Bagus dah.. Tapi apakah kerja mereka selama ini cukup becus?
Usaha apa saja yang telah mereka bikin untuk memperbaiki daerah mereka dan untuk mengawasi pemerintah daerah? --- In [email protected], "Gsuryana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > PDI-Perjuangan secara resmi meminta kepada seluruh wakilnya di DPRD untuk > menolak/mengembalikan uang rapelan berdasarkan PP 37 tersebut, dan berita > tersebut dikeluarkan malam kemarin ( setelah selesai kongres dan Ulang Tahun > PDI-Perjuangan ) > > sur. > ----- Original Message ----- > From: "hadjar_wish" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Monday, January 15, 2007 2:12 AM > Subject: [proletar] Re: FWD: Gaji Berkorelasi dengan Kinerja DPR? > > > > Sudah lebih dari setengah abad orang Indonesia itu dikibuli melulu > oleh penguasa, mula-mula oleh kolaborator fascist Jepang Soekarno dan > nasionalis lain, kemudian oleh fascist militer Orde Baru dan sekarang > oleh tukang rampok uang rakyat yang mereka pilih sendiri... > > Sudah begitu banyak berita wakil mereka pakansi dengan istilah 'studi > banding' dan dengan gaji yang begitu besar tapi hammpir semua penduduk > Indonesia masih diam - tidak semua karena kita baca berita ada > beberapa NGO yang angkat bicara. > > Negara demkratik itu bisa maju dan penguasanya juga dapat gaji yang > relatif tidak terlalu besar, karena penduduknya nggak mau dikibuli > terus-terusan oleh penguasa... > > Dan penguasa di Indonesia akan terus merampok uang rakyat selama > penduduk Indonesia belum melakukan tugasnya: mengontrol wakil yang > telah mereka pilih. > > > --- In [email protected], "dipo" <dipo@> wrote: > > > > > > Untung saya bukan tipe pemilih; tidak memilih di orde baru, tidak juga > > di orde reformasi. Jadi, saya tidak termasuk yang harus disalahkan > > jusfiq :) > > > > Tapi, saya juga tidak suka jusfiq menyalah-nyalahkan orang banyak > > begitu saja. Apalagi yang disalahkan adalah mereka yang katanya kena > > dikibuli & dijadikan tumbal agar anggota dewan dapat menikmati > > kehidupan serba nyaman. Tidak etis menyalahkan orang yang sedang > > menderita kesusahan, sekalipun karena ulah sendiri. > > > > Dalam hal ini, yang salah - dan pantas disalahkan - hanyalah para elit > > politik yang tidak memberi pendidikan politik secara benar. Malah ada > > kecenderungan para elit politik sengaja membiarkan masyarakat tetap > > miskin dan buta politik supaya dapat ditunggangi setiap saat. > > > > Kriminalisasi sosial-politik semacam ini terbukti menjadi pola yang > > sangat ampuh bagi partai-partai kaya dalam menghadapi pemilu. Hebatnya > > lagi, banyak orang politik yang memahami politik benar-benar sebagai > > ilmu menipu tingkat tinggi! > > > > Orang-orang yang memelihara kejahatan politik itulah yang harus > > disalahkan. Bukan masyarakat yang karena miskin & kurang pengetahuan > > hanya bisa memupuk harapan dari pemilu ke pemilu - yang katanya > > merupakan satu-satunya mekanisme perubahan secara damai. Jadi, kenapa > > harus menyalahkan orang-orang yang mencari damai? > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
