Aman tadi bukan karena pelaku pengrusak adalah Islam tapi karena pelakunya pribumi,sedang pribumi segen sama pak Haji makanya walaupun toko Cina tetep aman yang digantungi sajadah soale yang punya sajadah itu biasanya pribumi.Bisa saja yang diperkosa itu Korea,atau jepang soale sasaran pelaku sebenarnya Cina gak tahunya Korea ,habis podo sih Jaman sekutu mendarat di Surabaya dulu juga langsung dihantam pejuang Republik kandia gak tahu mana Londo mana Inggris pokoke hantem.
Shalom, Tawangalun. - In [email protected], ayub yahya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bung Rony perlu bukti ??? > saat kejadian kerusuhan, anda bisa lihat beberapa tulisan di ruko2 sbb.: > Milik Haji Iqbal atau milik pribumi atau milik muslim > atau taruh sajadah di tembok2 lantai 2 disetiap ruko ...dll > Setiap ruko yg berani menyebut indentitas islam...pasti aman dari jarahan > cukupkah bukti ini...atau anda masih minta pengakuan dari mereka, pelaku2 pemerkosa ? > Ada kesaksian dari teman saya, seorang wanita cina yang saat terjadi kerusuhan bingung > karena tidak tahu pasti, apa yang sedang terjadi. > Disaat itu, ada seorang ibu2 muslim, yang menyuruh wanita cina itu agar memakai JILBAB. > Ternyata BENAR, wanita cina itu SELAMAT, terhindar dari musibah. > Cukupkah bukti ini ??? > Kenapa yang berani mencantumkan indentitas islam, saat terjadi kerusuhan selamat??? > Sebenarnya bung Rony yang harus pakai otak... > masa masih gak ngarti juga. > > ronyhan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > nulis tanpa bukti .... nggak pake otak .... > aku amati si muskitawati ini cuma seorang provokator ...berlagak pinter cuma nggak pakai otak .... gimana nggak ...tulisan tulisannya cuma menurut pendapat dia sendiri ... > kl tulisan bermutu mustinya pakai bukti dong .... > dasar pandir > > > > Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tragedy 13 Mei Diperingati Diseluruh Asia !!! > > Gaung tragedy 13 Mei tetap secara periodik diperingati setiap tahun > di-kota2 besar Asia seperti Singapore, Hongkong, Macao, Shanghai, > Bejing, Canton, Taipeh hingga kekota Sydney di Australia. > > Banyak orang2 tionghoa yang berasal dari Indonesia ikut berpartisipasi > dalam peringatan tragedy yang sangat biadab ini. Tragedy 13 Mei > merupakan paket malapetaka bukan cuma bagi keturunan Tionghoa > Indonesia, tetapi juga menimpa warga asing seperti Korsel, China, > Taiwan, Thailand, bahkan ada beberapa warganegara Phillipina juga ikut > menjadi korbannya. > > Dalam tragedy 13 Mei 1998, bukan cuma harta benda saja yang dijarah, > banyak pemilik toko yang dibunuh sebelum tokonya dijarah. Pemuda2 > Tionghoa yang kebetulan terperangkap dijalan diambil motornya ataupun > mobilnya, ada yang dibakar dan ada yang dirampas begitu saja dan > pemiliknya digebuki hingga luka2 parah hingga meninggal ditempat. > Wanita2 keturunan Tionghoa diperkosa secara massal, korban2nya > ternyata bukan cuma orang2 Indonesia keturunan Tionghoa tetapi juga > meliputi berbagai investor yang dulunya banyak sekali dari Korsel, > Taiwan, Hongkong, Phillipina, maupun Thailand. Wajah mereka rata2 > hampir sama dengan orang2 Indonesia keturunan Tionghoa sehingga > jatuhnya korban2 tidak pilih bulu, asal saja mukanya agak ke- cina2an > langsung tak ada ampun lagi. Bahkan ada beberapa orang Jawa aseli > yang sama sekali bukan keturunan Tionghoa sempat kena bogem mentah > hanya karena wajahnya mirip2 keturunan Tionghoa. Tragedy ini memang > ditujukan khusus kepada orang2 Tionghoa, dan memang inilah bentuk khas > kerusuhan anti-cina yang rutin dilestarikan pemerintah RI sejak > kemerdekaan Indonesia. Latar belakang sebenarnya murni sentimen agama > dimana mayoritas di Indonesia adalah agama Islam dan dalam ajaran > Islam, setiap umat Islam wajib menegakkan Syariah Islam dimana berhala > dan para penyembahnya wajib ditumpas habis. Dalam hal ini kita sama2 > paham bahwa tradisi Cina adalah menyembah patung yang dinamakannya > sebagai toapekong dengan hio2 untuk mengundang arwah2 nenek moyangnya > dan juga menyembah dewa2nya seperti dewa Giam Lo Ong, Dewi Kuan-Im, > dlsb. Islam mengharamkan penyembahan patung2 seperti ini, dan sejak > dizaman Muhammad semua patung2 ini dimusnahkan dan para penyembahnya > dipenggal kepalanya. Demikianlah, sentiment agama ini dibungkus > dengan baik menjadi se-olah2 gerakan politik. Namun jelas ini bukan > gerakan politik karena yang jadi korban tidak ada yang politikus, dan > tidak ada partai politik yang jadi sasaran. Korban2 dan sasaran > memang hanya keturunan tionghoa yang bukan Islam saja. > > Kejadian2 seperti ini sebelumnya juga sering terjadi, namun kali ini > beritanya meledak menjadi besar karena yang jadi korban ternyata > banyak warganegara asing keluarga para investor yang menanamkan modal > mendirikan berbagai pabrik2 diseluruh Indonesia. Korban2 yang > terbunuh semuanya keturunan Tionghoa Indonesia, selain tokonya > dijarah, pemiliknya terbunuh atau luka2 parah. Namun korban2 > permerkosaan bukan cuma amoy2 warganegara Indonesia, tetapi juga > warganegara asing dari berbagai negara tetangga. Akibatnya, > permerkosaan massal inilah yang menjadi headline berita diseluruh > dunia, sedangkan berita tentang pembunuhan, penjarahan toko2 yang ikut > menyertainya tidaklah sebesar berita pemerkosaan itu sendiri. Korban2 > warganegara asing langsung dikirim ke rumah sakit di Singapore, > Hongkong, Seoul, Taipeh, maupun Sydney. Kejadian ini merupakan > penghinaan besar bagi mereka yang menjadi korbannya, akibatnya > kedutaan RI di Hongkong menjadi sasaran demo dimana masyarakat > Hongkong melempari kedutaan RI ini dengan telur2 busuk. Dutabesar RI > dikirim pulang untuk mencegah hal2 yang tidak diingini. > > Akibat dari tragedy biadab ini, semua investor menarik diri keluar > dari Indonesia, bahkan George Soros investor Amerika yang besar sekali > modalnya telah mencabut semua investasinya dari Indonesia setelah > tragedy ini. Jumlah turis yang masuk ke Indonesia turun drastis > hingga sekarang. Para korban2 pemerkosaan banyak yang ditolong oleh > seorang pastor Katolik yang bernama Romo Sandywan. Namun setelah > bekerja sebulan dengan para korban2, sang Romo mendapat peringatan > dari pihak kepolisian agar berita tentang korban2 itu diserahkan > kepada polisi bukan kepada wartawan. Akhirnya data2 korban yang > diserahkan kepada pihak kepolisian menghasilkan surat ancaman kepada > masing2 korban untuk tidak menceritakan pengalamannya kepada wartawan. > Namun ada satu korban yang bernama "Lina", menulis laporan tentang > kejadian pemerkosaan yang menimpa dirinya kepada lembaga HAM > Internasional sehingga beritanya memenuhi koran2 diluar negeri. > Seminggu setelah kejadian itu, Lina ditemukan mati tertembak dikepalanya. > > Yang sangat mengesankan dari kejadian tragedy ini adalah sikap > pemerintah RI. Mula2 melalui MUI difatwakan bahwa pelaku2nya bukan > umat Islam melainkan umat Kristen dari gereja tertentu yang sengaja > ingin menodai agama Islam. Tidak berapa lama kemudian berita ini > berubah berbeda disiarkan oleh media massa diseluruh Indonesia dimana > dikatakan pelaku2nya adalah pemuda2 berbadan tegap dan berambut cepak. > Namun dua bulan setelah kejadian ini, Romo Sandywan dilarang untuk > diwawancarai wartawan, dan berita baru muncul sebagai kepastian, yaitu > TIDAK PERNAH DITEMUKAN KORBAN2 PEMERKOSAAN MASSAL. > > Kepercayaan investor diluar negeri makin surut, pemerintah Ri tidak > beritikad untuk menyeret dan menghukum pelaku2nya, justru dengan > mati2an melindungi para pelaku2nya. Kejadian ini belum lagi > diselesaikan, kembali terjadi pemboman di Bali terhadap turis2 > Australia dan orang2 Bali yang dianggap menyembah berhala. Pemerintah > Australia protest karena ternyata para pelakunya juga dilindungi tidak > ada niat menghukumnya meskipun dimedia massa diberitakan bahwa para > pelakunya sudah dijatuhkan vonis hukuman mati. Teror demi teror terus > berkembang sejalan dengan tegaknya Syariah Islam diberbagai wilayah > diseluruh Indonesia. Poso, Ambon, umat Islam Ahmadiah, kesemuanya > menjadi korban2 yang dianggap sebagai musuh2 Islam. > > Dari semua kejadian2 itu, ciri2 utama yang jadi korban adalah mereka > yang dianggap bukan Islam, dianggap murtad, dianggap penyembah > berhala, dianggap musuh2 Islam. Dan yang paling menarik disini > adalah, tidak ada satupun pelaku2nya yang ditindak oleh aparat yang > berwenang. > > Dunia Pariwisata makin mendung, setelah 8 tahun kejadian ini berlalu, > dunia pariwisata belum juga mengalami perbaikan bahkan cenderung makin > menurun. Berbagai kampanye dan iklan dilakukan oleh pihak pemerintah > maupun pihak swasta namun response turis tidak berubah, semua enggan > untuk berkunjung ke Indonesia. Bahkan presiden Gus Dur, Megawati, > hingga SBY sudah berkeliling negara2 diseluruh dunia untuk meyakinkan > bahwa Indonesia sekarang sudah aman, namun response dunia turisme > tetap melorot turun terus. Padahal seharusnya bukan kampanye atau > iklan yang harus digalakan tetapi tindakan tegas terhadap pelaku > pelanggaran HAM ini yang harus dilakukan pemerintah untuk meyakinkan > dunia turisme. > > Peringatan tragedy 13 Mei oleh masyarakat di Jakarta berulangkali > digelar, namun dibubarkan oleh aparat keamanan. Pemerintah RI > melarang peringatan ini dilakukan karena sebagaimana diberitakan > diseluruh Indonesia bahwa tidak pernah ada bukti2 terjadinya > pemerkosaan massal maupun penjarahan2. Namun peringatan ini diluar > negeri tetap berlangsung secara khidmad, di Los Angeles saja semua > majalah berbahasa Indonesia setiap tahunnya memberi tempat khusus > untuk memperingati kejadian ini, para korban menulis pengalaman2nya > dalam majalah2 tsb yang disebarkan keseluruh orang2 Indonesia yang > tinggal di Amerika. > > Ada puluhan korban2 pemerkosaan massal berhasil mendapatkan suaka > politik di Amerika sehingga sulit bagi pemerintah RI untuk menipu > dunia bahwa tidak pernah ada pemerkosaan massal. Apalagi korban2nya > itu bukan cuma warganegara Indonesia tetapi dari mancanegara tetangga2 > Indonesia sendiri. Khusus untuk peringatan tragedy 13 Mei tahun ini, > masyarakat Indonesia di Los Angeles sudah mempersiapkan pertemuan > besar disebuah gereja Indonesia didaerah Upland. > > Tidak ada satupun kerusuhan2 yang terjadi di Indonesia yang ditindak > oleh pemerintah Ri, antara lain pelanggaran HAM membumi hanguskan > Timor Leste dimana pemerintah RI berjanji akan menggelar sidang HAM > bersama Timor Leste, ternyata tidak pernah direalisasikan. Hingga > detik ini, pelanggaran yang sudah masuk agenda PBB ini masih tetap > dipeti eskan oleh pemerintah RI. Namun dalam setiap sidang > pelanggaran HAM, masalah ini tetap diagendakan oleh Ramos Horta di > PBB, sebaliknya Presidan Xanana berusaha mengulurnya. Dalam kasus > pelanggaran HAM Timor Leste ini telah terjadi perdebatan antara Ramos > Horta dan Xanana. Ramos Horta tetap bertekad menuntut pelaku2 > pelanggaran ini dihukum, sebaliknya Xanana yang berhasil dibujuk oleh > Gus Dur berusaha meredam dan mempeti eskan kasus ini untuk menjaga > masa depan hubungan baik Timor Leste dengan Indonesia. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > --------------------------------- > New Yahoo! Mail is the ultimate force in competitive emailing. Find out more at the Yahoo! Mail Championships. Plus: play games and win prizes. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > --------------------------------- > The fish are biting. > Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing. > > [Non-text portions of this message have been removed] > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
