--- In [EMAIL PROTECTED], Endiarto Wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>           
>     Sejarah memang dapat ditelaah dari berbagai sudut pandang untuk
 menemukan "kebenaran". Setiap orang bisa saja punya kesimpulan
sendiri  berdasarkan sudut pandang yang dianutnya. 
>   
>   Jika memang Kemerdekaan Indonesia dulu rencananya akan diberikan
oleh  Belanda, saya yang termasuk orang bodoh ini ingin bertanya :
>   
>   1) Mengapa Belanda mesti melancarkan Aksi Polisionil I dan II
(Agresi  Militer I dan II)??? Daripada menghabiskan banyak uang untuk
operasi  militer dan mengorbankan pemuda-pemuda Belanda, mestinya
berikan saja  kemerdekaan itu.
>   

Dalam perjanjian Linggarjati dan Renville kemerdekaan Indonesia telah
disetujui...  

Aksi polisionil itu BUKAN untuk menghalangi Indonesia merdeka.


>   2) Apa motif Kapten Raymond Westerling dalam melancarakan
aksi-aksi  pembunuhan di Sulsel dan Jabar pada akhir 1940 an? Apakah
Kapten  Westerling diperintah untuk melakukan "covert operation" oleh
 Pemerintah Belanda dengan tujuan-tujuan tertentu? Jika memang Belanda
 mau beri Kemerdekaan Indonesia dan Westerling "bergerak sendiri", 
kenapa perwira KST ini tidak diserahkan saja pada Indonesia untuk 
diadili?
>

Apa yang dilakukan oleh Westerling tidak didukung oleh semua orang
Belanda...

   
>   3) Jika Belanda memang mau beri Kemerdekaan, mengapa Belanda mesti
 buang-buang uang dan tenaga untuk mengulur-ulur penyerahan Irian Barat?
>   

Masaalah diulur-ulurnya penyerahan Papua Barat ke Indonesia terpisah
dari kesediaan Belanda untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.    

>   Bung, saya adalah orang Indonesia yang merasakan langsung
bagaimana  akibat dari segala permasalahan  yang sekarang dihadapi 
Indonesia  (yang  Bung  sebut dedel duwel). Bagi  kebanyakan orang
Indonesia Bung, ini realita yang mesti dihadapi dengan  ikhlas.
Bagaimanapun Indonesia adalah "negara baru". Usianya saja belum 
seratus tahun dan masih "membangun" serta "mencari bentuk". Banyak 
kesulitan yang dihadapi dan semuanya perlu proses panjang yang tidak 
mudah dijalani. Lihatlah Amerika Serikat, untuk jadi super power 
seperti sekarang, butuh berapa tahun? Perang Saudara pun pernah
dialami  AS. Sejarah AS juga melalui berbagai pengalaman tidak
mengenakkan  seperti rasisme, merebaknya mafia bahkan "malaise"
ekonomi. Bagaimana  dengan Belanda? Untuk jadi seperti sekarang,
Belanda butuh berapa tahun  dan berapa kekayaan yang mesti dikeruk
dari jajahan-jajahannya?
>   
>   Pendapat saya  Bung, kita tidak semestinya begitu saja 
mengabaikan, mengecilkan maupun mengejek jasa-jasa para tokoh seperti
 Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir, Bung Tomo,  Pak Dirman, Pak 
Nas dan Pak Simatupang.
>   
>   Mestinya, kita ini merasa "kecil" dibanding beliau-beliau itu.
Belum  banyak yang dapat kita sumbangkan bagi masyarakat dan negara
ini.   Terlepas  dari apapun pandangan  dan penilaian terhadap para 
tokoh itu, saya yakin jasa dan perjuangan mereka lebih berharga di 
benak kebanyakan orang dan di mata  Tuhan dibanding kita   yang  hanya
terus-terusan adu wacana  di milis ini. 
>   

Saya tidak akan bisa menghargai tindakan manusia seperti Soekarno yang
telah mengirim seperempat juta manusia sebagai Romusha untuk melakukan
kerja paksa; Soekarno yang telah jadi diktator pertama Indonesia;
Soekarno  yang telah menghancurkan ekonomi Indonesia bersama stalinis
PKI dan TNI.....

Indonesia menjadi negeri dedel duwel seperti sekarang ini adalah
karena kesalahan dankejahatan Soenarno, TNI dan PKI juga...

Tidak berarti bahwa saat Soekarno jadi korban ketidak adilan saya
tidak berusaha menegakkan keadilan...

Agar anda maklumi, saya adalah salah seorang Indonesia pertama di
Eropa yang menentang Orde Baru dan yang menyebarkan kisah kematian
Soekarno yang ditulis Rachmawati....

Saya adalah orang Indonesia pertama di Eropa yang melakukan kampanye
menuntut pembebasan tapol yang banyak diantaranya adalah anggota PKI
yang saya anggap ikut bersalah membawa ekonomi Indonesia ke kehancuran...





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/hOt0.A/lOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups - Join or create groups, clubs, forums &amp; communities. Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups - Join or create groups, clubs, forums &amp; 
communities. is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke