Dimanapun yang namanya berperang itu adalah saling bunuh, dan kalo
sudah menjadi sasaran pembunuhan, maka yang dibunuh itu bukan cuma
lawannya saja tapi juga anak2nya, isterinya, tetangga2nya,
sahabat2nya, saudara2nya, bahkan binatang2 ternaknya ataupun
pelihataannya semuanya habis dibunuh.  Jadi pernyataan saya ini
berlaku umum dizaman dulu dalam hal ini berlaku dari zaman nabi
Muhammad.  Namun cara2 seperti itu dizaman sekarang sudah dinyatakan
terlarang melalui deklarasi HAM di PBB.  Tetapi kalo masalah bunuh
membunuh ini sudah terkait dalam agama Islam, maka hal ini masih tetap
berlaku karena umat Islam merasa berkewajiban untuk mempertahankan
cara2 ajaran Islam agar sesuai dengan aselinya dizaman dulu.

Demikianlah, atas kejadian inilah Sobron Aidit sekeluarga harus
mengungsi mendapatkan asyllum dari luar negeri karena dia akan
terbunuh apabila berada tetap didalam negeri seperti halnya keluarga2
lainnya yang jadi korban pembantaian pada peristiwa politik G30S
meskipun mereka yang jadi korban bukanlah terkait permainan politik
apapun juga hanya karena terkait keluarga, sahabat, tetangga, ataupun
hanya hubungan guru murid disekolah.

Kejadian dizaman dulu yang paling terkenal yang bisa dibandingkan
dengan apa yang dialami Sobron Aidit hanyalah Keluarga nabi Muhammad.
 Ternyata meskipun sudah melarikan diri jauh dari tanah kelahirannya
bahkan sudah merupakan cucu-cicit yang sudah jauh sekali, tetapi tetap
keturunan nabi Muhammad dikejar dan tak satupun yang lolos dari
pembunuhan massal ini.

Kalo kita bandingkan nasib Sobron Aidit dan nasib keluarga keturunan
nabi Muhammad, maka akan jelas disini, Sobron Aidit lebih beruntung
karena lebih berhasil menyelamatkan hidup dan masa depan keturunannya
dibandingkan keluarga nabi Muhammad.

Coba deh anda bandingkan, bagaimana nasib keluarga nabi Muhammad??? 
Disatu pihak di AlQuran nama Muhammad dimuliakan, tetapi dilapangan
keturunan dan keluarganya dimusnahkan.  Nabi Muhammad sendiri
sebenarnya mati terbunuh setelah percobaan pembunuhan dengan racun
gagal.  Dan yang menarik dan tidak pernah dikhotbahkan oleh para ulama
di mesjid2 adalah bahwa nabi Muhammad dinyatakan mati sakit hanya satu
minggu setelah dia diberitakan menyelamatkan Aisyah dari tuduhan
perzinahan.  Nabi Muhammad mati tanpa satupun keluarganya yang
menyaksikannya dan hal yang sama, nabi Muhammad tak sempat menyaksikan
bagaimana anaknya, menantunya, cucu2nya, cicit2nya semuanya mati
terbunuh dibantai oleh para sahabatnya yang menggantikan kedudukan
nabi Muhammad.  Sehubungan dengan kejadian ini, alQuran lebih
menonjolkan Aisyah sebagai first lady isteri Muhammad dan tidak
menceritakan banyak tentang peranan penting Khadijah yang justru
merupakan first lady yang aseli yang merupakan pendorong lahirnya
seorang nabi pertama di Arab Saudia.  Sesungguhnya, tidak pernah
Aisyah yang waktu itu baru berumur 6 tahun diperistri oleh nabi
Muhammad yang menjelang berumur 60 tahun.  Pernyataan AlQuran yang
begitu banyak menekankan bahwa aisyah sebagai isteri nabi Muhammad
yang tersayang se-mata2 untuk melegitimasi kudeta yang dilakukan oleh
Abu Bakar yang dianggap sebagai besan yang berhak untuk
menggantikannya.  Belakangan, AlQuran juga ditambah isinya, yaitu
anak2 gadis bekas musuhnya juga dinyatakan sebagai isteri Muhammad
sehingga berhasil naik menggantikan Abu Bakar.

Yaaaa.........  penjagalan tetap penjagalan, dizaman dulu oke, tapi
tidak dizaman sekarang.  Kita jangan dipaksa percaya bahwa Allah
menugaskan umatnya untuk menjagal mereka yang dianggap musuh umat.

Apakah kesalahan Sobron Aidit dan keluarganya hingga harus melarikan
keluar dari tanah airnya????  dia bukan politikus, dia bukan kriminal,
dan dia bukan musuh agama Islam.  Dia harus mati hanya memiliki nama
keluarga "Aidit" yang sama dengan nama ketua Pki DN Aidit.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





















--- In [email protected], ayub yahya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tawang ... !!!
>   Jawaban anda koq childish banget...cuma fokus belain muhammad mulu...
>   Ada yang lebih PENTING 
>   - Betul tuh keluarga Muhammad PUNAH karena dibantai sahabat2 nya ?
>   - Daripada elo sewot mulu, gara2 muhammad dibandingin ama Sobron,
mending lo lurusin 
>     deh   komentar bu Mus yang bilang kluarga muhammad dibantai
habis ama umatnya 
>     sendiri
>   - Tapi kalo elo sendiri gak paham sejarah muhammad ya udah
selanjutnya gue
>     malas baca email lo, habis childish sih !!
>    
>   Jawab ya Wang...gue islam abangan nih, kagak ngarti sejarah
muhammad, tapi jihad OKE
> 
>   syalom tuh apaan sih ??
>   Ayub
>    
>   
> tawangalun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Kalau nabi yang ndongakke wong 1 M tur 5 kali sehari sejak
14 abad 
> yang lalu.Yesus gur pendak hari Minggu disebut sebut.Jadi jangan 
> berani2 membandingkan uwong dg nabi saya itu.Kenedy opo masih 
> disebut sebut terus? Karl Marx opo masih disebut sebut tiap hari 
> sampai hari ini? Membandingkan kok Sobron yang setahun lagi saja 
> wong wis do lupa.
> 
> Shalom,
> Tawangalun.
> - In [email protected], "Hafsah Salim" <muskitawati@> 
> wrote:
> >
> > Sobron Aidit Kepala Keluarga Yang Lebih Berhasil Dari Nabi 
> Muhammad !
> > 
> > Saya turut berduka cita atas wafatnya bapak Sobron Aidit. Semoga
> > keluarga yang ditinggalkannya bisa rela menerima kenyataan dengan
> > begitu banyaknya pernyataan ikut berduka bersama keluarga yang
> > ditinggalkannya.
> > 
> > Sobron Aidit bukanlah pahlawan, dan juga bukan pengkhianat, tetapi 
> dia
> > harus ikut menanggung petualangan politik kakaknya yang akhirnya
> > dituduh pengkhianat. Malangnya, bangsa ini merupakan bangsa yang
> > diracuni ajaran2 agama biadab dimasa lalu dimana kesalahan 
> seseorang
> > harus dihukum keseluruhan keluarga, sahabat, tetangga hingga 
> binatang
> > peliharaannya harus ikut dijagal. Disinilah posisi bapak Sobron 
> Aidit
> > yang ikut menjadi korban samping yang sama sekali tidak 
> diketahuinya
> > sebelumnya. Juga disinilah letak perjuangan beliau yang 
> mengagumkan
> > yang ternyata mampu dan berhasil menyelamatkan sisa2 keluarganya 
> untuk
> > tidak musnah semuanya.
> > 
> > Tidak dapat dipungkiri bahwa Bapak Sobron Aidit ini memang 
> merupakan
> > seorang bapak yang mengabdi demi kebahagiaan keluarganya. 
> Kehidupan
> > keluarga beliau menjadi begitu sulit bukan se-mata2 akibat 
> kesalahan
> > dirinya melainkan akibat abangnya yang kebetulan menjadi ketua 
> PKI. 
> > Padahal kalo bangsa ini bisa menyadarinya, kesalahan seseorang 
> tidak
> > bisa disangkutkan kepada anak, saudara, kakak, adik, atau bahkan 
> ayah
> > ibunya. Kesalahan seseorang merupakan tanggung jawab pelakunya 
> yang
> > tidak bisa disangkutkan kepada yang sama sekali tidak 
> berkepentingan.
> > Contohlah, bapaknya korupsi, bukanlah berarti anak isterinya harus
> > ikut dipenjara !!!! Namun ajaran semua agama yang tersangkut pada
> > budaya bangsa tetap mengikatkan tradisi masa lalunya dimana seorang
> > raja yang kalah selalu harus dibunuh sekeluarga hingga akar2nya
> > termasuk binatang peliharaannya. Juga hal ini melibatkan nasib 
> nabi
> > Muhammad dimana beliau dijagal dan seluruh anak cucunya di-kejar2
> > sampai habis musnah ke-akar2nya dijagal habis.
> > 
> > Menyedihkan, kejam, biadab, seorang bapak yang dituduh PKI bukan 
> cuma
> > bapaknya saja yang dijagal juga anak isterinya. Yang masih selamat
> > melarikan diri hingga detik ini diberi kode di KTP-nya hingga tak 
> bisa
> > bekerja dan melanjutkan sekolah hingga anak cucunya. Begitulah,
> > Syariah Islam yang merupakan satu2nya pusat bencana bangsa ini 
> masih
> > terus dilestarikan tanpa tanda2 akan surut dimasa depannya, tapi
> > tanda2 surut dan terpuruknya bangsa ini tampak akan makin mendalam.
> > 
> > Dalam kondisi beginilah bapak Sobron Aidit berjuang untuk bukan 
> cuma
> > menyelamatkan dirinya saja, melainkan menyelamatkan masa depan anak
> > cucunya untuk memiliki harga diri yang sama dan sejajar dengan 
> anak2
> > bangsa maju lainnya.
> > 
> > Dari demikian banyaknya tulisan2 bapak Sobron Aidit, tidak satupun
> > yang mengedepankan kekerasan, tak satupun yang menonjolkan 
> kebencian,
> > tak satupun yang mempermasalahkan politik ataupun petualang2nya, 
> tak
> > satupun yang mengkritik kepercayaan2 yang telah menciptakan 
> malapetaka
> > bukan hanya kepada keluarga beliau tapi juga kepada bangsa ini. 
> > Beliau hanyalah seorang manusia yang berperasaan yang hanya gemar
> > menulis tentang hal2 yang indah yang bisa mendorong kebahagiaan 
> semua
> > orang melalui keindahan alamnya.
> > 
> > Tugas bapak Sobron Aidit sudah berhasil, dan selesai secara 
> memuaskan
> > dan hasil perjuangan bapak sobron ini merupakan warisan luar biasa
> > bagi anak cucunya, yaitu: "Kebebasan dalam memilih maupun hak azasi
> > yang berhasil dipersembahkan kepada generasi penerus beliau". 
> Semua
> > kekayaan yang diwariskan sang bapak ini tergantung kepada masing2 
> ahli
> > warisnya saja untuk meneruskan dan mengembangkannya tanpa harus
> > mengalami hambatan2 maupun ancaman2 seperti yang pernah beliau 
> alami.
> > 
> > Kepada ahli warisnya, boleh berbangga hati memiliki seorang bapak
> > seperti bapak Sobron Aidit ini. Nama besar sang kakak Dipa 
> Nusantara
> > Aidit kalopun berhasil perjuangan politiknya, belum tentu keluarga
> > sang adik yaitu Sobron Aidit ikut serta menikmatinya, ternyata
> > perjuangan politiknya gagal, malah harus ikut menanggung beban
> > tanggung jawab yang begitu memilukan yang bukan miliknya. KITA 
> PATUT
> > MENANGIS TELAH KEHILANGAN BELIAU KARENA NABI MUHAMMAD SENDIRI GAGAL
> > MENYELAMATKAN SELURUH KETURUNANNYA, SELURUH ANAK CUCUNYA, MESKIPUN
> > MEREKA SEMUA SEBELUMNYA JUGA BERHASIL SEMENTARA DISELAMATKAN 
> DINEGARA
> > TETANGGANYA. Tak banyak berbeda dengan Sobron Aidit hampir sama,
> > mengungsi dari satu negara Asia kenegara Asia lainnya, hingga ke
> > Eropah dimana kesemuanya secara keseluruhan nya merupakan catatan
> > panjang keluarga dalam pelarian menyelamatkan diri. Kalo keturunan
> > Sobron Aidit masih ada yang bisa menangisi beliau, maka nasib nabi
> > Muhammad lebih lagi menyedihkan karena tak ada satupun keluarga
> > keturunan beliau yang masih bisa menangisi beliau bahkan menangisi
> > dirinya sendiri pun tak mungkin bisa karena memang keturunan Nabi
> > benar2 punah hingga ke-akar2nya. Dan yang berhasil diselamatkan
> > hanyalah catatan2 para keturunan pembunuh dan penjagal keluarga 
> nabi
> > Muhammad yang berisi bagaimana cara2 yang berhasil dalam membantai
> > keturunan nabi dan keluarganya hingga ke-akar2nya. Catatan inilah
> > yang sekarang berhasil dilestarikan oleh para pengikut dari 
> keturunan
> > pembunuh nabi ini yang mensucikan catatan2 ini dalam sebuah kitab 
> yang
> > dinamakannya, AL-QURAN.
> > 
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >
> 
> 
> 
>          
> 
>  
> ---------------------------------
> It's here! Your new message!
> Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke