Refleksi: Menurut keterangan seorang pakar astronomika dari The Kaligot 
University beliau mengatakan bahwa dengan kamera Indonesia ini bisa dipotret 
malaekat nan cantik-cantik yang hilir mudik di angkasa langit nan biru. 

http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2007/01/10/brk,20070110-90945,id.html

Indonesia Pasang Kamera di Antariksa
Rabu, 10 Januari 2007 | 00:51 WIB 

TEMPO Interaktif, Jakarta:Semakin mendekati hari ini Agus Nuryanto, Deputi 
Bidang Teknologi Dirgantara di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, 
merasakan jantungnya berdetak lebih kencang. Pagi ini pun bisa dipastikan 
aliran darahnya akan mengalir lebih cepat. "Sport jantung nih," katanya kemarin.

Lupakan sebentar teka-teki hilangnya pesawat Adam Air di langit Sulawesi dan 
seka sejenak air mata yang mengiringi beragam musibah di bumi Indonesia. Pagi 
ini satelit pertama buatan Indonesia siap meluncur. Satelit mikro bermata 
kamera video itu dirancang, didesain dan nantinya akan dikendalikan oleh 
insinyur-insinyur Indonesia.

"Kabar terakhir saya terima pagi ini kalau hitung mundur masih berjalan, 
prediksi peluncuran masih on time," sambung Agus yang juga menjabat sebagai 
Ketua Tim Program Microsat Nasional. 

Satelit mikro Lapan-Tubsat (Lapan-Technical University of Berlin Satellite) 
yang dibuat di Berlin, Jerman, itu sudah 'nangkring' di hidung roket PSLV 7 di 
Sriharikota, India, sejak hitung mundur dua hari lalu. Satelit rencananya akan 
membonceng roket itu sebagai muatan tambahan selama 1175 detik dihitung sejak 
meluncur Pukul 10.53 Waktu Indonesia Barat. Setelah itu Lapan-Tubsat akan 
memisahkan diri di orbit kutub, ketinggian 630 kilometer.

Agus memperkirakan, Stasiun Bumi Rumpin di Serpong, Banten, sudah akan dapat 
menemukannya Pukul 20 dan 21.30 malam ini juga. "Kami track dan segera 
mengujinya apakah bisa komunikasi atau tidak," katanya.

Satelit seukuran sedikit lebih besar dari kotak hard disk berbobot 57 kilogram 
itu meninggalkan bumi berbekal sistem transmisi data S-band, pesan pendek store 
& forward, dan dua kamera video berwarna. Satu diantara kamera-kamera itu 
beresolusi hingga 5 meter dengan luas cakupan 3,5 kilometer. "Asal masih utuh 
bangkai pesawat Adam Air yang hilang bisa terpotret," kata Bambang 
Tedjasukmana, Deputi Penginderaan Jauh di Lapan. 

Sebagai satelit pengamatan (surveillance) yang bisa mengambil gambar apapun di 
bumi di bawahnya yang dilintasi, Lapan-Tubsat sejatinya bisa digunakan untuk 
memantau langsung kebakaran hutan, gunung berapi, dan banjir. Tapi, Agus 
mengesampingkan semua fungsi itu. "Itu untuk fase kedua nanti," katanya.

Menurut Agus, Lapan-Tubsat hanya akan dimanfaatkan sebagai sarana belajar para 
insinyur Indonesia dalam mengendalikan manuver satelit dari bumi. "Kamera hanya 
untuk sekadar memotret, tapi untuk fungsi penginderaan jauh jelas butuh kamera 
yang bisa menyerap warna yang diinginkan," jelasnya.

Sekitar lima tahun lalu, Agus dan timnya mulai bergerak. Sebagian merintis 
pendirian stasiun bumi yang khusus mengendalikan satelit -tidak sekadar 
menerima data satelit- di Rumpin, lengkap dengan fasilitas pendukungnya seperti 
clean room dan laboratorium integrasi. Sebagian lainnya dikirim untuk berguru 
ke Universitas Teknik Berlin. Lapan mengirim empat insinyur muda sebagai tim 
inti ke kampus itu dengan alasan transfer pengetahuan yang bisa dipanen 
maksimal dengan harga yang paling murah. 

Di Berlin mereka mendapat bimbingan seorang profesor mulai dari merancang, 
memberi komponen, dan mengintegrasikannya jadi satu. Mereka juga mengetes 
sendiri setiap komponen sebelum dan sesudah terintegrasi. Total, 1,5 tahun dan 
Rp 10 miliar dihabiskan untuk perakitan satelit pertama made in Indonesia ini. 

Usai rangkaian kolaborasi antara Berlin dan Rumpin yang selesai sempurna secara 
teknik per Juli 2005 lalu, hari ini menjadi pembuktian untuk Agus dan timnya. 
"Kalau ini semua berhasil, jelas sebuah prestasi," kata Agus dari Posko Rumpin. 

(wuragil)



[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke