Solidaritas bukanlah rasa kasihan yg samar2 atau menbodoh-bodohi atau rasa
kedukaan yg dangkal atas penderitaan begitu banyak orang, baik yg jauh maupun
yg dekat, baik seiman ataupun berbeda agama dan pandangan. Sebaliknya,
solidaritas merupakan ketetapan hati yg kuat dan mantap untuk melibatkan diri
demi kesejahteraan bersama, hal ini berarti kebaikan dari semua dan dari
masing2 individu, karena kita semua sesungguhnya bertanggung jawab terhadap
semua...................................................
Pelaksanaan solidaritas dalam setiap masyarakat berjalan baik bila para
anggotanya mengakui orang lain sebagai
pribadi...................................
Gsuryana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kesaksian bloon, sejak awal sudah ngaco, tanpa perlu Yesus sudah
dogol,
nikah jarak usianya jauh banget yah dogol nya minta ampun, dan kena telikung
bini bukan karena salah bini, serta jadi kenal Yesus bukan alasan
kesembuhan, didiemin juga akan sembuh sendiri, bisa juga masuk rumah sakit
jiwa karena ego masih mikirin bini bahenol di gaet orang lain.
Kesaksian model gini gak usah di uar, bikin malu umat Kristen
Heran aku, kesaksian narkoba, kesaksian judi sadar karena kenal Yesus
beneran dogol, emang mereka di saat masih punya duit mau kenal Yesus ?, dan
apa mereka akan tetap nenggak narkoba dan judi disaat semua orang sudah
tidak percaya, dan apakah di saat semua orang dekatnya yang tidak percaya
juga orang jauh akan sama tidak percaya nya ?
Bermasyarakat didalam sebuah komunitas yang namanya bernegara itu aku jamin
akan ada penolong bukan Yesus semata, kebetulan ajah ntu yg ngasih kesaksian
di uar oleh kresten dongo, coba tanya ke kelenteng, vihara, pesantren emang
di sonoh ngusirin orang terbuang ?
sur. ( mikir pakai otak jangan makai Alkitab )
----- Original Message -----
From: "Tanribra Gandranata EDDY" <[EMAIL PROTECTED]>
> Isteriku Yang Cantik dan Sexy
>
> Ketika aku menikah dengan isteriku, aku sudah berumur 35 tahun, terpaut
> jauh dengan isteri yang masih muda, cantik dan sexy yg ketika itu baru
> berumur 18 tahun.
>
> Aku sudah mapan, punya rumah cukup mewah, mobil dan jabatanku cukup
> strategis dan kata orang, 'itu tempah basah', karena memang aku kerja
> dibagian peroyek Pengairan seperti Pembangunan Jembatan, Dam (Waduk
> raksasa tempat penempungan air untuk persawahan). Gajiku sebagai
> PNS/Pegawai Negeri Sipil tidaklah mencukupi kehidupan keluargaku, karena
> isteriku begitu boros dan hidup berglamour. Tapi hasil komisi Pengadaan
> Proyek menutupi semua itu. Walaupun isteri begitu boros dan hidup mewah,
> aku sangat cinta dan kagum akan ke-seksi-annya serta kecantikannya. Dunia
> ini rasanya hanya punya kami berdua.
>
> Tapi sayang setelah umurku 55 tahun, aku sudah pensiun, pemasukanpun
> hanya dari pensiun, sedangkan pengeluaran isteri makin bertambah. Dan pada
> akhirnya aku tak sanggup lagi memenuhi nafkah lahiriah yang melampaui gaji
> dari hasil pensiunanku, dan yang tragis lagi nafkah batinpun sudah mulai
> "Loyo", maklum umur sudah Lansia, dan mungkin selagi muda sering
> meng-hambur2kannya.
>
> Dan yang membuatku paling menderita, isteriku sudah mulai menunjukkan
> sikap dan sifat marahnya, dan hampir setiap hari berbagai ocehan serta
> kata2 yg tidak senonoh keluar dari mulutnya. Akupun pasrah dan efek
> sampingnyapun berakibat daya kejantananku makin berkurang, loyo dan tidak
> bersemangat lagi. Dan kegilaanpun terjadi, isteriku main "gila" dengan
> seorang pemuda yang masih muda. Pada akhirnya isteriku meninggalkan aku
> sendirian, dan pergi bersama dengan pemuda itu yang memang cukup berada
> dan masih muda belia. Karena memang aku akui, bahwa isteriku masih cantik
> dan sexy walaupun umurnya sudah mencapai 38 tahun, siapapun yang melihat
> lekuk liku tubuhnya yang masih padat berisi itu pasti akan tergoda.
>
> Sekarang aku sendirian, berjalan dari kamar kekamar, terasa kosong dan
> hampa hidup ini. Hampir setiap hari aku merenungkan nasibku yang malang
> ini, dan kadangkala aku pergi berkonsultasi dgn konselor yang baik, dan
> juga teman2 sering menghiburku. Dan pada akhirnya aku mulai mengenal
> Yesus. Teman2ku senantiasa berdoa untukku, aku terhibur atas doa2 mereka,
> hatiku mulai menyala-nyala dan sering menangis didepan altar gereja sambil
> mengingat penderitaan Yesus, yang jauh lebih berat dibandingkan dengan
> penderitaan yang aku hadapi.
> Demikian juga aku berdoa supaya aku dikuatkan, dan pada akhirnya aku
> belajar katesasi dan dibaptis. Sekarang aku rajin mengikuti kursus
> Pendalaman Iman dan Alkitab. Kini Semangat Baruku timbul, penuh iman dan
> harapan.
>
> Aku belajar tidak berfokus pada masa laluku yang pahit dan menyerahkan
> seluruh hidupku kepada Yesus. Aku sungguh2 sadar dan bersyukur akan
> berkat2 yang Ia sediakan bagiku, doa2 para sahabat seiman serta
> penghiburan2 yg semuanya itu membuatku terharu dan juga bangga.
> Hidupku sudah diubah dari keputus-asaan menjadi penuh iman dan
> pengharapan akan hari-hari yang lebih cerah.
> Tak Lupa aku senantiasa berdoa kepada Yesus :
> Tuhan, ajarlah kami, untuk melepaskan segala keterikatan serta
> kemelekatan pada masa lalu yang penuh penderitaan, dan kiranya maju terus
> menuju kehendak-Mu terjadilah pada kami, Amien. By : Kisah Nyata
> Pengalaman Seseorang.
>
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/