Dibawah tertulis perbedaan pendapat mengenai hakikat Yesus dalam 
hubungannya dg Bapa,kasarnya untuk memastikan Yesus itu Tuhan opo 
bukan,jadi betul jare Irene bahwa Yesus sebelum 325 belum Tuhan,baru 
setelah konsili Nicea th 325 Yesus lalu dilantik jadi Tuhan by Kaisar 
Konstantin.Irene yang pikirannya mletik berfikir gini;Lo kalau camat 
saja kan Gubernur yang nglantik,Gubernur yang nglantik Mendagri atau 
Presiden.La ini Tuhan yang nglantik kok gur uwong,paling gak Tuhan 
Putra mestinya by Tuhan Bapa.Akhirnya dia converse.jadi Islam itu 
dapetnya Mualaf justru sing pikirannya mletik,Mr.Law dapat bolo 
banyak tapi yang klas supermi.
Shalom,
Tawangalun. 

Konsili Nicea I from Wikipedia

Konsili Nicea Pertama dihimpunkan oleh Kaisar Roma Konstantin Agung 
pada 325 M. Ini adalah konferensi ekumenis[1] pertama para uskup dari 
Gereja Kristen.
Tujuan konsili ini (yang juga disebut sinode) adalah memecahkan 
perbedaan pendapat di Gereja Alexandria mengenai hakikat Yesus dalam 
hubungannya dengan Sang Bapa; khususnya apakah Yesus mempunyai 
hakikat yang sama atau serupa dengan Allah Bapa. St. Alexander dari 
Alexandria mengambil posisi yang pertama; penatua Arius yang populer, 
yang merupakan asal-usul istilah pertikaian Arian datang, dan 
mengambil posisi yang kedua. Konsili ini memutuskan menentang kaum 
Arian. Hasil lain dari konsili ini adalah kesepakatan mengenai 
tanggal perayaan Paskah Kristen, yang mulanya berkaitan dengan Paskah 
Yahudi. Perayaan ini adalah perayaan terpenting dalam kehidupan 
Gereja. Konsili memutuskan untuk merayakan Paskah pada hari Minggu 
pertama setelah equinox musim semi, bebas dari Kalender Ibrani 
Alkitab (lihat pula Quartodecimanisme), dan memberikan wewenang 
kepada Uskup Alexandria kemungkinan menggunakan kalendar Alexandria) 
untuk mengumumkan setiap tahunnya tanggal yang persis kepada rekan-
rekan uskupnya.
Konsili Nicea secara historis penting karena ini adalah upaya pertama 
untuk mencapai konsensus di kalangan gereja melalui sebuah 
persidangan yang mewakili seluruh dunia Kristen.[2] "Ini adalah 
kesempatan pertama untuk pengembangan Kristologi yang teknis."[3] 
Lebih jauh, "Konstantin dalam menghimpunkan dan memimpin konsili ini 
menandai adanya kontrol kerajaan atas gereja."[4] Dengan 
dirumuskannya Pengakuan Iman Nicea, ditetapkanlah sebuah preseden 
untuk konsili-konsili umum berikutnya untuk merumuskan sebuah 
pernyataan iman dan kanon yang dimaksudkan untuk dijadikan sebagai 
ajaran yang benar bagi semua orang Kristen. Hal ini dimaksudkan untuk 
mempersatukan Gereja dan memberikan pedoman yang jelas dalam hal-hal 
yang dipertentangkan tentang apa artinya menjadi orang Kristen. Ini 
adalah sebuah peristiwa penting dalam sejarah Gereja dan sejarah 
Eropa di kemudian hari.
 
Daftar isi
[sembunyikan] 
1 Sifat 
2 Para undangan 
3 Agenda dan prosedur 
4 Masalah-masalah lain 
5 Catatan kaki 
6 Lihat pula 
7 Bibliografi 
8 Pranala luar   

[sunting] Sifat
/wiki/Berkas:Nicaea_icon.jpg /wiki/Berkas:Nicaea_icon.jpgKonsili 
Nicea I 
Konsili Nicea Pertama adalah perhimpunan umum pertama para uskup dari 
seluruh Gereja, untuk memecahkan perbedaan-perbedaan iman yang telah 
muncul dan untuk mendefinisikan dengan jelas iman yang diteirma dari 
para rasul. Dalam konsili ini, Gereja dan Negara bertindak bersama-
sama. Konsili-konsili sebelumnya, seperti misalnya Konsili Yerusalem, 
memang telah memecahkan masalah-masalah penting. Kini Konsili Nicea 
merumuskan sebuah pernyataan yang tegas terhadap ajaran sesat yang 
berkembang, suatu pengakuan iman yang dimaksudkan untuk memperjelas 
dan membela warisan dari keyakinan yang benar. Konsili ini mempunyai 
dampak di seluruh dunia, bagi seluruh Gereja.
Dalam Arianisme terdapat halangan besar untuk menyelaraskan Gereja 
dengan kesatuan Kekaisaran Bizantium. Karenanya, selama musim panas 
tahun 325 M., para uskup dari semua provinsi diundang ke Nicea di 
Bithynia, sebuah tempat yang mudah dijangkau oleh kebanyakan para 
uskup, khususnya mereka yang berasal dari Asia Kecil, Suriah, 
Palestina, Mesir, Yunani, dan Thrasia.

[sunting] Para undangan
Konstantin mengundang ke-1800 uskup Gereja Kristen (sekitar 1000 
orang di timur dan 800 orang di barat).
Jumlah para uskup yang ikut serta tidak dapat dipastikan dengan 
akurat: menurut Eusebius dari Kaisaria (Kehidupan Konstantin 3.8) ada 
250 orang, menurut Athanasius dari Alexandria (Ad Afros Epistola 
Synodica 2) ada 318, menurut Eustathius dari Antiokia (Theodoret H.E. 
1.7) ada 270, ketiga-tiganya ini hadir pada konsili tersebut. 
Belakangan Socrates Scholasticus (H.E. 1.8) mencatat lebih dari 300 
orang, Evagrius (H.E. 3.31), Hilarius (Contra Constantium), 
Hieronimus (Chronicon) dan Rufinus mencatat 318.
Para uskup yang ikut serta diberikan perjalanan gratis pulang pergi 
dari takhta keuskupan mereka ke konsili, dan penginapan cuma-cuma. 
Para uskup ini tidak datang sendirian; masing-masing mendapatkan izin 
untuk membawa serta dua orang presbiter dan tiga orang diaken, jadi 
jumlah keseluruhan hadirin mestinya lebih dari 1500 orang. Eusebius 
berbicara tentang rombongan yang hampir tidak terhitung jumlahnya 
yang terdiri dari para imam, diaken, dan pembantu.
Konsili ini juga penting mengingat penganiayaan terhadap orang 
Kristen baru saja berakhir dengan dikeluarkannya Edik Milano pada 
Februari 313 oleh Konstantin dan Licinius.
Sekadar catatan, para uskup dari Timur merupakan mayoritas besar. 
Dari mereka, barisan pertama diduduki oleh tiga orang uskup agung: 
Alexander dari Alexandria, Eustathius dari Antiokia, dan Macarius 
dari Yerusalem. banyak dari para bapak gereja yang hadir, misalnya 
Paphnutius dari Thebes, Potamon dari Heraclea dan Paulus dari 
Neokaisaria, telah bertahan sebagai saksi-saksi dari iman mereka, dan 
datang ke konsili dengan tanda-tanda penganiayaan di wajah mereka. 
Para hadirin terkemuka lainnya adalah Eusebius dari Nikomedia, 
Eusebius dari Kaisaria, Nikoas dari Mira, Aristakes dari Armenia, 
Yakobus dari Nisibis, seorang bekas pertapa dan Spiridion dari 
Trimithous yang meskipun sudah diangkat menjadi uskup tetap 
bermatapencarian sebagai seorang gembala. Dari tempat-tempat asing 
datang seorang uskup Persia, Yohanes, seorang uskup Goth, Teofilus 
dan Stratofilus, uskup dari Pitiunt di Egrisi (terletak di perbatasan 
Rusia dan Abkhazia sekarang, di luar kekaisaran Bizantium).
Provinsi-provinsi berbahasa Latin mengutus sekurang-kurangnya lima 
wakil, yaitu Marcus dari Kalabria dari Italia, Cecilian dari Kartago 
dari Afrika, Hosius dari Córdoba dari Hispania, Nikasius dari Dijon 
dari Gaul, dan Domnus dari Stridon dari provinsi Donau.
Di antara para asisten adalah Athanasius dari Alexandria, seorang 
diaken muda dan pendamping Uskup Alexander dari Alexandria, yang 
menonjol sebagai "pejuang yang paling gigih dalam melawan kaum 
Arianis," dan demikian pula Alexander dari Konstantinopel, yang saat 
itu seorang presbiter, sebagai wakil dari uskupnya yang sudah lanjut 
usia.

[sunting] Agenda dan prosedur
Agenda sinode adalah:
Masalah Arianisme, 
Perayaan Paskah, 
Skisma Meletia, 
Apakah Sang Bapa dan Sang Anak itu mempunyai satu kehendak atau satu 
pribadi 
Baptisan orang-orang sesat, dan 
Status dari mereka yang murtad pada masa penganiayaan di bawah 
Licinius. 
Konsili ini dibuka resmi pada 20 Mei, di bangunan tengah dari istana 
kekaisaran, dengan diskusi-diskusi pendahuluan tentang masalah 
Arianisme. Dalam pembahasan-pembahasan ini, sejumlah tokoh yang 
dominan adalah Arius, dengan sejumlah penganutnya, khususnya Uskup 
Eusebius dari Nikomedia, Uskup Theognis dari Nice, dan Uskup Maris 
dari Khalsedon. Hosius dari Cordova mungkin menjadi ketua pembahasan 
ini.
Eusebius dari Kaisaria mengingatkan hadirin akan pengakuan iman 
(lambang) [[aptisan di keuskupannya sendiri di Kaisaria di Palestina, 
sebagai suatu bentuk rekonsiliasi. Mayoritas para uskup setuju 
dengannya. Selama beberapa waktu para ahli mengira bahwa Pengakuan 
Nicea yang asli didasarkan pada pernyataan Eusebius ini. Kini 
kebanyakan ahli berpendapat bahwa Pengakuan Iman ini diambil dari 
pengakuan iman baptisan Yerusalem, seperti yang dikemukakan oleh Hans 
Lietzmann. Kemungkinan lainnya adalah Pengakuan Iman Rasuli.

[sunting] Masalah-masalah lain
Lalu para uskup memulai pemebahasan menentang skisma Meletia. 
Pendirinya diskors dari jabatannya namun tidak diturunkan 
kedudukannya ataupun dibuang.
Akhirnya, konsili merumuskan dua puluh hukum gereja yang baru, yang 
disebut kanon, (meskipun jumlah yang persisnya dapat diperdebatkan, 
lihat [5]), yaitu aturan-aturan disiplin yang tidak berubah. Ke-20 
hukum tersebut sebagaimana didaftarkan dalam Para Bapak Nicea dan 
Pasca-Nicea adalah sebagai berikut:[6]
1. larangan pengebirian diri sendiri; (lihat Origenes) 
2. penetapan syarat-syarat minimum untuk katekismus; 
3. melarang hadirnya seorang perempuan muda di rumah seorang 
rohaniwan karena hal itu dapat menyebabkan kecurigaan terhadap sang 
rohaniwan ; 
4. penahbisan seorang uskup di hadapan sekurang-kurangnya tiga uskup 
provinsial dan pengukuhan oleh metropolitan; 
5. dua sinode wilayah harus diselenggarakan setiap tahunnya; 
6. pengakuan wibawa luar biasa untuk para uskup dari Alexandria dan 
Roma, untuk wilayah mereka masing-masing; 
7. pengakuan terhadap hak-hak kehormatan dari takhta suci Yerusalem; 
8. syarat persetujuan dengan kaum Novatian; 
9–14. syarat untuk prosedur yang lunak terhadap orang yang murtad 
pada masa penganiayaan di bawah Licinius; 
15–16. larangan pemecatan terhadap imam; 
17. larangan riba di antara para rohaniwan; 
18. para uskup dan presbiter akan terlebih dulu menerima Perjamuan 
Kudus (Ekaristi) sebelum para diaken; 
19. pernyataan bahwa baptisan yang dilakukan oleh para penyesat tidak 
sah; 
20. larangan berlutut selama liturgi, pada hari Minggu dan selama 50 
hari Masa Paskah ["pentakosta"]. Berdiri adalah sikap normatif untuk 
berdoa pada saat ini, dan hal ini masih dilakukan di antara kaum 
Ortodoks Timur. (Kelak, Gereja Barat menerima istilah Pentakosta 
untuk merujuk pada hari Minggu terakhir dari Masa Paskah, yaitu hari 
ke-50.) Untuk teks lengkap mengenai larangan berlutut, dalam bahasa 
Yunani dan terjemahan bahasa Inggris, lihat kanon 20 dari akta 
konsili. 
Sebagai kesimpulan, pada 25 Juli 325, para uskup di konsili itu 
merayakan ulang tahun ke-20 kaisar. Dalam pidato sambutannya, 
Konstantin sekali lagi memberitahukan kepada hadirin betapa ia 
membenci pertikaian dogmatis. Ia ingin Gereja hidup dalam 
keharmonisan dan damai. Dalam sebuah surat edaran, ia mengumumkan 
tercapainya kesatuan praktik oleh seluruh Gereja pada hari perayaan 
Paskah Kristen.
Namun sinode ini tidak tegas. Arius serta teman-temannya dihukum 
bersamanya dan kaum Meletia memperoleh kembali hampir semua hak 
mereka yang sebelumnya telah lenyap. Selain itu Arianisme terus 
menyebar dan menyebabkan perpecahan di dalam Gereja, sepanjang sisa 
abad ke-4.

[sunting] Catatan kaki
Catatan 1: Richard Kieckhefer (1989). "Papacy". Dictionary of the 
Middle Ages. ISBN 0684182750 
Catatan 2: Kieckhefer. 
Catatan 3: Kieckhefer. 
Catatan 4: ekumenis, dari Yunani Koine oikoumenikos, secara harafiah 
berarti seluruh dunia, namun umumnya diasumsikan terbatas pada 
Kekaisaran Romawi seperti dalam klaim Augustus sebagai penguasa 
oikoumene/world; penggunaan paling awal istilah ini untuk sebuah 
konsili dilakukan oleh Eusebius' Life of Constantine 3.6[7] sekitar 
338 "σύνοδον 
οἰκουμενικὴν 
συνεκρότει" (ia menghimpunkan 
sebuah 
Konsili Ekumenis), tulisan Athanasius, Ad Afros Epistola Synodica 
pada 369[8], dan Surat pada 382 kepada Paus Damasus I dan para uskup 
Latin dari Konsili Konstantinopel Pertama[9] 

[sunting] Lihat pula





Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke