SUARA MERDEKA Rabu, 27 Desember 2006 TAJUK RENCANA ''Kartu Merah'' untuk Sepuluh Menteri - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di penghujung 2006 ini mengeluarkan penilaian atas kinerja menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). Hasilnya, 10 menteri memeroleh ''kartu merah'' karena dianggap memiliki catatan buruk dan tidak berhasil menjalankan program kesejahteraan masyarakat. Kesepuluh menteri tersebut adalah Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Agama, Menteri Pertanian, Menteri Perumahan Rakyat, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Energi dan SDM, Menteri Nakertrans dan Menko Kesra. Mereka dianggap bermasalah sehingga perlu segera memperbaiki kinerja.
- Sah-sah saja lembaga nonpemerintah memberikan penilaian seperti itu. Demikian juga partai politik atau siapa pun yang ingin sekaligus memberikan masukan kepada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla. Biasanya, masukan dan penilaian dari lembaga swadaya masyarakat seperti YLBHI atau kalangan perguruan tinggi dianggap lebih netral dan tidak memiliki tendensi politik. Berbeda misalnya bila penilaian diberikan oleh partai politik atau ormas yang memiliki kedekatan dengan parpol tertentu. Masukan seperti itu wajar-wajar saja, masuk akal, dapat diterima serta tidak berbeda dengan opini yang berkembang di tengah masyarakat. - Bahkan kalau mau jujur harus diakui, yang mendapat rapor merah tidak hanya 10 menteri tersebut. Menteri-menteri lain seperti Menteri Kesehatan juga dianggap kurang berperan optimal serta lemah kepemimpinannya. Di samping itu beberapa menteri negara belum jelas bidang tugasnya seperti Menteri Peranan Perempuan, Menteri Pemuda dan Olahraga serta Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Mungkin saja kita belum sepakat soal kriteria penilaian, di samping presiden dan wakil presiden sendiri tentu memiliki kriteria sendiri. Namun masukan-masukan seperti yang diberikan YLBHI tidak bisa dianggap angin lalu. - Bagaimanapun akhirnya semua tanggung jawab harus diemban oleh SBY-Kalla. Rendahnya kinerja menteri adalah juga rendahnya kinerja pemerintah secara keseluruhan. Adanya permasalahan yang dihadapi seorang menteri maka seluruh kabinet bisa merasakan getahnya. Paling tidak hal itu akan memengaruhi politik pencitraan yang telah berusaha dibangun sekuat tenaga oleh presiden. Bahkan tidak jarang SBY dianggap terlalu sibuk membangun persepsi dan menggapai citra yang baik daripada harus berbuat yang lebih riil dan konkret bagi kepentingan masyarakat. Pemerintahan yang bisa jadi hanya berjalan di atas alur normatif tanpa hasil yang jelas. - Kinerja menteri atau kabinet secara keseluruhan seharusnya bisa dinilai dengan tolok ukur yang jelas. Kalau perlu masyarakat pun tahu apa saja tugas mereka, dan target yang seharusnya dicapai. Dengan demikian semua menjadi fair dan terbuka. Bukan atas dasar suka dan tidak suka, atau karena pertimbangan politik belaka. Kita tak tahu persis bagaimana mekanisme internal di kabinet, namun yang tampak presiden jarang menegur menteri-menteri yang dianggap bermasalah atau kinerjanya kurang. Dalam banyak hal figur presiden dan wakil presiden justru yang lebih banyak menonjol dan mengemuka untuk mengatasi banyak masalah. - Memasuki tahun ketiga, hendaknya SBY - Kalla berusaha memperbaiki kinerja para menteri. Ketertundaan rencana reshuffle kabinet mungkin untuk menghindari ketegangan politik baru. Tetapi apa artinya semua itu kalau akhirnya mengorbankan kinerja? Masyarakat belum dapat menerima hasil, terutama dalam peningkatan kesejahteraan. Pengangguran dan angka kemiskinan semakin banyak, sementara fokus setiap menteri juga sering tidak jelas. Pada akhirnya SBY - Kalla yang harus mempertanggungjawabkannya. Tetapi berisiko juga mengadakan pergantian di tengah jalan, terutama risiko politik. Kita amati bersama, apakah rapor menteri akan membaik di tahun depan [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
