http://www.indomedia.com/bpost/012007/15/depan/utama3.htm

Soeharto Pun Ikut Panik

  a.. Refleksi 32 tahun Malari 
15 JANUARI 1974. Aparat keamanan, termasuk Presiden Soeharto panik! Perdana 
Menteri (PM) Jepang Kakuei Tanaka yang saat itu tiba di Bandara Halim 
Perdanakusuma, terpaksa dievakuasi ke Istana Presiden dengan menumpang 
helikopter. 

Awalnya, kasus kerusuhan itu meletus, manakala ribuan mahasiswa berdemonstrasi 
di bandara. Mereka menanti kedatangan PM Jepang yang akan bertandang ke 
Indonesia selama tiga hari. 

Para mahasiswa bergerak, setelah terpicu kedatangan Ketua Inter-Governmental 
Group on Indonesia (IGGI), Jan P Pronk. Mereka sangat anti dengan modal asing.

Ratusan mahasiswa lainnya mengadakan pawai dari Kampus Universitas Indonesia 
Salemba menuju Universitas Trisakti di Grogol. Namun, mereka dilarang melewati 
Jalan Tanah Abang II, Jakarta. Maklum pada saat itu ada rencana dari para 
mahasiswa menyerbu kantor CSIS (Centre for Strategic and International Studies) 
di kawasan itu. 

Kenapa? Lembaga dimotori Asisten Pribadi Presiden Bidang Khusus, Mayjen Ali 
Moertopo.

Kerusuhan pun meletus. Mirip kerusuhan Mei 1998, ratusan bangunan dibakar dan 
dijarah. Tak terkecuali, bangunan-bangunan di Pasar Senen dan Glodok. Aparat 
membabi buta. Belasan orang tewas ditembak. Kendaraan produk Jepang juga 
menjadi sasaran amukan massa

Di balik peristiwa Malari beredar desas-desus ada persaingan politik antara 
Soemitro dengan Ali Moertopo. Keduanya, akhirnya dipanggil Soeharto. Soemitro 
sendiri membantah kalau dirinya melakukan makar. 

Dan Soemitro sendiri juga mengetahui kalau dirinya menjadi korban permainan 
elit. Kecurigaan terhadap Soemitro diindikasikan dengan rajinnya pria ini 
datang ke kampus-kampus menemui mahasiswa. 

Pasca-kerusuhan, Soeharto marah besar. Ia mencopot Soemitro sebagai Panglima 
Kopkamtib dan langsung mengambil alih jabatan itu. Jabatan Asisten Pribadi 
Presiden dibubarkan. Kepala Bakin Soetopo Juwono juga kena sasaran. Ia diganti 
Yoga Sugama.

Jam malam pun diberlakukan. Jakarta benar-benar mencekam. Asap tebal masih 
terlihat di mana-mana. Dua hari kemudian, Jakarta kembali pulih, meski warga 
dicekam rasa ketakutan. JBP


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke