From: "merdeka999" <[EMAIL PROTECTED]> : Selamat Pagi. Senang matahari cerah dan terang, hangat menambah : semangat! Apa kabar Saudara? Terima kasih buat postingnya Sdr "dipo" : <[EMAIL PROTECTED]>. Ayo Mbak-mbak Mbak Indah, Mbak Omie, Mbak Nana, : Mbak Angel, Mbak Rosalina dan siapa saja silakan angkat komentar. : Tak lupa pula pemosting aslinya Pak Radityo Dajoeri, monggo - : manggak tuh Mang, Bang, Bung..!
Pagi juga. Barangkali para pendekar kita itu masih pada sibuk beberes sisa pesta tahun baru. Tapi kalau mBak, Mang, Bung, mau menuhi undangan merdeka999 ini jangan lupa membawa petromak, senter, obor dsb. untuk menerangi jalan bersama, bukan menerangi wajah sendiri. : > : Ada baiknya saya kutip ulang kata Bung Dipo. Ngomong-ngomong nama : Dipo/Dipa, apa ada korelasinya dengan D.N. Dipa Nusantara Aidit? : Orang Jawa bilang Dipo itu Pemimpin. Seperti halnya Pangeran : Diponegoro Pangeran Pemimpin Negara yang mati musnah - misteri : tidak ada nisan kuburannya...! Itulah cita-cita orangtua. Hasilnya, saya sering kena "fitnah" yang enak-enak dan bikin hati melambung busa sabun begini; pemimpinlah, pangeranlah, dst. Tapi saya ikhlas kok menanggung nama pemberian orangtua - termasuk kalau nantinya tak punya nisan maupun kubur :) : > : Ini kutipan kata Sdr Dipo: "..Jadi, jangan berhenti memahami : peringatan kurban hanya sebatas darah yang tertumpah. Kalaupun cuma : sebatas itu, bukankah setiap kelahiran juga menumpahkan darah?" : : Memang betul. Memahami peringatan "korban" (peristiwa/ritual) tidak : hanya sebatas "darah yang tertumpah" (suatu moment, saat upacara : ritual tersebut). : : Namun beda korelasinya antara 'darah' korban : penyembelihan/pembunuhan - dengan 'darah' kelahiran seorang anak : manusia maupun anak hewan, bukan? Darah kelahiran manusia : menciptakan suatu kehidupan dan perkembangan-kemajuan baharu : diantara sesama manusia... : : Sedangkan 'darah' penyembelihan/pembunuhan hewan maupun anak manusia : mengakibatkan kematian..! Seperti itulah yang terlihat kalau soalannya disorot dengan senter semantik-matematis. Segalanya harus akurat & otomatis. Kelahiran, (otomatis) dipahami sebagai penghasil kehidupan, dan pembunuhan (otomatis) berhasilkan kematian, titik! Padahal, kehidupan nyata tidak semekanis itu. Kelahiran juga sering berakibat kematian bagi si jabang bayi, bagi si ibu, atau bagi keduanya sekaligus (angka kematian ibu & anak masih cukup tinggi di mana-mana). Yang pasti, pengorbanan bukanlah pembunuhan. Pengorbanan tidak boleh sia-sia / tanpa makna. Pengorbanan orangtua dalam membesarkan anak-anak seperti tanggapan siapa itu tempohari, samasekali tidak ada hubungannya dengan pembunuhan. Misalnya, orangtua mengorbankan waktu istirahat sepulang kerja untuk bisa menemani sang anak mengerjakan PR atau hal lainnya. : > : Lain pula lagi dengan nyanyian-nyanyian DR bukan Doktor atau DOKTER : melainkan Darah Rakyat...! Tidak terlalu lain. Kecuali kalau masalahnya diterangi dengan petromak merk "Orba". Petromak model ini memang memakai cahaya khusus agar rakyat terlihat sebagai tumbal yang boleh diapakan saja demi menolak bala yang mengancam kapitalisme. Kalau masalahnya diterangi dengan cahaya biasa, yang kelihatan hanyalah rakyat yang rela menumpahkan darah, airmata, bahkan nyawa, dalam kehidupan blangsak ini demi mempertahankan jatidirinya sebagai manusia merdeka! Mereka - termasuk pejuang kemerdekaan dan korban Orba - rela menjalani siksa derita bahkan sampai terdampar di negeri orang demi membela paham kemerdekaannya. Mereka berkorban, bukan tumbal, apalagi bala yang dianggap mengancam kapitalisme. Isme yang sedikit-sedikit merasa terancam itulah pembawa malapetaka sesungguhnya. Saya yakin kita semua rela berkorban untuk sebuah kemerdekaan, ketimbang gagah melangkah sebagai tumbal. : > : Saya teruskan kutipannya Dipo: "..Sampai di sini, kalau mau : konsisten, orang-orang di Warung Kurban Merdeka tentu perlu juga : mempertanyakan, "untuk apa kelahiran...?" : : Jawabnya sederhana: KELAHIRAN (dari rahim seorang Ibu) ke : (alam-dunia bebas) untuk kehidupan dan kemajuan peradaban dan : kebudayaan serta kesejahteraan sesama manusia...! : : Sekali lagi untuk apa KORBAN penyembelihan, pembunuhan..? Jangan lupa, kelahiran juga bisa berakibat kematian. Baik karena sebab-sebab medis maupun karena murni pembunuhan. Tapi tidak lantas kita mempertanyakan apa gunanya kelahiran, kan? Yang perlu dipertanyakan dan dicegah adalah kelahiran - juga pengorbanan - yang tidak dengan keikhlasan. Dalam situasi yang amat mendesak seperti pertarungan atau perang, kita juga berkewajiban mencegah timbulnya korban yang sia-sia. Apalagi korban yang diniatkan sebagai tumbal untuk menolak "bala" sebagaimana dialami ratusanribu rakyat Afghan, Irak, & serdadu AS di pembukaan milenium ini. Dari peristiwa besar di jaman modern itu kita sekaligus mendapat pelajaran penting tentang pemahaman sifat ksatria yang tidak kunjung maju di benak Barat sekalipun mereka sudah mendalami filsafat & budaya Timur, termasuk melalui karate, pencaksilat dll. Ksatria di benak Barat belum beranjak dari "Caesarean" yang gagah-gagahan & angkuh. Keikhlasan juga perlu ada dalam kasus kehamilan yang mengancam keselamatan ibu atau kasus kembar siam, misalkan. Di mana orang harus merelakan salahsatu untuk menyelamatkan yang lain. : > : Sekian, selamat pagi selamat kerja. Salam toleran, berpikir dan : bertindak merdeka serta jujur-adil bagi semua. Merdeka999.YA. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
