REPUBLIKA

Sabtu, 24 Februari 2007


Seriuslah Benahi Sistem Transportasi 


Musibah transportasi di negeri ini bagai tak kunjung hilang. Datang silih 
berganti. Belum hilang dari ingatan peristiwa lalu, kecelakaan yang baru sudah 
tiba. Dalam sepekan ini saja kita dikagetkan oleh dua insiden: patahnya badan 
pesawat Adam Air saat mendarat keras di Bandara Juanda, Surabaya, Rabu lalu; 
serta terbakarnya KM Levina I di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, sehari 
kemudian.
Kita tentu belum lupa dengan musibah hilangnya pesawat Adam Air dalam 
perjalanan dari Surabaya menuju Manado pada 1 Januari lalu. Begitu pula dengan 
tenggelamnya KM Senopati di perairan utara Jawa pada saat yang nyaris 
bersamaan. Ratusan korban meninggal dalam dua kecelakaan tersebut. Bahkan, tak 
satu pun penumpang Adam Air serta awaknya yang ditemukan. 'Bangkai' besar kedua 
alat transportasi itu pun belum ditemukan sampai saat ini.

Pada kurun waktu yang sama kita juga menyaksikan kecelakaan kereta api di 
beberapa daerah. Anjloknya gerbong kereta api akibat rel yang patah atau ambles 
ke tanah menjadi penyebab kecelakaan kereta belakangan ini.

Sejumlah musibah transportasi itu seharusnya membuat kita sadar dan serius 
membenahi manajemen sistem transportasi. Sebab, hal ini menyangkut keselamatan 
penumpang, menyangkut jiwa manusia. Oleh karenanya perlu dilakukan penyelidikan 
mendalam terhadap kecelakaan-kecelakaan yang terjadi sehingga ditemukan 
faktor-faktor yang menjadi penyebabnya. Jangan sekadar retorika atau cuma 
setengah-setengah saja dalam mengantisipasinya.

Transportasi amat terkait dengan kelaikan alat atau kendaraannya. Di sinilah 
diperlukan pengawasan yang ketat serta uji kelaikan bagi alat transportasi yang 
akan dioperasikan. Dalam hal ini pihak-pihak terkait dengan pengawasan dan 
pengujian kelaikan, tidak boleh main-main. Apalagi bisa kongkalikong dengan 
pengusaha agar meluluskan alat transportasi yang sedang menjalani uji kelaikan, 
padahal sebenarnya tidak laik jalan atau terbang. Termasuk di sini adalah soal 
kelengkapan alat keselamatan bila terjadi kecelakaan, seperti pelampung dan 
sekoci yang cukup dalam sebuah kapal penumpang.

Selain soal pengawasan dan uji kelaikan yang ketat, juga diperlukan pembenahan 
di lapangan. Ini menyangkut orang-orang yang terkait dengan keberangkatan 
sebuah alat transportasi. Informasi awal menyebutkan api yang menyebabkan 
kebakaran di KM Levina I berasal dari sebuah truk yang diduga mengangkut 
bahan-bahan kimia. Bagaimana mungkin hal ini terjadi bila tidak karena lemahnya 
kontrol di pintu masuk. Demikian halnya dengan jumlah penumpang yang berlebihan 
dari kapasitas. Hal-hal seperti itu menunjukkan adanya ketidakberesan di level 
operasional petugas lapangan.

Selanjutnya adalah soal kelaikan para awak alat transportasi itu sendiri. 
Selama ini kita tidak tahu persis bagaimana standar yang digunakan oleh Dephub 
dalam mengontrol dan mengawasi masalah ini. Sudah semestinya para pilot, 
nakhoda, masinis, serta sopir angkutan umum memiliki kualifikasi sesuai dengan 
standar yang ditetapkan. Tentu saja ini menyangkut kapabilitas mereka dalam 
mengatasi saat-saat darurat atau musibah menimpa.

Kecelakaan demi kecelakaan transportasi yang terjadi beruntun belakangan ini, 
sekali lagi, harus membuat pemerintah serta pihak-pihak swasta terkait serius 
menanggapinya. Sebab, ini menyangkut jiwa manusia. Jangan hanya mengejar 
profit, tapi keselamatan penumpang dinomorduakan. 




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/lOt0.A/hOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke