REFLEKSI: Letak Cimahi hanya sejengkal dari Jakarta, ibukota kekuasaan. Kalau tempat yang letaknya hanya sejengkal saja dari pusat kekuasaan negara sudah pincang, maka pasti mereka yang berdiam jauh dari Jakarta pasti lumpuh bin paralis. Sehubungan dengan itu tidak kalah pentingnya dipertanyakan apakah tidak memalukan penguasa negara bahwa sekalipun sudah 60 tahun merdeka masih kucarkacir urusan negara di segala bidang sehingga kehidupan rakyat memburuk. Rakyat dibilang merekda tetapi mereka tidak merdeka bebas dari kemiskinan dan keterbelakangan. Masyaalloh koq hidup ditimpa kemiskinan yang tak putus-putus.
Obat solusi untuk daerah namanya "otomisasi", tetapi juga tidak tidak mendatangkan perubahan kemajuan untuk perbaikan hidup bagi rakyat daerah, tetap saja miskin sekalipun kekayaan alam berlimpah-limpah yang disexploitasi dengan mendatangkan banyak miylar yankee dollar, tetapi kemana uang-uang itu? Mengapa kita harus tetap miskin dengan menjadi penonton kekayaan alam milik sendiri menghilang di depan mata? http://www.suarapembaruan.com/News/2007/01/12/index.html SUARA PEMBARUAN DAILY Program Raskin Tak Menjangkau Seluruh Rakyat Miskin [BANDUNG] Program beras untuk rakyat miskin (raskin) tidak bisa menjangkau seluruh rakyat miskin di Kota Cimahi. Pasalnya, jatah raskin yang diberikan untuk Kota Cimahi selama satu tahun hanya 8,8 ton beras setiap bulannya. Jumlah tersebut akan diberikan kepada sekitar 8.870 rumah tangga miskin di sekitar Kota Cimahi. Setiap rumah tangga miskin itu bakal mendapat jatah raskin 10 kg per bulan. "Rumah tangga miskin di Cimahi sendiri mencapai 22.000 rumah tangga," tutur Asisten II Bidang Ekonomi dan Program Kota Cimahi, Hendra WS, di Bandung, Kamis (11/1). Untuk mengatasinya, dia mengaku telah menyediakan dana dari APBD Kota Cimahi, untuk membeli beras kepada Perum Bulog. Beras yang dibeli itu nantinya diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak kebagian raskin dalam program pemerintah pusat. "Dananya sekitar Rp 100 juta untuk pembelian 60 ton beras," katanya. Namun, untuk merealisasikan rencana itu, Pemerintah Kota Cimahi sedikit terganjal. Pasalnya, untuk penggunaan anggaran sebesar Rp 100 juta, mesti ada tender. "Yang saya ragukan, kalau ditender kira-kira ada enggak yang mau, hanya untuk membeli beras Bulog? Sebab, itu kan untungnya sedikit. Tapi, kalau misalkan tidak akan yang berminat, rencananya kami akan kerja sama langsung kepada Bulog," ungkapnya. Pada tahun 2006, Hendra memaparkan jatah raskin Kota Cimahi sekitar 45 ton beras yang diberikan kepada 4.500 rumah tangga miskin. "Sekarang ini, jumlahnya meningkat 100 persen," terang dia. Terkait dengan pengawasan untuk pembagian raskin itu, Kepala Bina Ekonomi Kota Cimahi, Endang Hidayat menyatakan, setiap kelurahan sudah siap mengurus pembagian raskin kepada tiap rumah tangga miskin. "Hal itu sudah disosialisasikan kepada setiap kelurahan. Kalau pihak kelurahan bertugas membagikan raskin, maka kami bertugas mengawasi pembagian raskin itu," imbuhnya. [153] Last modified: 12/1/07 [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
