anda terhindar dari
menjadi tukang fitnah, adalah: TIDAK pernah ada yang namanya KOMITMEN
politik GAM dengan partai politik PPP.               
> Irwandi
> "Secara pribadi, saya menyayangkan Kang Ahmad Sudirman yang rela
menanggung dosa karena omongkan sesuatu yang tidak diketahuinya secara
jelas. Dalam usianya yang sudah sepuh ini mestinya Kang Ahmad Sudirman
sudah harus lebih banyak mawas diri dan lebih banyak berzikir. Politik
praktis, apalagi berfungsi dalam fitnah chain of command sudah sangat
tidak pantas lagi buat Kang Ahmad Sudirman. 
> Kang Sudirman, jika Anda terus berpartisipasi dalam urusan fitnah
dan sebagai penyebar kebencian, do it on your own risk di akhirat nanti. 
>     
> 
> 
>         
>   if(cnnEnableCL){if(!(location.hostname.indexOf('cnn.com')>-1))
{cnnAddCSI('contextualLinks','/.element/ssi/sect/1.1/misc/contextual/story.html','');}else{
cnnAddCSI('contextualLinks','http:/\/cl.cnn.com/ctxtlink/jsp/cnn-story.jsp','category=cnnworld&url=http:/\/robots.cnn.com/2005/WORLD/asiapcf/02/10/nkorea.talks/index.html&site=cnn_world_dyn_ctxt');}}
         
>   Baiklah saya uraikan disini tragedi Muzakkir Manaf dukung H2O:
>   1.Rapat tanggal 21 Agustus: Para ulama diundang rapat dengan tim
sukses H2O yang terdiri dari Muhammad Lampoh Awe (kerabat dekat Hasbi
Abdullah), Zakaria Saman, dan Ilyas Abed. Rapat itu dihadiri juga oleh
Dr. Zaini (abang kandung Hasbi) dan Meuntroe Malik. Keputusan rapat:
Ulama menolak mendukung H2O karena mereka menggunakan kenderaan parpol
nasional dan karena Humam adalah salahseorang sponsor atau
penandatangan DOM di masa lalu.
>   2.Tidak berhasil dengan para ulama, tim sukses menggelar rapat
dengan seluruh Panglima TNA dari beberapa wilayah yang intinya meminta
agar mereka memberi dukungan kepada H2O. Rapat ini pun gagal
memperoleh dukungan para panglima, bahkan yang terjadi adalah panglima
panglima wilayah mengkritik pedas keputusan tim sukses yang melibatkan
pimpinan untuk mendukung H2O. 
> 
> Mereka ada yang berteriak "Tigapuluh tahun kita berperang dan
puluhan ribu nyawa sudah terkorban apakah untuk mensukseskan PPP yang
dulu sewaktu darurat militer mencap kita sebagai Bughat?" Rapat
berakhir pada pukul 1230 dengan kekecewaan bagi yang mengundang dan
yang diundang. 
> Setelah para peserta rapat meninggalkan arena, yang tertinggal
disana adalah tim sukses H2O, Meuntroe Malek, dan Dr. Zaini, plus
beberapa wartawan yang kebingungan. Muzakkir Manaf pun sudah pulang ke
rumahnya. Tapi tim sukses belum putus asa. Ilyas Abed lalu mengambil
inisiatif menulis press statement DUKUNGAN KPA dengan mengatasnamakan
Muzakkir Manaf. Setelah press statement selesai ditulis tangan,
Kamaruddin alias Abu Razak disuruh menjemput Muzakkir Manaf dari
rumahnya dengan alasan ada rapat penting dengan pimpinan. Sesampainya
di sana, Muzakkir disodori oleh Ilyas Abed press statement utk
dibacakan di depan wartawan. Muzakkir menolak keras. Zakaria Saman
mengambil alih tugas membujuk Muzakkir tapi tetap gagal juga. Setelah
1 jam bujuk membujuk itu berlangsung, akhirnya Ilyas Abed mengambil
naskah tersebut dan diberikan kepada Meuntroe Malek untuk menyuruh
Muzakkir membacanya di depan wartawan. Meuntroe Malek memanggil
Muzakkir dan memintanya agar mau membaca.Muzakkir
>  yang malang kena skak, dan ia pun membaca press statement itu di
depan wartawan. Esok hari hebohlah seantero Aceh.
>   Setelah Muzakkir membacanya di depan wartawan, Muzakkir sempat
berucap kepada tim sukses dan pimpinan: "Lakukanlah sesuka kalian,
saya tidak mau perduli lagi." Malamnya kami bertemu di rumah. Muzakkir
berkata kepada saya bahwa dirinya tadi dijebak. Dia mempersilakan saya
tetap maju dan jangan bergeming. Esok harinya Muzakkir terbang ke
Medan dan bertemu dengan Sofyan Dawod di sana. Kepada Sofyan Dawod dia
meminta agar dapat menyejukkan suasana di lapangan dan mengizinkan
Sofyan Dawod untuk membuat Counter Press Statement. Tanggal 26 Agustus
Sofyan Dawod menggelar press statement di Kantor KPA Banda Aceh. 
> 
> Jadi, Kang Dirman, saya harap Anda jangan asal rewel saja. Mau
fakta, datanglah ke Aceh dan bertanyalah kepada rakyat Aceh serta
anggota2 KPA. Info yang Anda dapat dari sahabat Anda yang bernama
Ustadz Muzakkir Hamid (red: adik kandung Istri Dr.Zaini Abdullah) di
Alby adalah sangat tendensius, mengelabui, dan mengabaikan fakta.
> 
> Secara pribadi, saya menyayangkan Kang Ahmad Sudirman yang rela
menanggung dosa karena omongkan sesuatu yang tidak diketahuinya secara
jelas. Dalam usianya yang sudah sepuh ini mestinya Kang Ahmad Sudirman
sudah harus lebih banyak mawas diri dan lebih banyak berzikir. Politik
praktis, apalagi berfungsi dalam fitnah chain of command sudah sangat
tidak pantas lagi buat Kang Ahmad Sudirman. 
> Kang Sudirman, jika Anda terus berpartisipasi dalam urusan fitnah
dan sebagai penyebar kebencian, do it on your own risk di akhirat nanti. 
>   Wassalam.
> 
> #################################################### 
>   Till: [EMAIL PROTECTED] 
> Kopia: "syeikh" <[EMAIL PROTECTED]> 
> Från: "aroen jeram" <[EMAIL PROTECTED]> Lägg till i adressboken 
> Datum: Fri, 3 Nov 2006 03:45:36 -0800 (PST) 
> Ämne: Re: [IACSF] AHMAD HUMAM HAMID & TUBUH GAM. 
> ahmad sudirman salah besar bila mengatakan: "Sebenarnya saudara
Ahmad Humam Hamid adalah bukan seorang politikus, melainkan seorang
yang aktif dalam bidang pendidikan, sosial dan kemasyarakatan sesuai
dengan ilmu yang dimilikinya."
>               
> Otto Syamsuddin
> "janganlah membohongi orang banyak, khususnya orang Aceh, dengan
memutar-plintir sejarah. kalau tak tahu, bilang tak tahu aja. kita
main lurus-lurus ajalah.
>     
> 
> 
>         
>   if(cnnEnableCL){if(!(location.hostname.indexOf('cnn.com')>-1))
{cnnAddCSI('contextualLinks','/.element/ssi/sect/1.1/misc/contextual/story.html','');}else{
cnnAddCSI('contextualLinks','http:/\/cl.cnn.com/ctxtlink/jsp/cnn-story.jsp','category=cnnworld&url=http:/\/robots.cnn.com/2005/WORLD/asiapcf/02/10/nkorea.talks/index.html&site=cnn_world_dyn_ctxt');}}
         
>   sebagai dosen, humam nggak ada karya ilmiah (yang menonjol).
sebagai ketua KNPI dalam periode Ibrahim Hasan, ia terlibat dalam
musyawarah elite penguasa untuk menentukan DOM. dalam reformasi ia tak
terlibat menggerakkan massa. tapi begitu DOM dicabut langsung star
garap HAM. begitu pula pasca tsunami. 
> 
> Farhan juga gitu, saat bangun gerakan reformasi di Aceh, tak ada
dia. begitu DOM dicabut mulai kasak-kusuk. meski ia politikus dari
PAN, tapi ia bukan inisiator pembentukan PAN. meski dosen dan doktor,
tapi tak dikenal memiliki karya ilmiah.
> 
> jadi humam, secara formal memang tak berkartu anggota partai
nasional. tetapi secara individual lebih banyak waktu tersita
berpolitik daripada berkarya ilmiah sebagaimana statusnya sebagai dosen.
> 
> janganlah membohongi orang banyak, khususnya orang Aceh, dengan
memutar-plintir sejarah. kalau tak tahu, bilang tak tahu aja. kita
main lurus-lurus ajalah. 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [email protected];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, November 3, 2006 3:06:13 AM
> Subject: [IACSF] AHMAD HUMAM HAMID & TUBUH GAM.
>   
> http://www.dataphone.se/~ahmad
> [EMAIL PROTECTED]
>   Stockholm, 2 November 2006
> Bismillaahirrahmaanirrahiim.
> Assalamu'alaikum wr wbr.
>   AHMAD HUMAM HAMID & TUBUH GAM.
> Ahmad Sudirman
> Stockholm - SWEDIA.
> SEDIKIT MENYOROT AHMAD HUMAM HAMID & TUBUH GAM...............
> .............
> 
> ######################################################### 
> 
> 
> 
>   From: mirah pati [EMAIL PROTECTED]
> Date: 4 augusti 2006 17:41:18
> To: [email protected], [email protected], [EMAIL PROTECTED] 
>   Subject: «PPDi» Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman
seorang munafik 
> 
>   
>   
>   Kekuatan hukum, fakta dan bukti Ahmad Sudirman seorang munafik
>   
>   
>   
> Pembaca yg budiman,
>   
>   Assalamualaikum wr.wb,
>    
>   
>   Untuk membuktikan secara hukum dan fakta bahwa Ahmad Sudirman
seorang munafik anda tidak perlu pusing pusing untuk memaparkan
buktinya. Kalau saja anda membaca sebagian tulisan2nya yg disimpan
dalam homepage: http://www.dataphone.se/~ahmad, anda akan mengetahui
langsung bahwa mulutnya Ahmad Sudirman sangat berlawanan dengan hati
nuraninya – alias munafik.
> 
>   
>   AHMAD SUDIRMAN DAN INDONESIANYA
> 
>   Kalau dilihat sepintas lalu Ahmad Sudirman adalah seorang yg anti
Indonesia yang selalu menyerang dan memaki maki pemerintah Indonesia
dalam hal apa saja. Tetapi kalau mandalami tulisan2nya dengan cermat,
akan jelas ia seorang yg paling nasionalis atau lebih tepat lagi
"indonesialist" yg mati2an mempertahankan keutuhan bangsa Indonesia
melebihi daripada perjuangannya terhadap Islam yg ditonjol-tonjolkan
selama ini.
> 
>   
>   Sebelum Ahmad Sudirman melanglangbuana ke Aceh, ia telah banyak
menulis tentang Indonesia yg disimpan rapi dalam homepagenya
http://www.dataphone.se/~ahmad, dimana tulisan awal awalnya selalu
dimulai dengan judul: INDONESIA TANAH AIRKU, yg ditulis tgl 15, 17,
19, 20 Mei 1998 dll, menjelang jatuhnya Suharto. Ahmad Sudirman
mengkritisi dwifungsi ABRI tetapi tetap mempertahankan keutuhan ABRI
yg menurutnya sebagai tulang pungungnya Indonesia yang telah
memerdekakan Indonesia, menumpas komunis dan mempertahankan negara
dari musuh (baca: gerakan2 pemisah). Ahmad Sudirman juga mengakui
tidak memusuhi ABRI selama tugas Abri terbatas menjaga ketertiban dan
keamanan negara Indonesia yg ia cintainya. Dibawah ini cuplikan kata2
Ahmad Sudirman sendiri yang ditulis tgl. 24 Mei, 1998, dengan rubriknya:
>   
>   ABRI HANYA PENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN
>   
> "Saya akui, bahwa ABRI tulang punggung Indonesia, tanpa ABRI tidak
mungkin Indonesia lepas dari penjajahan Belanda, tanpa ABRI tidak
mungkin gerakan komunis Indonesia dapat dihancurkan, namun, hal ini
tidak menjadi suatu alasan untuk menjadikan ABRI sebagai faktor yang
menentukan dalam pemerintahan. 
> 
>   
>   "Saudara-saudaraku di tanah air. Saya tidak menentang ABRI, tetapi
saya mau melihatABRI bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu menjaga
keamanan dan ketertiban serta membela dan mempertahankan negara dari
ancaman musuh *.*" 
>   
>   Dalam tulisan awal2 yang dikutip diatas, Ahmad Sudirman tidak
begitu spesifik dengan " mempertahankan negara dari ancaman musuh",
tapi kala kita berjingkrak jauh kedepan, yang dimaksud dengan "musuh"
tersebut adalah gerakan2 pejuang kemerdekaan diluar pulau Jawa.
>   
>   Setelah Suharto jatuh, Sudirman mulai menulis tentang negeri
kayangannya Daulah Islamiyah Rasulullah (DIR) dengan Undang Undang
Madinahnya (UUM). Dalam kampanye DIRnya, nasionalisme Indonesia Ahmad
Sudirman semakin bertambah kental. Tanpa spesifik referensi untuk
Aceh, Timtim dan Papua Merdeka yg sedang berusaha melepaskan diri dari
penjajah Indonesia kala itu, Ahmad Sudirman dengan terang terangan
menulis bahwa persoalan yang dihadapi Indonesia sekarang tidak dapat
diselesaikan atas dasar "sukuisme", dengan membiarkan lahirnya Daulah2
seperti Daulah Aceh, Daulah Jawa, Daulah Pasundan, Daulah Bugis dls.
Dengan kata lain, kodok Ahmad Sudirman yang anti perjuangan
kemerdekaan di Aceh, Papua Barat, Maluku dll sudah mulai terbuka dan
ciri ciri kemunafikinnya dalam membela Aceh terlihat sejak dari sini.
Dalam tulisannya tgl 8 April, 1999 untuk ummat Islam di Indonesia,
Ahmad Sudirman menghimbau, dengan judulnya: 
>   
>   MEMBANGUN KEMBALI SATU DAULAH ISLAM RASULULLAH YANG BERPUSAT
APAKAH DI SUNDA, DI MAKASAR, DI RIAU, DI LAMPUNG, DI PADANG ATAU DI
ACEH, JADI BUKAN MEMBANGUN DAULAH KESUKUAN YANG BERCERAI-BERAI.
> 
>   
>   "Untuk kaum Muslimin dan Muslimat yang tinggal di Indonesia.
>   
>   "Suatu kerugian yang besar apabila kaum Muslimin yang tinggal dan
hidup di Indonesia dipecah belah menjadi beberapa kelompok Daulah
Kesukuan, seperti Daulah Sunda, Daulah Riau, Daulah Padang, Daulah
Lampung, Daulah Sulawesi, Daulah Kalimantan, Daulah Aceh, Daulah
Ambon, Daulah Bali, Daulah Irian Jaya, Daulah Jawa dsb.
> 
>   
>   „Bagi seorang Muslim menegakkan suatu Daulah adalah diatas dasar
akidah Islam dan ukhuwah Islam, bukan kesukuan, kebangsaan,
nasionalitas atau ras. Dengan akidah Islam dan ukhuwah Islam inilah
yang akan menjadi tali pengikat kesatuan ummat yang tergabung dalam
satu naungan Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya.
Dalam Islam tidak memandang nasionalitas, kesukuan, kebangsaan, warna
kulit, ras, melainkan yang dipandang adalah akidah Islam dan ukhuwah
Islam. 
> 
>   
>   „Suatu kebodohan apabila kaum muslimin membangun Daulah Islamnya
berdasarkan kepada kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas-nya.
yang berdasarkan akidah Islam yang tidak mengenal nasionalitas,
kebangsaan, kesukuan dan ras dengan tujuan untuk beribadah dan
bertakwa kepada Allah SWT. 
> 
>   
>   Nah, dari petikan diatas tadi kelihatan dengan jelas sekali bahwa
Ahamad Sudirman merupakan musuhnya bangsa2 diluar Jawa yang ingin
memperjuangkan kemerdekaannya. Bukan itu saja, double standard atau
kemunafikin Ahmad Sudirman lebih terang disini: ia paling anti
kebangsaan, kesukuan, dan nasionalitas tetapi selalu
mengagung-agungkan dan mempertahannkan nasionalitas Indonesianya.
Dalam sekian banyak tulisannya Ahmad Sudirman hampir tidak pernah lupa
mengingati pembacanya tentang " kesatuan ummat dan keutuhan bangsa
Indonesia" , seperti dalam judul tulisan dibawah ini. 
>   
>   MENUJU KESATUAN UMMAT DENGAN MISI MENEGAKKAN AMAR MA'RUF NAHI
MUNKAR GUNA MEMELIHARA KESATUAN UMMAT DAN KEUTUHAN BANGSA, Stockholm,
25 Mei 1999, dan banyak yang lain lagi.
> 
>   
>   AHMAD SUDIRMAN VERSUS ACEH
> 
>   Pertama sekali Ahmad Sudirman tergerak untuk mencampuri urusan
perjuangan bangsa Aceh yaitu setelah pembantaian oleh TNI di Beutong
Ateuëh terhadap Tengku Bantaqiah dan sekitar 60 pengikutnya pada bulan
Juli 1999. Ketergerakan hati Ahmad Sudirman, menurut pengakuannya,
karena yang dibantai itu seorang ulama dan "ummat Islam Aceh", tetapi
dalam sebuah tulisan lain, tanpa disadari Ahmad Sudirman yang munafik
itu telah membongkar kedoknya sendiri. Ahmad Sudirman membeberkan
dengan nuraninya bahwa Aceh akan lepas seperti Timtim kalau telalu
banyak rakyak Aceh yang dikorbankan oleh TNI, masyarakat Internasional
tidak akan tinggal diam dan daerah daerah lain pun akan menyusul
sehingga terjadi disintegrasi di Indonesia. Selanjutnya Ahmad Sudirman
mengatakan bahwa Indonesia harus segera berunding dengan rakyat Aceh
selama belum ada satu negara yang mengakui GAM, kalau tidak Aceh akan
terjadi seperti di Timtim (merdeka). Dalam diskusi panjang dengan
kawan2 Indonesianya di Banda
>  Aceh dan Saudi Arabia dengan tajuk: 
>   
>   ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA , Stockholm, 11 Nopember
1999, 
> 
>   
>   Ahmad Sudirman sempat lupa memakai topengnya dan untuk sekali ini
membiarkan nuraninya berbicara sbb:
>   
>   "SELAMA TIDAK ADA NEGARA LAIN YANG TERLIBAT DALAM MASALAH ACEH,
SELAMA ITU BISA DISELESAIKAN DENGAN JALAN PERUNDINGAN 
>   
>   
> "Sejauh yang saya lihat dalam krisis Aceh sekarang adalah belum
adanya keterlibatan langsung negara lain. Nah disini saya beranggapan,
bahwa apabila telah ada satu atau lebih negara lain ikut melibatkan
diri langsung dalam penyelesaian krisi Aceh, maka saat itulah akan
timbul api pergolakan yang hebat di bumi Daulah Pancasila. Sebagaimana
terjadi di Timor Timur. 
> 
>   
>   "Apabila ada dari pihak-pihak rakyat Aceh melibatkan PBB untuk
membantu penyelesaian krisi Aceh, maka kemungkinan besar menurut
pemikiran saya, yang akan ditangggapi oleh PBB adalah masalah-masalah
pelanggaran hak asasi manusia, seperti pembunuhan masal rakyat Aceh
oleh TNI, baik selama Rezim militer diktator Soeharto dan Rezim Habibie. 
> 
>   
>   "Nah, kalau pihak Gus Dur tidak jeli dalam mengamati masalah
pelanggaran hak asasi manusia, maka pelanggaran hak asasi manusia akan
dijadikan senjata tajam oleh rakyat Aceh untuk memukul pemerintah Gus
Dur. Apalagi nantinya melibatkan badan PBB dan badan Hak asasi
manusia-nya. 
> 
>   Karena menurut pemikiran saya, lewat jalan pelanggaran hak asasi
manusia yang telah dilakukan oleh rezim Daulah Pancasila inilah yang
akan dijadikan landasan perjuangan Rakyat Aceh di dunia Internasional." 
>    
>   
>   Dari tulisan diatas pembaca bisa melihat sendiri bahwa
"kepedulian" Ahmad Sudirman terhadap Aceh bukan atas dasar keikhlasan
atau simpati karena bangsa Aceh Islam yg dizalimi, tetapi lebih
cenderung kepada ketakutannya yg luar bisa terhadap lepasnya Aceh dari
Indonesia.
> 
>   
>   Sehubungan dengan pembantaian Beutong Ateuëh, Ahmad Sudirman dalam
sebuah tulisannya tanpa segan2 langsung mengusulkan kepada GAM dan
rakyat Aceh supaya berdialog dengan pemerintahan Habibie dengan
solusinya OTONOMI yg berbasis kepada Undang Undang Madinahya Ahmad
Sudirman (UUM):
>   
>   PENYELESAIAN ACEH DITINJAU DARI UUM, Stockholm, 28 Juli 1999
> 
>   
>   "Untuk rakyat Aceh dengan National Liberation Front of Acheh
Sumatra dan Penguasa 
>   Sekarang, setelah melihat dan membaca dasar-dasar yang akan
dijadikan penyelesaian rakyat Aceh dengan pihak Penguasa Indonesia,
saya mengajukan jalan pemecahannya yaitu, 
> 
>   
>   Pertama, rakyat Aceh disatukan dengan dasar aqidah Islam, bukan
berdasarkan kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas. Menerapkan
hukum Islam secara menyeluruh dengan mencontoh Rasulullah saw dengan
Daulah Islam Rasulullah-nya. 
> 
>   
>   Kedua, dalam dialog terbuka tersebut dibicarakan masa depan rakyat
Aceh dengan diberikan hak menentukan nasibnya sendiri dengan
pemerintahan sendiri dalam bentuk daerah otonomi. 
> 
>   
>   Ketiga, kekayaan bumi yang ada di daerah otonomi Aceh dikelola,
diatur dan diolah oleh rakyat Aceh dibawah pengawasan pemerintahan
otonomi Aceh. 
> 
>   
>   Keempat, daerah otonomi Aceh adalah daerah bebas tempat hijrah
untuk setiap muslim. 
> 
>   
>   Inilah untuk sementara hasil pemikiran saya untuk rakyat Aceh
dengan National Liberation Front of Acheh Sumatra dan Penguasa
Indonesia di bawah Presiden Habibie." 
> 
>   
>   Ketika perjuangan SIRA sudah mencapai klimaksnya dan HUDA
mengeluarkan fatwa menyokong referendum, dengan tangan dan lututnya yg
bergementar Ahmad Sudirman terus beraksi, tak kenal lelah
mempromosikan usul2 OTONOMI diatas tadi sebagai satu2nya jalan keluar
untuk membendung gerakan sipil yg menuntut referendum. Ahmad Sudirman
tahu betul bahwa Aceh akan merdeka kalau referendum dilakukan dan dia
tahu juga kemerdekaan Aceh kala itu sudah diambang pintu, mengingat
HUDA, SIRA, NGO dan golongan intelektual plus sebagian birokrat sudah
bersatu dalam satu kata: REFERENDUM – yg dikumandangkan oleh penyanyi
tenar Aceh Yacob Tailah dan Syech Yuldi. Kekecewaan Ahmad Sudirman
waktu itu sempat dituangkan dalam nada yg sinis:
>   
>   ACEH AKAN MENJADI PUSAT DIR 
> Stockholm, 17 September 1999
> 
>   
>   "….Setelah saya membaca hasil keputusan para ulama Dayah se-Aceh
diatas yang menjadi suatu fatwa dan rekomendasi, maka timbul
pertanyaan dalam pemikiran saya yaitu, apakah Aceh akan menjadi pusat
Daulah Islam Rasulullah yang mempunyai konstitusi yang mengacu kepada
Undang Undang Madinah?" 
> 
>   
>   Tetapi yg lebih memberangkan Ahmad Sudirman lagi adalah sikapnya
presiden Gusdur yang berpura pura menyokong referendum. Dalam banyak
tulisannya, Ahmad Sudirman bertubi tubi menghantam Gusdur yang katanya
Gusdur belum mengerti aspirasi rakyat Aceh dan Gusdur tidak mengerti
sama sekali Aceh akan merdeka lewat referendum. Dalam diskusi
>   
>   ACEH DILEMA BESAR BAGI REZIM GUS DUR-MEGA, Stockholm, 11 Nopember
1999,
>   
>   Ahmad Sudirman meratapi kekecewaannya sbb:
> 
>   
>   
>   "Apabila referendum ditetapkan, maka saya menggambarkan bahwa
mayoritas rakyat Aceh memilih keluar dari kesatuan Daulah Pancasila.
Dan ini yang menurut saya Gus Dur masih belum memahami benar keinginan
rakyat Aceh. Gus Dur masih yakin kepada orang-orang yang duduk
dibelakang meja pemerintah, yang masih dianggap loyal kepada pemerintah. 
> 
>   Dan saya yakin, bahwa Daulah Pancasila apabila tidak berhasil
penguasanya, yaitu Gus Dur dan kabinetnya, ditambah MPR/DPR-nya, maka
falsafah pancasila yang dijadikan alat pemersatu bangsa ternyata tidak
mampu dijadikan sebagai alat pemersatu, yang akhirnya mengalami
kehancuran total bersamaan dengan pecah-belahnya Daulah Pancasila
menjadi kepingan-kepingan kecil yang satu sama lain saling menganggap
bahwa kesukuan dan kebangsaan merupakan identitas negara."
> 
>   
>   AHMAD SUDIRMAN MEMUSUHI FREE ACHEH DEMOCRATIC
> 
>   
>   Setelah membidik,mempelajari, mengkaji, menelaah, menguliti dan
menelanjangi sosok Ahmad Sudirman dengan materi dari pikiran dan
perbuatannya sendiri, maka sudah terjawab semua teka teki mengapa
Ahmad Sudirman sangat memusuhi Free Acheh Demokratik dan Persatuan
Masyarakat Aceh di Skandinavia sebelumnya. Sebab, Ahmad Sudirman maha
tahu bahwa hanya kedua dua organisasi tersebut yg masih berjalan
diatas relnya –menuju merdeka. Dan sudah terjawab juga semua teka teki
mengapa Ahmad Sudirman sangat menyokong, memuja-muja dan
mengagung-agungkan MoU Helsinki. Sebab, Ahmad Sudirman maha tahu bahwa
hanya dengan jalan inilah Aceh dapat diabadikan kedalam NKRI dan NKRI
sendiri selamat dari disintegrasi.
> 
>   
>   Ahmad Sudirman, dengan keahliannya mempermainkan kata kata, telah
berhasil menipu sebagian pembacanya, khususnya masyarakat Aceh. Dengan
terbuka kedok khianatnya, maka diharapkan supaya pembaca yg budiman,
khususnya masyarakat Aceh yg telah terlanjur mempercayai Ahmad
Sudirman, supaya menarik diri dan dengan demikian polimik dengan Ahmad
Sudirman berakhirlah sudah.
>   
>   Wabillahittaufik walhidayah wassalamualaikum wr.wb.
> 
>   
>   Wassalam
>   
>   
>   Usman Harun
>    
>   
>   PS: Artikel lengakap dari semua kutipan diatas, sila baca di
http://www.dataphone.se/~ahmad, milik Ahmad Sudirman. Dan Saya tutup
tulisan ini dengan sebuah tulisan Ahmad Sudirman, untuk hiburan pembaca.
> 
>   
>   
>   
>   PEMERINTAH ACHEH BERDIRI DENGAN WALI NEGARA, KANUN, BENDERA,
LAMBANG & LAGU KEBANGSAAN ACHE, Stockholm, 15 Agustus 2005
> 
>   
>   BANGSA ACHEH MENUJU KEBEBASAN DAN KEDAMAIAN DIBAWAH PEMERINTAH
SENDIRI ACHEH DALAM NAUNGAN WALI NEGARA ACHEH TEUNGKU HASAN MUHAMMAD
DI TIRO
> 
>   
>   Hari ini, Senin, 15 Agustus 2005 bangsa Acheh memasuki wilayah
yang aman dan damai di Acheh yang nantinya akan berada dibawah
lindungan Wali Negara dan Pemerintah Sendiri Acheh dengan diiringi
lagu kebangsaan Negeri Acheh, dengan kibaran bendera Negara Acheh
beserta lambang identitas bangsa Acheh.
> 
>   Bangsa Acheh mendapat kebebasan untuk melakukan hubungan dagang
dengan pihak dalam negeri dan luar negeri. Sumber kehidupan yang ada
di Acheh akan diatur dan dinikmati oleh bangsa Acheh. Sumber alam gas
dan minyak bumi 70% adalah untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa
Acheh. 
> 
>   Keamanan dalam negeri Acheh akan diatur dan diawasi oleh Polisi
Acheh yang Kepala Polisinya diangkat oleh Kepala Pemerintah Sendiri
Acheh. Penerimaan anggota Kepolisian Acheh dilakukan setelah
konsultasi dengan Kepala Pemerintah Sendiri Acheh.
> 
>   Selamat bagi Bangsa Acheh dan Negara Acheh. Semoga Allah SWT
meridhai perjuangan bangsa Acheh. Amin.
>    
>   #######################################################
> 
> 
>   SURAT PEUNJATA ATJÈH MEURDÉHKA
> Atjèh, Sumatra, 4 Désèmbèr, 1976
> 
>   
>    
>   
> Keu Bansa-Bansa Dônja: 
>   
>  
>   Kamoë, Bansa Atjèh, Sumatra, ateuëh neuduëk Hak bak peuteuntèë
nasib droë lagèë bansa-bansa laén, dan ateuëh neuduëk Hak kamoë bak
peulindông tanoh pusaka éndatu, deungon njoë kamoë peunjata droë kamoë
meurdéhka dan lheuëh nibak bandum ikatan keukusaan politék nibak
peumeurintah aséng di Djakarta, Djawa. 
>   Nangroë pusaka éndatu kamoë njoë na saboh Nanggroë njang sabé
meurdéhka dan meudèëlat mulai dônja teudong, Keuradjaan Beulanda
nakeuëh keukuasaan aséng njang phön that djak tjuba djadjah kamoë,
watèë djipeunjata prang ateuëh neugara Atjèh njang meurdéhka dan
meudèëlat , bak uroë 26 Mart, 1873, dan bak uroë njan ladju djipeu-ék
prang ateuëh kamoë deungon djibantu lé sipa-i Djawa . Peu keuneulheuëh
nibak seurangan Beulanda njoë ka meutuléh bak ôn phôn dalam
surat-surat haba ban saboh dônja. Dalam surat haba Inggréh THE LONDON
TIMES, uroë 22 April, 1873, meutuléh: "Saboh keudjadian njang meunarék
that haté dalam seudjarah peundjadjahan modêrèn ka ta deungo teudjadi
di pulo Hindia Timu. Saboh armada njang raja lagèëna njang teudong
nibak bansa Èrupa ka geupeutalô prang ulèh saboh teuntra neugara asai
disinan.... Neugara Atjèh. Ulèh bansa Atjèh ka geuteumeung saboh
keumeunangan njang peuneutôih that . Musôh Atjèh kon ka talô mantong,
teutapi ka pajah pluëng bandum." Dalam
>  surat haba Amèrika, THE NEW YORK TIMES, bak uroë 6 Mei, 1873,
meutuléh: "Saboh prang njang meulabô darah ka teudjadi di Atjèh, saboh
keuradjaan njang mat kuasa ateuëh pulo Sumatra rot barôh. Uléh
Beulanda ka djipeu-ék prang ateuëh ureuëng Atjèh, dan djinoë ka
geutanjoë teurimong haba peu hasédjih. Seurangan Beulanda njang ka
geubalah lé ureuëng Atjèh deungon geusië djih ramè lagèëna. Panglima
Beulanda ka geupoh maté dan teuntra-djih ka djipluëng bandum pula
p-pingkui. Meunurôt keunjataan, teunta Beulanda keubit-keubit hantjô
meudeudak." Keudjadian njang luwa biasa njoë, ka meunarék peurhatéan
dônja njang raja lagèëna, trôk 'an ulèh uléh Prèsidèn Ulysses S. Grant
dari Amèrika Sjarikat geupeuteubiët saboh Surat Peunjata Dong Teungoh
Njang Adé ( Proclamation of Impartial Neutrality ) dalam prang antara
Beulanda deungon Atjèh njoë. 
>             
> WN di Glé Atjèh 1976
> "Bansa Djawa njan na saboh bansa aséng keu kamoë bansa Atjèh. Kamoë
hana hubôngan seudjarah, hana hubôngan politék, hana hubôngan budaja,
hana hubôngan èkonomi, dan hana hubungan bumoë deungon awak njan!".
>      
>    
> 
> 
>         
>   if(cnnEnableCL){if(!(location.hostname.indexOf('cnn.com')>-1))
{cnnAddCSI('contextualLinks','/.element/ssi/sect/1.1/misc/contextual/story.html','');}else{
cnnAddCSI('contextualLinks','http:/\/cl.cnn.com/ctxtlink/jsp/cnn-story.jsp','category=cnnworld&url=http:/\/robots.cnn.com/2005/WORLD/asiapcf/02/10/nkorea.talks/index.html&site=cnn_world_dyn_ctxt');}}
         
>   Bak uroë 25 Dèsèmbèr, 1873 ( uroë lahé Nabi Isa ) uléh Beulanda ka
djipeu-ék prang njang keu dua ateuëh Atjèh, dan deungon njan mulai
treuk peu njang uléh madjalah Amèrika HARPER'S MAGAZINE, ka geubôh nan
"PRANG SIREUTÔH THÔN MASA NJOË" , saboh prang peundjadjahan njang
paléng trép dalam seudjarah manusia, njang dalam prang njan siteungoh
nibak bansa Atjèh ka geubrië njawong geuh nibak peutheun Neugara kamoë
njang meurdéhka dan meudèëlat. Prang njan geusambông trôk'an watèë
bitjah Prang Dônja keu- dua. Lapan droë nibak éndatu njang tèkèn Surat
Peunjata njoë reubah maté sjahid dalam seuëh p r a n g njang panjang
that njan, bak peutheun keumeurdéhkaan bansa dan Neugara, bandum
sibagoë Wali Neugara dan Panglima Thjik Angkatan Prang Neugara Atjèh
njang meurdéhka dan meudèëlat. 
>   
> Teutapi, watèë lheuëh habéh Prang Dônja keu-dua dan Hindia Beulanda
djipeugah ka djibubar - saboh keuradjaan hana bubar meunjoë wilajah
djih mantong djipeulahra lagèë sot - Nanggroë Atjèh hana djipulang keu
kamoë Atjèh, teutapi ka djibri uléh Beulanda keu Djawa - Lamiët djih
deungon djimeukomplot ngon peundjadjah-peundjadjah Barat laén di Asia
Tuënggara njoë. Bansa Djawa njan na saboh bansa aséng keu kamoë bansa
Atjèh. Kamoë hana hubôngan seudjarah, hana hubôngan politék, hana
hubôngan budaja, hana hubôngan èkonomi, dan hana hubungan bumoë
deungon awak njan. Watèë hasé peunaklôkkan dan peundjadjahan Beulanda
teutap djipeulahra bandum, dan lheuëh njan djibri lagèë pusaka keu
bansa Djawa - lagèë meunankeuh njang ka djipeulaku - maka akibatdjih
handjeuëthan akan teudong peundjadjahan Djawa bak teumpat djidong
peundjadjahan Beulanda, teutapi peundjadjahan njan, bôh ulèh bansa
Beulanda Èrupa njang meukilét putéh atawa ulèh bansa Asia Djawa njang
meukilét mirah, hana mungkén
>  geuteurimong ulèh bansa Atjèh.   Meunurôt Hukôm Internasional dan
Hukôm Sjarikat Bansa-bansa, maka wadjéb ateuëh Beulanda supaja dji
pulang Hak Dèëlat ateuëh Nanggroë Atjèh njoë keu kamoë bansa Atjèh.
Beulanda hana hak djih bak djidjak bri dèëlat ateuëh Nanggroë Atjèh
keu Djawa atawa keu "Indônèsia" sabab "Indônèsia" njan nakeuh nan
njang djipeuna-peuna mantong, mangat djeuët dji tôp-tôp peundjadjahan
bansa Djawa. Mulai phôn dônja njoë teudong hantom na saboh bansa di
Asia Tuênggara njoë njang meunan lagèë njan. Meunantjit, meunurôt
'èleumè bansa-bansa ( ethnology ), 'èleumè basa ( philology ), 'èleumè
asai usui budaja ( cultural anthropology ), 'èleumè seudjarah (history
), dan 'èleumè masjarakat (sociology ) hana saboh "bansa Indônèsia"
njan di Asia Tuënggara njoë. Nan "Indônèsia" njan hana laén nibak
saboh mèrèk barô, dalam basa gob, njang hana meuhubông sapeuë deungon
seudjarah, basa, budaja, peuë lom deungon keupeunténgan kamoë Atjèh,
Sumatra. Uléh Beulanda mèrèk barô
>  "Indônèsia" njan djingui sibagoë geunantoë nan " Hindia Beulanda"
njang gob bantji njan. Ulèh kawôm kolonialis Djawa pih djiteupeuë
rajek guna nan pura-pura njan,mangat djeuët djitôp-tôp kolonialisme
Djawa, dan mangat djeuët djiteumeung peungakuan dônja luwa njang hana
teupeuë sapeuë peukara seudjarah pulo-pulo Asia Tuënggara njoë.
>   Meunjoë peundjadjahan Beulanda hana beutôi dan salah, maka
peundjadjahan Djawa njang trang-trang djipeudong ateuëh neuduëk
peundjadjahan Beulanda njan pih salah tjit. Dalam hukôm Internasional
ka geukheun: ex injuria jus non oritur. Hana keu'adélan meu-asai nibak
keudjahatan, hana buëtbeuna djeuët meudong ateuëh buët salah!
>   Bahthatpih meunan, bansa Djawa njan mantong tjit tjuba-tjuba
peudong peundjadjahan djih ateuëh kamoë Atjèh, Sumatra, pada hai
bandum nanggroë peundjadjah Èrupa - lagèë Beulanda, Peurantjéh,
Inggréh, Spanjol, dan Portugéh -ka han ék lé keumah peubuët buët njan
dalam abat njoë. Dalam masa 30 Thôn njang akhé njoë, ka meukalon ulèh
kamoë bansa Atjèh, pakriban tanoh pusaka éndatu kamoë ka djirampok,
djipeurusak dan djipeureuloh uléh sipeundjadjah Djawa; harta pusaka
bansa kamoë ka djih tjuë; buët hareukat bansa kamoë ka djih peureuloh;
peundidéhkan aneuk kamoë ka djih peusisat; ureuëng-ureuëng bakoë kamoë
ka djih lét nibak nanggroë; bansa kamoë ka dji-ikat deungon ranté
keuzaléman, djipeugasiën dan hana djipadôli: hudép bansa kamoë ka rhôt
rata-rata 34 thôn; pakriban njoë meunjoë tabandéng deungon ukôran
dônja njang 80 thôn! Meunjanpih makén siuroë makén kureuëng, padahai
Atjèh, Sumatra, peutamong pèng keudjih leubèh 15 miljar dollar Amèrika
djeuëb-djeuëb thôn njang mandum
>  djiangkôt keudéh u Djawa peukaja droë-djih.
>   Kamoë Atjèh hana meudjak mita-mita paké deungon bansa Djawa
meunjoë awaknjan djiduëk di Nanggroë droëdjih; meunjo awaknjan hana
djidjak djadjah kamoë dan djidjak meulagak lagèë Tuan ' dalam rumoh
kamoë. Mulai uroë njoë, kamoë meukeusud djeuët keu ureuëng Po di rumoh
droëmeuh: meunjo kon meunan hudép njoë hana meuguna; djeuët meupeugot
hukôm dan atôran droëmeuëh - kon lagèë keupeunténgan Djawa; djeuët keu
ureuëng njang djamin keumeurdéhkaan droëmeuh: njang kamoë leubèh nibak
keumah; djeuët keu sabab mulia deungon bansa-bansa laén dalam dônja:
lagèë éndatu kamoë tjit sabé meunan! Paneuk djih: mulia dan meudèëlat
ateuëh Tanoh Pusaka Éndatu droë!
>   Peurdjuangan keumeurdéhkaan kamoë njoë punoh keu'adélan. Kamoë
hana meudjak tjok nanggroë gob - lagèë Djawa djak tjok nanggroë kamoë.
Nanggroë kamoë ka Neubri uléh Allah punoh deungon hareuta njang le
lagèëna. Kamoë meukeusud bri bungong djaroë njang meumakna keu
masjarakat dônja, dan kamoë prèh peungakuan nibak bansa-bansa njang
meu-adab. Kamoë bri djaroë meusahbat keu bandum bansa dan keu bandum
neugara ateuëh rhuëng dônja !
>   
> Ateuëh nan bansa Atjèh, Sumatra, njang meurdéhka dan meudèëlat.
>    
>   Tengku Hasan Muhammad di Tiro
>   Keutuha
> Angkatan Atjèh Sumatra Meurdéhka
> Wali Neugara Atjèh.
>   Atjèh, Sumatra, 4 Désèmbèr, 1976
> 
> ####################################################### 
> 
>   
> GAM Siap Bantu Polisi Amankan Pilkada
> http://www.acehkita .com/?dir= news&file=detail&id=1344 Minggu, 12
Nopember 2006, 23:29 WIB 
>    
>   Aceh Utara, acehkita.com. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Komite
Peralihan Aceh (KPA) Pusat menyatakan siap membantu TNI/Polri dalam
mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 11 Desember
mendatang.
>             
> Almarhum Sjahid Mukhtar yg dibunuh oleh Polisi/TNI dg begitu biadap
2minggu lalu dicium ibunya sebelum dikebumikan.
>      
>   "Kalau memang ada suatu kondisi, yangdikondisikan menjadi rawan
menjelang Pilkada, maka KPA dan GAM siap bekerjasama dengan polisi.
Ini telah kami lakukan..." Jurubicara Majelis GAM Pusat SuadiLaweuëng" 
> 
> 
>         
>   if(cnnEnableCL){if(!(location.hostname.indexOf('cnn.com')>-1))
{cnnAddCSI('contextualLinks','/.element/ssi/sect/1.1/misc/contextual/story.html','');}else{
cnnAddCSI('contextualLinks','http:/\/cl.cnn.com/ctxtlink/jsp/cnn-story.jsp','category=cnnworld&url=http:/\/robots.cnn.com/2005/WORLD/asiapcf/02/10/nkorea.talks/index.html&site=cnn_world_dyn_ctxt');}}
         
>   "Kalau memang ada suatu kondisi, yangdikondisikan menjadi rawan
menjelang Pilkada, maka KPA dan GAM siap bekerjasama dengan polisi.
Ini telah kami lakukan" Jurubicara Majelis GAM Pusat SuadiLaweuëng" 
> Aceh Utara, acehkita.com. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Komite
Peralihan Aceh (KPA) Pusat menyatakan siap membantu TNI/Polri dalam
mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 11 Desember
mendatang. 
> 
> "Kalau memang ada suatu kondisi, yangdikondisikan menjadi rawan
menjelang Pilkada, maka KPA dan GAM siap bekerjasama dengan polisi.
Ini telah kami lakukan seperti di kawasan Pidie," kata Jurubicara
Majelis GAM Pusat Suadi Sulaiman Laweung kepada wartawan di Aceh
Utara, Minggu (12/11).
> 
> Bekas jurubicara GAM Pidie ini meminta semua anggota GAM dan eks
kombatan di seluruh Aceh untuk menyukseskan dan mengamankan jalannya
pemilihan pesta demokrasi pertama pascakonflik, yang juga diikuti
anggota GAM. Karenanya, dia meminta semua anggota GAM untuk membantu
aparat kepolisian dalam menciptakan ketertiban dan kenyamanan di
tengah-tengah warga. "Itu semua sesuai dengan prosedur hukum yang ada
dan kita juga harus mengikuti peraturan perundang undangan yang
berlaku," kata dia.
> 
> Adi menyebutkan, jika semua pihak ingin menyelamatkan MoU Helsinki,
apalagi setelah Aceh Monitoring Mission (AMM) menghabiskan masa
tugasnya di Aceh, semua pihak harus bekerjasama. 
> "Kalau mereka nanti seluruhnya meninggalkan Aceh, itu semua menjadi
tanggung jawab kita bersama TNI/Polri, termasuk untuk meminimalisir
angka kriminalitas yang akan terjadi," ujarnya, sembari menambahkan,
pihak-pihak yang ingin mengganggu implementasi MoU Helsinki akan
menjadi musuh bersama. [dzie]
> ------------ ----
>   
>   
> 
> 
>     
>   
>   
> 
> 
>         
> 
> 
>  
> ---------------------------------
> Sponsored Link
> 
> $420,000 Mortgage for $1,399/month -   Think You Pay Too Much For
Your Mortgage? Find Out!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>





Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke