REFLEKSI: Apakah Papua akan menjadi lahan konflik a la konflik Poso atau 
Maluku? Sejak tiga tahun terakhir diberitakan adanya tempat latihan militer 
kaum garis keras. Bukan itu malah Eurico Guiteres, pemimpin milisia Merah Putih 
Timor Timur  kurang lebih dua tahun lalu ke Papua untuk membentuk Laskar Merah 
Putih.   


CENDRAWASIH POS 
Sabtu, 13 Januari 2007

Pintu Masuk Papua Diperketat 

*Untuk Antisipasi Masuknya DPO Kasus Poso 

JAYAPURA-Belum tertangkapnya para DPO (Daftar Pencarian Orang) Kasus Kerusuhan 
Poso dalam penggerebekan hari lalu, membuat pihak Polda Papua super waspada. 
Sebab bukan tidak mungkin, mereka (Para DPO) kabur ke wilayah hukum Polda 
Papua, mengingat bumi Cenderawasih ini merupakan daerah terdekat dan agak mudah 
keluar masuknya manusia, karena lancarnya transportasi baik lewat laut maupun 
udara.

 Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Drs. Max Donald Aer saat ditanya wartawan di 
Mapolda Papua, Jumat (12/1) kemarin, menuturkan, terkait adanya pengejaran oleh 
aparat kepolisian terhadap para pelaku yang sering membuat kerusuhan di Poso, 
Sulawesi Tengah yang kini masuk DPO, pihak Polda Papua juga telah melakukan 
antisipasi dengan memperketat pintu masuk ke Papua, baik itu melalui Bandara 
maupun pelabuhan laut.

 "Adanya kasus kerusuhan di Poso yang kemudian dilanjutkan dengan upaya 
pengejaran terhadap para DPO-nya, tentu membuat kami waspadai. Sebab tidak 
menutupkemungkinan para DPO itu kabur ke sini (Papua)," ungkap mantan 
Kapolresta Manado itu. Dikatakan, untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya telah 
memerintahkan jajarannya untuk memperketat pintu ke Papua, baik itu melalui 
Bandara maupun pelabuhan laut.

 "Pengetatan pintu masuk itu dilakukan secara tertutup, supaya tidak mengganggu 
para penumpang yang lain,''tegas Wakapolda. Menurut Wakapolda, dengan 
pengamanan tertutup ini lebih efektif dalam memantau situasi. Sehingga ketika 
mencurigai seseorang yang memang belum dikenal, maka lebih leluasa untuk 
mengamatinya. ''Yang jelas jika ada aktivitas yang mencurigakan dari orang yang 
tidak dikenal, maka hal itu akan terus kita pantau," ujarnya. Upaya antisipasi 
juga dilakukan dengan menerapkan konsep perpolisian masyarakat (Polmas). 

Dengan penerapan Polmas itu, maka masyarakat punya daya tangkal, sehingga 
ketika ada orang asing yang masuk bisa dipantau dan jika mencurigakan akan 
segera dilaporkan ke aparat terdekat. Secara terpisah Kapolresta Jayapura, AKBP 
Roberth Djoenso D, saat ditanya wartawan terkait dampak kasus Poso itu, 
menyatakan agar aparat pemerintah di tingkat desa atau kampung, mulai dari 
Kepala Kampung dan Lurah hingga Ketua RW dan RT, supaya lebih waspada, terutama 
apabila ada warga yang baru datang. 

"Sebab jangan sampai orang yang baru datang itu masuk dalam kategori DPO Kasus 
Poso, karena itu jika ada warga baru dan mencurigakan, tolong segera laporkan 
ke aparat terdekat agar dilakukan pengecekan," ungkap Kapolresta Jayapura saat 
ditanya wartawan seusai melakukan tatap muka dengan para lurah dan kepala 
kampung di Aula Mapolresta Jayapura, Jumat (12/1) kemarin. Dikatakan, setelah 
aparat kepolisian memberikan kesempatan bagi para DPO kasus Poso untuk 
menyerahkan diri ternyata kurang begitu digubris, maka aparat di sana kemudian 
melakukan penggerebekan ke lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para 
DPO tersebut. 

"Dari penggerebekan ke suatu rumah, polisi mendapatkan senjata api dan bom, 
serta mendapatkan beberapa DPO, namun ada juga para DPO yang diduga telah kabur 
dari Poso," ujarnya. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi masuknya para DPO itu 
ke Kota Jayapura ini, aparat di tingkat lurah maupun kampung supaya betul-betul 
mendata warganya, terutama mereka yang baru datang. "Pokoknya kalau ada yang 
mencurigakan segera lapor, supaya segera dicek, agar mereka tidak berbuat 
masalah di Jayapura ini. Mari kita tetap komit untuk menjaga tanah Papua ini 
sebagai zona damai," ajaknya. (fud)

 


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke