Rakyat kudu bangun, mereka kudu menagih janji yang dulu dibuat oleh wakil mereka selama kampanye pemilihan umum.
Lha uang yang dirampok oleh wakil mereka itu kan uang mereka sendiri? --- In [email protected], "dipo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Wakil rakyat tidak perlu dikontrol kalau mereka ngerti fungsi dalam > kedudukan politiknya. Persoalannya, jangankan rakyat biasa, kalangan > politisi sendiri banyak yang memahami politik secara keliru atau > sengaja diselewengkan untuk tujuan tertentu. > > Lalu, siapa yang akan mengajari rakyat supaya tidak gampang dikibuli > kalau orang-orang pinter pada meninggalkan rakyat untuk mencari > kehidupan nyaman sendiri? Apa bedanya mereka dengan anggota dewan > penipu rakyat itu? > > From: "hadjar_wish" <[EMAIL PROTECTED]> > > : Sudah lebih dari setengah abad orang Indonesia itu dikibuli melulu > : oleh penguasa, mula-mula oleh kolaborator fascist Jepang Soekarno > : dan nasionalis lain, kemudian oleh fascist militer Orde Baru dan > : sekarang oleh tukang rampok uang rakyat yang mereka pilih sendiri... > : > : Sudah begitu banyak berita wakil mereka pakansi dengan istilah > : 'studi banding' dan dengan gaji yang begitu besar tapi hammpir semua > : penduduk Indonesia masih diam - tidak semua karena kita baca berita > : ada beberapa NGO yang angkat bicara. > : > : Negara demkratik itu bisa maju dan penguasanya juga dapat gaji yang > : relatif tidak terlalu besar, karena penduduknya nggak mau dikibuli > : terus-terusan oleh penguasa... > : > : Dan penguasa di Indonesia akan terus merampok uang rakyat selama > : penduduk Indonesia belum melakukan tugasnya: mengontrol wakil yang > : telah mereka pilih. > : > : > : --- In [email protected], "dipo" <dipo@> wrote: > : > > : > Untung saya bukan tipe pemilih; tidak memilih di orde baru, tidak > : > juga di orde reformasi. Jadi, saya tidak termasuk yang harus > : > disalahkan jusfiq :) > : > > : > Tapi, saya juga tidak suka jusfiq menyalah-nyalahkan orang banyak > : > begitu saja. Apalagi yang disalahkan adalah mereka yang katanya > : > kena dikibuli & dijadikan tumbal agar anggota dewan dapat > : > menikmati kehidupan serba nyaman. Tidak etis menyalahkan orang > : > yang sedang menderita kesusahan, sekalipun karena ulah sendiri. > : > > : > Dalam hal ini, yang salah - dan pantas disalahkan - hanyalah para > : > elit politik yang tidak memberi pendidikan politik secara benar. > : > Malah ada kecenderungan para elit politik sengaja membiarkan > : > masyarakat tetap miskin dan buta politik supaya dapat ditunggangi > : > setiap saat. > : > > : > Kriminalisasi sosial-politik semacam ini terbukti menjadi pola > : > yang sangat ampuh bagi partai-partai kaya dalam menghadapi pemilu. > : > Hebatnya lagi, banyak orang politik yang memahami politik > : > benar-benar sebagai ilmu menipu tingkat tinggi! > : > > : > Orang-orang yang memelihara kejahatan politik itulah yang harus > : > disalahkan. Bukan masyarakat yang karena miskin & kurang > : > pengetahuan hanya bisa memupuk harapan dari pemilu ke pemilu - > : > yang katanya merupakan satu-satunya mekanisme perubahan secara > : > damai. Jadi, kenapa harus menyalahkan orang-orang yang mencari > : > damai? > : > > : > Jangan salah bidik apalagi salah tembak! > : > > : > From: "hadjar_wish" <hadjar@> > : > > : > : Saya kira banyak orang Indonesia tahu pengurasan dan pemborosan > : > : uang negara yang dilakukan oleh orang-orang yang telah mereka > : > : pilih sebagai wakil mùereka di berbagai Dewan sementara kerja > : > : wakil mereka itu tidak kelihatan banyak hasilnya... > : > : > : > : 'Studi banding' yang sering mereka lakukan jelas artinya > : > : "pakansi dengan uang negara" > : > : > : > : Lalu gaji yang begitu besar, plus uang tunjangan ini itu yang > : > : mereka terima tiap bulan... > : > : > : > : (Berapa juta rupiah gaji seorang profesor di Universitas negeri > : > : di Indonesia?) > : > : > : > : Yang saya lihat - dan saya salahkan - adalah para pemilih yang > : > : ternyata telah dikibuli oleh wakil mereka tapi tidak berbuat > : > : apa-apa menuntut janji wakil mereka. > : > : > : > : > : > : --- In [EMAIL PROTECTED], "Gsuryana" <gsuryana@> wrote: > : > : > > : > : > Apa hal ini tidak dikarenakan oleh Presiden yang terpilih > : > : > langsung sedang di parlemen tidak mendapat suara memadai ?, > : > : > sehingga untuk 'membantu' kinerja Presiden dalam hal ini > : > : > eksekutif maka parlemen 'harus' dininabobo kan, kemudian > : > : > berita di sebar bahwa parlemen tidak peduli dengan kondisi > : > : > negara yang masih labil. > : > : > > : > : > > : > : (...) > : > > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
