http://www.cenderawasihpos.com/Utama/h.4.html

 
Sabtu, 13 Januari 2007

4000 Warga di PuncakJaya Lari ke Hutan?


*Elsham Juga Laporkan 1 Orang Tewas Tertembak


JAYAPURA-Situasi keamanan di Puncak Jaya, pasca pembunuhan seorang anggota 
Kopassus dan purnawiran TNI-AD, 8 Desember 2006, masih menimbulkan beragam 
versi. Bila pihak aparat mengatakan, situasi keamanan Puncak Jaya benar-benar 
sudah sangat kondusif, maka penilain sedikit berbeda dilaporkan pihak Elsham 
Papua. Elsham bahkan menilai sampai saat ini Puncak Jaya belum sepenuhnya 
kondusif. Akibat belum kondusifnya keamanan tersebut, saat ini ada sekitar 4000 
orang lari ke hutan akibat adanya pengejaran aparat terhadap pelaku pembunuhan 
dua aparat tersebut.

Hal itu seperti diungkapkan Direktur Elsham Papua Aloysius Renwarin, SH kepada 
Cenderawasih Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/1) kemarin.
"Rabu (10/1) pukul 10.00 WP, Elsham menerima laporan adanya satu orang tewas 
ditembak pada 5 Januari lalu, korban bernama Deptinus Murib, hingga saat ini 
belum diketahui apakah korban itu berasal dari TPN atau rakyat sipil," katanya.

Menurutnya, korban ditembak di kampung Kumipaga, Distrik Yamo 3 Km arah Utara 
Kota Mulia, Puncak Jaya. Sumber Elsham, lanjutnya, menyebutkan militer juga 
telah membumihanguskan sejumlah rumah-rumah warga Kampung Kumipaga."Operasi 
militer itu mengakibatkan sedikitnya 4000 orang mengungsi ke hutan-hutan. 
Sementara itu aktivitas sosial dan pemerintahan masih lumpuh total dan situasai 
di Kota Puncak Jaya masih mencekam seperti kota mati," tandasnya.


Namun sampai saat ini, kata Renwarin, belum diketahui secara pasti laporan 
resmi jumlah korban di kalangan rakyat sipil yang terkena dampak operasi 
militer yang dimaksud. Hingga saat ini jalur masuk keluar di sejumlah distrik 
menjadi yang menjadi target operasi pasukan gabungan sudah diblokir total oleh 
aparat. "Pendropan pasukan masih terus dilakukan dengan pesawat Hercules dari 
Jayapura ke Wamena dan dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui arah Ibele 
menuju puncak Jaya. Dari Timika dengan menggunakan Heli Kopter, hingga saat ini 
jumlah pasukan yang melakukan operasi di Puncak Jaya sudah mencapai ribuan 
personel," katanya.
Dikatakan, operasi mliter ini membuka kembali memori tentang berbagai rentetan 
konflik yang pernah terjadi di Puncak Jaya Agustus 2004. Dan pada akhirinya 
menimbulkan penderitaan, kerugian yang cukup besar dan berkepanjangan di 
kalangan warga sipil. Ditambahkan, terlepas dari berbagai kelompok kepentingan 
yang "bermain" menjelang Pilkada di Puncak Jaya dan belajar dari pengalaman 
lalu, maka untuk menghindari banyaknya korban, Elsham meminta semua komponen 
tidak menjadikan wilayah Puncak Jaya sebagai wilayah konflik yang membuat 
masyarakat sipil jadi korban.


Polda dan Kodam Bantah///


Sementara itu, Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Drs, Max Donald Aer dan Kanpendam 
XVII/Trikora, Letkol Inf Iman Santosa MA yang dikonfiramasi secara terpisah, 
dengan tegas membantah laporan larinya 4000 warga Puncak Jaya ke hutan. "Itu 
tidak benar. Hasil pengecekan saya terakhir, Kapolres, Dandim, Bupati dan Tokoh 
Agama telah melakukan pengecekan melalui udara ke daerah sekitar Distrik Yamo, 
tetapi tidak ada tanda-tanda aktifitas atau gerakan massa yang melakukan 
pengungsian ke hutan. Jadi kabar 4000 warga yang mengungsi itu tidak benar," 
tandas Wakapolda.


Pihaknya menjelaskan, aparat kepolisian selama ini tidak pernah melakukan 
penyisiran. "Sebagaimana disampaikan oleh Kapolda, kita hanya melakukan upaya 
untuk lebih mengkondusifkan situasi di sana (Puncak Jaya). Sehingga dengan 
adanya upaya itu, sampai sekarang situasi sudah semakin kondusif dan tidak ada 
lagi gangguan Kamtibmas yang muncul maupun kegiatan penaikan bendera Bintang 
Kejora yang sebelumnya sering dilakukan," ujar Wakapolda. Ditanya apakah ada 
korban jiwa di Puncak Jaya, pihaknya menegaskan, tidak ada korban jiwa akibat 
upaya untuk mengkodusifkan situasi itu. "Saya sudah cek ke Kapolres dan tidak 
ada laporan tentang korban jiwa," tuturnya. Wakapolda sendiri menyayangkan 
adanya kabar tentang 4000 warga yang eksodus itu, sebab menurutnya hal itu 
tidak dilandasi fakta yang sebenarnya. "Percayalah ke Polri dan aparat keamanan 
lainnya, sebab yang dilakukan aparat di sana tujuannya untuk menciptakan 
situasi yang lebih kondusif, supaya proses pembangunan bisa berjalan," ajaknya.


Wakapolda mengaku tidak tahu, sebenarnya apa tujuan dari kelompok yang 
menyebarkan kabar itu. Yang jelas pihaknya berharap agar semua komponen yang 
ada untuk bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Puncak 
Jaya. 'Masyarakat kami harapkan tetap tenang, jangan terpengaruh dengan isu 
yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, sebab itu 
sangat berbahaya dan cukup mengganggu. Jadi sekali lagi, polisi tidak melakukan 
penyisiran di Puncak Jaya, karena kami menghendaki situasi semakin kondusif, 
terutama menghadapi Pilkada yang sudah semakin dekat," pungkasnya. Bantahan 
yang sama juga diungkapkan Kapendam XVII/Trikora, Letkol Inf, Iman Santosa, MA. 
Dikatakan, dari hasil pengecekan ke sejumlah pihak berwenang seperti Kapolres 
Puncak Jaya, Bupati Puncak Jaya, serta Dandim Puncak Jaya, bahkan kepada 
Kadistrik Yamo, Kampung Kumipaga, ternyata tidak ada fakta yang menyebutkan 
bahwa ada sekelompok warga Distrik Yamo, Kampung Kumipaga mmelarikan diri ke 
hutan.


" Bahkan saya sudah cross chek ke pihak gereja,terutama Ketua Klasis Gidi 
Distrik Yamo, tempat kejadian, ternyata jawaban dari sana, tidak ada warga yang 
lari ke hutan,"terangnya usai menghadiri acara tabur bunga di TMP Waena, dalam 
rangka Hut ke-56, penerangan TNI-AD, Jumat (12/1),kemarin
Diakui, daerah Mulia saat ini dalam keadaan kondusif, bahkan masyarakat di sana 
sudah melakukan aktifitas seperti biasanya, sehingga sangat tidak mungkin ada 
warga yang dilaporkan lari ke hutan. " Bahkan infomasi yang saya terima dari 
Mulia, terutama di Distrik Yamo, kegiatan ekonomi serta aktifitas pemerintahan 
berjalan dengan baik,"terangnya. Kapendan juga membantah laporan adanya 
penembakan serta penyisiran terhadap warga masyarakat, seperti yang dilaporkan 
Elsam Papua.
" Saya juga sudah cros chek kepada Dandin Puncak Jaya, apakah ada warga yang 
tertembak, ternyata jawaban dari sana, tidak ada, sehingga informasi 
tertembaknya warga adalah tidak benar,"jelasnya.


Kapendam juga mengatakan, tidak benar jika ada mobilisasi prajurit TNI ke 
daerah Puncak Jaya, sebab saat ini jumlah pasukan organik di Puncak Jaya sudah 
cukup.
Kependam menyarankan kepada masyarakat di Puncak Jaya, agar berhati-hati 
terhadap segala bentuk isu yahg beredar di sana, yang sengaja dibuat oleh 
oknun-oknun tertentu dengan tujuan untuk mengacaukan Provinsi Papua.


" Masyarakat harus bisa menahan diri, dan bisa menilai informasi dengan 
bijaksana. Jangan muda terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan, sebab pada 
akhirnya masyarakat sendiri yang akan rugi. Saya minta warga untuk dapat 
melaksanakan aktfitas seperti biasanya,"ajaknya.Sementara itu terkait HUT 
Penerangan TNI-AD yang ke-56, Kapendam mengharapkan, agar para prajurit 
penerangan TNI-AD, dengan usia yang terbilang sudah sangat dewasa tersebut, 
para prajurit penerangan, dituntut untuk lebih profesional dalam melaksanan 
tugasnya, guna menopang tugas utama prajuriut TNI, dalam mempertahankan negara 
kesatuan repulik Indoenesia (NKRI). Suasana tabur bunga kemarin berjalan 
hikmat, dihadiri para prajurit penerangan Kodam XVII/Trikora.(ito/mud/cak


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke