http://www.suarapembaruan.com/News/2007/04/20/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY Diharapkan, Pinjaman Program Bank Dunia 2007 US$ 600 Juta [JAKARTA] Pemerintah mengharapkan pinjaman program dari Bank Dunia minimal US$ 600 juta pada 2007. Sesuai dengan APBN 2007 kebutuhan pinjaman program mencapai sekitar US$ 1,75 miliar. Sedangkan kebutuhan program pinjaman 2008 masih dihitung sesuai dengan optimalisasi perhitungan penerbitan obligasi dalam negeri dan obligasi internasional. Demikian Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta saat memaparkan hasil pertemuan pemerintah dengan Bank Dunia di Amerika Serikat yang dilaksanakan pekan lalu, Jumat (20/4) di Jakarta. Menurut Paskah, dalam pertemuan dengan Bank Dunia itu pemerintah menyampaikan bahwa kondisi ruang fiskal Indonesia terus membaik. "Oleh karena itu untuk mempercepat pembangunan, terutama untuk percepatan penanggulangan kemiskinan, penanggulangan bencana, pembangunan infrastruktur, serta pembangunan pendidikan dan kesehatan, pemerintah memiliki keyakinan untuk mencapai tingkat defisit anggaran yang lebih tinggi pada tahun ini dan 2008," ujar Paskah. Berdasarkan perkembangan tingkat defisit tahun ini diperkirakan akan meningkat dari sekitar 1,1 persen dari produk domestik bruto menjadi sekitar 1,5 hingga 2 persen. Angka tersebut masih dapat berubah sesuai dengan perkembangan keadaan. Yakni dilakukannya optimalisasi terhadap belanja dan pembahasan di dalam APBN Perubahan 2007 dan rencana kerja pemerintah 2008 yang dibahas bersama-sama DPR. Menurut Paskah, pembiayaan defisit anggaran itu akan dilakukan melalui kombinasi pembiayaan yang semurah mungkin. Dengan resiko yang terjaga serta tetap menjaga upaya mencapai kemandirian pembiayaan pembangunan. Dengan demikian, sambung Paskah, sumber pendanaannya terutama dilakukan melalui pemanfaatan seoptimal mungkin akses Indonesia ke pasar melalui penerbitan obligasi dalam negeri dan internasional. "Dengan memperhatikan keterbatasan pasar, menyerap obligasi negara, sisa kebutuhan pembiayaan defisit akan diupayakan melalui program loan baik dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Jepang," ujar Paskah. Dia memaparkan, sesuai dengan APBN 2007, kebutuhan program pinjaman mencapai sekitar US$ 1,75 miliar. Dengan perkiraan itu pada 2007, program pinjaman dari Bank Dunia diharapkan minimal US$ 600 juta. Sementara kebutuhan pinjaman di 2008 masih dihitung. Dikatakan, untuk memperbaiki efisiensi dan efektifitas kegiatan dalam pertemuan dengan Bank Dunia, pemerintah juga meminta dilakukannya berbagai upaya perbaikan kinerja proyek yang dibiayai Bank Dunia baik melalui hibah maupun pinjaman. Satu kebijakan penting yang diperlukan antara lain dengan memberikan kewenangan yang lebih besar ke kantor perwakilan Bank Dunia di Jakarta dalam pengambilan keputusan. Sehingga persiapan, penilaian dan pelaksanaan proyek dapat dipercepat. Menurut Paskah saat pertemuan tersebut, pemerintah memaparkan perkembangan terakhir dari pengakhiran forum negara-negara donor yang tergabung dalam CGI. [L-10] Last modified: 19/4/07 [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
