http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=1500
Kamis, 11 Januari 2007
HUKUM-KRIMINAL
Waspadai Penipuan Transfer Uang Pada Keluarga Korban KM Senopati
Lampost Online - Keluarga korban tenggelamnya KM Senopati Nusantara,
perlu waspada karena kini muncul orang yang diduga akan menipu dengan cara
meminta ditransfer uang untuk biaya perawatan keluarganya yang ditemukan dan
kini dirawat di rumah sakit.
Ahmad Syahid (25), asal Kudus, Jateng, kepada ANTARA di posko informasi
gabungan TNI dan Polri di Dinas Angkutan (Disang) Pangkalan Utama TNI AL
(Lantamal) V Surabaya, Rabu (10/01), mengaku ditelepon seseorang yang meminta
ditransfer uang Rp3,5 juta untuk biaya perawatan orangtuanya di rumah sakit di
Tuban, Jatim.
"Penelepon itu mengaku bernama Parman, warga Jl Pungkruk, Tuban. Tapi
anehnya saat menelepon, kode yang keluar 0291 atau di Kudus. Kemungkinan dia
menggunakan telepon di wartel. Ia meminta Rp3,5 juta, tapi saya bilang tidak
bawa uang cash. Dia kemudian meminta Rp1,5 juta dulu," katanya.
Karena sadar bahwa telepon itu kemungkinan ulah penipu, Syahid mengatakan
kepada penelepon bahwa dirinya akan segera berangat ke Tuban. Syahid berjanji
akan memberikan uang itu langsung di Tuban, kalau orangtuanya sudah betul-betul
dirawat.
"Aneh kan kalau meminta uang dari keluarga korban. Mestinya untuk
perawatan KM Senopati itu langsung ditangani, tanpa meminta biaya dari
keluarganya. Karena itu keluarga korban lain harus hati-hati dengan modus
penipuan melalui permintaan kiriman uang ini," katanya.
Atas bantuan telepon gratis di posko, Syahid yang orangtuanya, Sakur (52)
dan Asiah (55) menjadi korban tenggelamnya KM Senopati Nusantara, Sabtu (30)
dini hari di perairan Mandalika, Jateng, dan kini belum ditemukan, kemudian
berusaha mencari informasi ke RSUD Tuban dan ternyata diketahui, hingga Rabu
siang belum ada tambahan penemuan korban baru.
Ia memastikan bahwa kedua orangtunya tidak masuk ke RSUD Tuban, karena
sehari sebelunya juga sudah melakukan pengecekan dan belum ada nama Sakur degan
Asiah dalam daftar penemuan korban.
Syahid kemudian juga menelepon keluarganya di Kudus agar berhati-hati
jika ada orang menelepon dan meminta kiriman uang dengan dalih untuk perawatan
oragtuanya
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/