refleksi: Dr Heru ini bilang bahwa:"Orang pintar memikirkan pertumbuhan ekonomi, orang awam memikirkan kesejahteraannya." Barangkali bisa ditambahkan pendapat orang miskin rational bertanya:"apa faedahnya pertumbuhan ekonomi tanpa membawa kesejahteraan?" JAMBI EXPRESS Monday, 15 January 2007
Kenaikan Gaji dan Daya Beli PNS Oleh Bambang Heru WALAUPUN revitalisasi menyangkut banyak aspek, revitalisasi birokrasi hampir mustahil tanpa dibarengi revitalisasi daya beli pegawai negeri sipil (PNS). Pengalaman empiris menunjukkan, berbagai upaya revitalisasi terhalang lemahnya daya beli. PNS nyambi pekerjaan lain adalah sebuah realitas walaupun sulit dicari bukti tertulisnya.Secara umum, ada tiga masalah pokok menyangkut daya beli PNS. Pertama, dari sisi gaji (bukan pendapatan), sampai saat ini masih diperdebatkan karena dianggap baru segaris dengan tingkat pemenuhan kebutuhan pokok (basic needs). Kedua, walaupun dalam peraturan gaji tidak ada perbedaan antarsesama PNS, kenyataannya, dari pendapatan -gaji, tunjangan, dan lain-lain- masih ada variasi, baik antarinstansi maupun antargolongan dalam satu instansi. Ketiga, sejak Orde Baru sampai sekarang, masih terus terjadi "pacuan" antara gaji dan inflasi, dan "pemenangnya" silih berganti. Akan lebih baik apabila kenaikan gaji dikaitkan dengan variabel tertentu sehingga pemerintah tidak lagi repot-repot menaikkan gaji karena semua variabel secara rutin telah dihitung. Sesuai APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), pemerintah belum mampu meningkatkan gaji PNS sampai tingkat dapat menutup belanja rumah tangga pada level yang ideal. Namun, karena dari 2000 sampai sekarang tidak pernah terjadi pertumbuhan ekonomi negatif, dan besarannya selalu jauh di atas pertumbuhan penduduk, maka kenaikan gaji PNS adalah suatu kewajaran. Minimal untuk mempertahankan daya beli. Apalagi, sudah lama pemerintah menerapkan zero growth (bahkan negative growth pada instansi tertentu) untuk jumlah PNS. Penurunan daya beli dapat bermakna bahwa pemerintah perlu lebih memberikan apresiasi terhadap aparatnya. Pertumbuhan ekonomi diukur dari besaran produk domestik bruto (PDB). Lepas dari masalah PDB dinikmati seluruh bangsa Indonesia atau tidak, besaran pajak diukur dalam suatu rasio terhadap PDB (tax ratio). Artinya, besaran nominal pajak berbanding lurus dengan PDB. Pertumbuhan ekonomi juga bermakna meningkatnya nilai riil daya beli perekonomian. PNS ikut menyumbang pajak sehingga berhak atas kenaikan kesejahteraan akibat membesarnya penerimaan pajak oleh negara. Karya Bersama Pertumbuhan ekonomi juga merupakan karya bersama pemerintah, masyarakat umum, dan dunia usaha. Karya pemerintah berupa kebijakan publik yang tidak lepas dari kerja keras pegawainya yang ikut menciptakan iklim kondusif perekonomian. Dengan demikian, kenaikan gaji PNS selayaknya mencakup dua hal; pertama, kenaikan nominal, kedua, kenaikan riil. Gaji PNS selama lebih dari tiga dekade terakhir pemerintahan, kalaupun selalu dinaikkan, maknanya lebih kepada kenaikan nilai nominal untuk mempertahankan daya beli. Berdasar official data -Indeks Harga Konsumen (IHK), PDB, dan Indeks Gaji PNS- daya beli PNS menurun (menjadi di bawah angka 100), bahkan penurunannya menjadi lebih tajam apabila dilihat dari IHK kelompok perumahan. Seolah daya beli PNS hanya dipertahankan melawan kenaikan harga makanan. Padahal, harga barang-barang keperluan perawatan rumah dan lainnya selalu melesat tinggi menggerus daya beli. Tahun 2001, pemerintah mampu menaikkan daya beli PNS sampai 230 persen, sedangkan pada 2006 justru daya beli turun menjadi di bawah 100 persen. Wajar apabila pada 2007 ada agenda pemerintah untuk menaikkan gaji PNS. Namun, dapat diduga, maknanya tidak akan terlalu mendongkrak daya beli. Seberapa besar kenaikan gaji PNS agar dapat mempertahankan daya beli sekaligus "gratifikasi tahunan" karena ikut dalam menumbuhkan ekonomi Indonesia? Dengan dasar inflasi tahun sebelumnya, untuk mengekskalasi (menaikkan gaji sesuai dengan kenaikan harga-harga barang konsumsi) gaji tahun 2007, diperlukan kenaikan minimal 10 persen (hitungan berdasar IHK). Sedangkan gratifikasi tahunan dikaitkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi lima persen. Dengan demikian, pada awal 2007, kenaikan minimal gaji PNS adalah 15 persen. Apabila basis hitungan gaji mempertimbangkan cakupan kebutuhan rumah tangga yang ideal atau kenaikan riil yang signifikan, tentu kenaikannya lebih besar lagi. Dari pembahasan sederhana tersebut, ada dua variabel yang perlu selalu diperhatikan dalam mengeskalasi, yaitu inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Diharapkan, dengan mempertimbangkan dua variabel tersebut, etos kerja PNS semakin meningkat, yang pada akhirnya akan berdampak kepada kesejahteraannya. PNS akan semakin sadar terhadap pentingnya pertumbuhan ekonomi (economic growth). Sebab, bila terjadi pertumbuhan, mereka juga masuk ke dalam bagian yang tumbuh. Korelasi Positif Selama ini memang PNS telah merasakan adanya korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan mereka. Sebelum Orde Baru, gaji seorang PNS hanya dapat dibelikan selembar pakaian, sedangkan saat ini sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar. Namun, ketika masyarakat berbicara pertumbuhan ekonomi, terasa sekali bahwa kesejahteraan PNS kurang sejalan dengannya. Padahal, PNS termasuk pelaku ekonomi sektor jasa pemerintahan yang menghasilkan kebijakan ekonomi. Daya beli yang minimal menyebabkan PNS kurang sadar kaitan dengan pertumbuhan ekonomi (atau kepeduliannya sangat perlu ditingkatkan). Seolah indikator pertumbuhan ekonomi hanya "mainan" para pakar, tanpa seluruh masyarakat menyadari kegunaannya. Demikian juga terhadap inflasi. Karena perekonomian mencakup berbagai sektor, dari pertanian sampai jasa-jasa (sesuai ISIC = International Standard Industrial Classification for all economic activities) atau meliputi sektor riil dan non-riil, maka pertumbuhan ekonomi juga harus berdampak kepada kesejahteraan seluruh pelaku ekonomi Indonesia, termasuk PNS. "Orang pintar memikirkan pertumbuhan ekonomi, orang awam memikirkan kesejahteraannya." * Bekerja di Badan Pusat Statistik Jakarta, memperoleh gelar doktor ilmu ekonomi dari Universitas Airlangga [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
