nulis tanpa bukti .... nggak pake otak ....
  aku amati si muskitawati ini cuma seorang provokator ...berlagak pinter cuma 
nggak pakai otak .... gimana nggak ...tulisan tulisannya cuma menurut pendapat 
dia sendiri ...
  kl tulisan bermutu mustinya pakai bukti dong ....
  dasar pandir
   
  

Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Tragedy 13 Mei Diperingati Diseluruh Asia !!!

Gaung tragedy 13 Mei tetap secara periodik diperingati setiap tahun
di-kota2 besar Asia seperti Singapore, Hongkong, Macao, Shanghai,
Bejing, Canton, Taipeh hingga kekota Sydney di Australia.

Banyak orang2 tionghoa yang berasal dari Indonesia ikut berpartisipasi
dalam peringatan tragedy yang sangat biadab ini. Tragedy 13 Mei
merupakan paket malapetaka bukan cuma bagi keturunan Tionghoa
Indonesia, tetapi juga menimpa warga asing seperti Korsel, China,
Taiwan, Thailand, bahkan ada beberapa warganegara Phillipina juga ikut
menjadi korbannya.

Dalam tragedy 13 Mei 1998, bukan cuma harta benda saja yang dijarah,
banyak pemilik toko yang dibunuh sebelum tokonya dijarah. Pemuda2
Tionghoa yang kebetulan terperangkap dijalan diambil motornya ataupun
mobilnya, ada yang dibakar dan ada yang dirampas begitu saja dan
pemiliknya digebuki hingga luka2 parah hingga meninggal ditempat. 
Wanita2 keturunan Tionghoa diperkosa secara massal, korban2nya
ternyata bukan cuma orang2 Indonesia keturunan Tionghoa tetapi juga
meliputi berbagai investor yang dulunya banyak sekali dari Korsel,
Taiwan, Hongkong, Phillipina, maupun Thailand. Wajah mereka rata2
hampir sama dengan orang2 Indonesia keturunan Tionghoa sehingga
jatuhnya korban2 tidak pilih bulu, asal saja mukanya agak ke-cina2an
langsung tak ada ampun lagi. Bahkan ada beberapa orang Jawa aseli
yang sama sekali bukan keturunan Tionghoa sempat kena bogem mentah
hanya karena wajahnya mirip2 keturunan Tionghoa. Tragedy ini memang
ditujukan khusus kepada orang2 Tionghoa, dan memang inilah bentuk khas
kerusuhan anti-cina yang rutin dilestarikan pemerintah RI sejak
kemerdekaan Indonesia. Latar belakang sebenarnya murni sentimen agama
dimana mayoritas di Indonesia adalah agama Islam dan dalam ajaran
Islam, setiap umat Islam wajib menegakkan Syariah Islam dimana berhala
dan para penyembahnya wajib ditumpas habis. Dalam hal ini kita sama2
paham bahwa tradisi Cina adalah menyembah patung yang dinamakannya
sebagai toapekong dengan hio2 untuk mengundang arwah2 nenek moyangnya
dan juga menyembah dewa2nya seperti dewa Giam Lo Ong, Dewi Kuan-Im,
dlsb. Islam mengharamkan penyembahan patung2 seperti ini, dan sejak
dizaman Muhammad semua patung2 ini dimusnahkan dan para penyembahnya
dipenggal kepalanya. Demikianlah, sentiment agama ini dibungkus
dengan baik menjadi se-olah2 gerakan politik. Namun jelas ini bukan
gerakan politik karena yang jadi korban tidak ada yang politikus, dan
tidak ada partai politik yang jadi sasaran. Korban2 dan sasaran
memang hanya keturunan tionghoa yang bukan Islam saja.

Kejadian2 seperti ini sebelumnya juga sering terjadi, namun kali ini
beritanya meledak menjadi besar karena yang jadi korban ternyata
banyak warganegara asing keluarga para investor yang menanamkan modal
mendirikan berbagai pabrik2 diseluruh Indonesia. Korban2 yang
terbunuh semuanya keturunan Tionghoa Indonesia, selain tokonya
dijarah, pemiliknya terbunuh atau luka2 parah. Namun korban2
permerkosaan bukan cuma amoy2 warganegara Indonesia, tetapi juga
warganegara asing dari berbagai negara tetangga. Akibatnya,
permerkosaan massal inilah yang menjadi headline berita diseluruh
dunia, sedangkan berita tentang pembunuhan, penjarahan toko2 yang ikut
menyertainya tidaklah sebesar berita pemerkosaan itu sendiri. Korban2
warganegara asing langsung dikirim ke rumah sakit di Singapore,
Hongkong, Seoul, Taipeh, maupun Sydney. Kejadian ini merupakan
penghinaan besar bagi mereka yang menjadi korbannya, akibatnya
kedutaan RI di Hongkong menjadi sasaran demo dimana masyarakat
Hongkong melempari kedutaan RI ini dengan telur2 busuk. Dutabesar RI
dikirim pulang untuk mencegah hal2 yang tidak diingini.

Akibat dari tragedy biadab ini, semua investor menarik diri keluar
dari Indonesia, bahkan George Soros investor Amerika yang besar sekali
modalnya telah mencabut semua investasinya dari Indonesia setelah
tragedy ini. Jumlah turis yang masuk ke Indonesia turun drastis
hingga sekarang. Para korban2 pemerkosaan banyak yang ditolong oleh
seorang pastor Katolik yang bernama Romo Sandywan. Namun setelah
bekerja sebulan dengan para korban2, sang Romo mendapat peringatan
dari pihak kepolisian agar berita tentang korban2 itu diserahkan
kepada polisi bukan kepada wartawan. Akhirnya data2 korban yang
diserahkan kepada pihak kepolisian menghasilkan surat ancaman kepada
masing2 korban untuk tidak menceritakan pengalamannya kepada wartawan.
Namun ada satu korban yang bernama "Lina", menulis laporan tentang
kejadian pemerkosaan yang menimpa dirinya kepada lembaga HAM
Internasional sehingga beritanya memenuhi koran2 diluar negeri. 
Seminggu setelah kejadian itu, Lina ditemukan mati tertembak dikepalanya.

Yang sangat mengesankan dari kejadian tragedy ini adalah sikap
pemerintah RI. Mula2 melalui MUI difatwakan bahwa pelaku2nya bukan
umat Islam melainkan umat Kristen dari gereja tertentu yang sengaja
ingin menodai agama Islam. Tidak berapa lama kemudian berita ini
berubah berbeda disiarkan oleh media massa diseluruh Indonesia dimana
dikatakan pelaku2nya adalah pemuda2 berbadan tegap dan berambut cepak.
Namun dua bulan setelah kejadian ini, Romo Sandywan dilarang untuk
diwawancarai wartawan, dan berita baru muncul sebagai kepastian, yaitu
TIDAK PERNAH DITEMUKAN KORBAN2 PEMERKOSAAN MASSAL.

Kepercayaan investor diluar negeri makin surut, pemerintah Ri tidak
beritikad untuk menyeret dan menghukum pelaku2nya, justru dengan
mati2an melindungi para pelaku2nya. Kejadian ini belum lagi
diselesaikan, kembali terjadi pemboman di Bali terhadap turis2
Australia dan orang2 Bali yang dianggap menyembah berhala. Pemerintah
Australia protest karena ternyata para pelakunya juga dilindungi tidak
ada niat menghukumnya meskipun dimedia massa diberitakan bahwa para
pelakunya sudah dijatuhkan vonis hukuman mati. Teror demi teror terus
berkembang sejalan dengan tegaknya Syariah Islam diberbagai wilayah
diseluruh Indonesia. Poso, Ambon, umat Islam Ahmadiah, kesemuanya
menjadi korban2 yang dianggap sebagai musuh2 Islam.

Dari semua kejadian2 itu, ciri2 utama yang jadi korban adalah mereka
yang dianggap bukan Islam, dianggap murtad, dianggap penyembah
berhala, dianggap musuh2 Islam. Dan yang paling menarik disini
adalah, tidak ada satupun pelaku2nya yang ditindak oleh aparat yang
berwenang.

Dunia Pariwisata makin mendung, setelah 8 tahun kejadian ini berlalu,
dunia pariwisata belum juga mengalami perbaikan bahkan cenderung makin
menurun. Berbagai kampanye dan iklan dilakukan oleh pihak pemerintah
maupun pihak swasta namun response turis tidak berubah, semua enggan
untuk berkunjung ke Indonesia. Bahkan presiden Gus Dur, Megawati,
hingga SBY sudah berkeliling negara2 diseluruh dunia untuk meyakinkan
bahwa Indonesia sekarang sudah aman, namun response dunia turisme
tetap melorot turun terus. Padahal seharusnya bukan kampanye atau
iklan yang harus digalakan tetapi tindakan tegas terhadap pelaku
pelanggaran HAM ini yang harus dilakukan pemerintah untuk meyakinkan
dunia turisme.

Peringatan tragedy 13 Mei oleh masyarakat di Jakarta berulangkali
digelar, namun dibubarkan oleh aparat keamanan. Pemerintah RI
melarang peringatan ini dilakukan karena sebagaimana diberitakan
diseluruh Indonesia bahwa tidak pernah ada bukti2 terjadinya
pemerkosaan massal maupun penjarahan2. Namun peringatan ini diluar
negeri tetap berlangsung secara khidmad, di Los Angeles saja semua
majalah berbahasa Indonesia setiap tahunnya memberi tempat khusus
untuk memperingati kejadian ini, para korban menulis pengalaman2nya
dalam majalah2 tsb yang disebarkan keseluruh orang2 Indonesia yang
tinggal di Amerika.

Ada puluhan korban2 pemerkosaan massal berhasil mendapatkan suaka
politik di Amerika sehingga sulit bagi pemerintah RI untuk menipu
dunia bahwa tidak pernah ada pemerkosaan massal. Apalagi korban2nya
itu bukan cuma warganegara Indonesia tetapi dari mancanegara tetangga2
Indonesia sendiri. Khusus untuk peringatan tragedy 13 Mei tahun ini,
masyarakat Indonesia di Los Angeles sudah mempersiapkan pertemuan
besar disebuah gereja Indonesia didaerah Upland.

Tidak ada satupun kerusuhan2 yang terjadi di Indonesia yang ditindak
oleh pemerintah Ri, antara lain pelanggaran HAM membumi hanguskan
Timor Leste dimana pemerintah RI berjanji akan menggelar sidang HAM
bersama Timor Leste, ternyata tidak pernah direalisasikan. Hingga
detik ini, pelanggaran yang sudah masuk agenda PBB ini masih tetap
dipeti eskan oleh pemerintah RI. Namun dalam setiap sidang
pelanggaran HAM, masalah ini tetap diagendakan oleh Ramos Horta di
PBB, sebaliknya Presidan Xanana berusaha mengulurnya. Dalam kasus
pelanggaran HAM Timor Leste ini telah terjadi perdebatan antara Ramos
Horta dan Xanana. Ramos Horta tetap bertekad menuntut pelaku2
pelanggaran ini dihukum, sebaliknya Xanana yang berhasil dibujuk oleh
Gus Dur berusaha meredam dan mempeti eskan kasus ini untuk menjaga
masa depan hubungan baik Timor Leste dengan Indonesia.

Ny. Muslim binti Muskitawati.



         

                
---------------------------------
 New Yahoo! Mail is the ultimate force in competitive emailing. Find out more 
at the Yahoo! Mail Championships. Plus: play games and win prizes.

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke