http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/189900
--- In [email protected], "hadjar_wish" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: "Bagitu", kata Darwin Bahar yang tidak terlalu cerdas dan mau saja menjadikan al-Mushaf yang TIDAK berbukti berisi wahyu Allah itu sebagai kitab suci. Mari kita dudukkan masaalah ini dengan jelas dulu sekali lagi: al-Mushaf yang dijadikan kitab suci orang Islam tipikal itu TIDAK berbukti berisi wahyu Allah. Dan untuk sampai ke kesimpulan itu kita tidak perlu baca Paul Casanova, tidak perlu baca Lüling, tidak perlu baca Wansbrough atau Luxenberg. Lha orang Arab nggak bawa bukti bahwa al-Mushaf itu memang berisi wahyu Allah. (Sekali lagi: harap baca tulisan pendek saya ALIF BA TA) Mempercayai omongan orang yanng tidak disertai bukti bukanlah perbuatan orang cerdas. Lalu apa sesunguhnya al-Mushaf itu? Untuk menjawab pertanyaan ini memang hanya para orientalislah yang berusaha mengadakan kajian. Salah seorang yang secara sungguh-sungguh menelitinya adalah Paul Casanova yang sejak tahu 1913, lalu diikuti oleh Lüling permulaan tahun tujuh puluhan yang tidak lama kemudian diikuti oleh Wansbrough yang menulis dibagian ke dua dasawarsa yang sama dan diikuti oleh murid-muridnya seperti Patricia Crone dan Michael Cook. Luxemberg membuka horizon baru dipermulaan abad ini. Metode yang mereka pakai tidak sama, tapi kesimpulannya searah: al-Mushaf itu asal-usulnya semacam Bible juga. (Ur-Koran menurut istilah Lüling) Lalu apakah tulisan mereka diterima secara unanim? Ya nggak. Karena didunia ilmiah, apa lagi dibidang ilmu sosial (sejarah, sosiologi dll.) boleh dibilang tidak ada karya ilmiah yang begitu jauh jangkauannnya segera ditulis lantas langsung diterima orang secara unanim. Teori Darwin - yang pada hal berdasarkan observasi - saja hingga sekarang tiap hari dikritik, artinya tiap hari disempurnakan. Demikian juga dengan tulisan Casanova, Lüling, Wansbrough, Crone, Cook dan Luxenberg ini. Di kritik, dikatakan punya kelemahan dst. Di kritik, artinya disempurnakan. Tapi tulisan mereka TIDAK tinggalkan. Demikianlah, tulisan Luxenberg yang dikritik orang itu tetap dipakai dan diterima orang, dan musim rontok tahun yang lalu Gerhard Böwering memberikan dukungannya dengan memberi penjelasan kenapa Bible apokrif yang kita temui di ayat-ayat al-Mushaf itu (Allah tak beranak) dan bukan Bible kanonik (Trinitas), yaitu karena Byzantium ("Benua Ruhum" menurut orang Islam Minangkabau) yang sibuk berhadapan dengan negeri lain TIDAK memperhatikan penduduk Padang Pasir, artinya memberi kesempatan kepada penganut Bible apokrip untuk meluaskan pengaruhnya kesana. Begitu! --- In [EMAIL PROTECTED], Darwin Bahar <dbahar@> wrote: Gabriella: Ini aku ambil dari hasil researchnya Christoph Luxenberg (nom de plume) dari seorang Linguist dan expert dlm Bahasa Syriac asal Timur Tengah. Christoph Luxenberg (ps.) Die syro-aramaeische Lesart des Koran; [AKHIR KUTIPAN] Seperti pernah saya tulis dalam dua posting yang cukup panjang di milis ini, "teori" Luxenberg bernama asli Ephraem Malki, warga negara Jerman asal Libanon penganut fanatik Kristen Ortodoks yang dituangkannya dalam bukunya Die Syro-Aramaeische, mempunyai banyak kelemahan, dan yang mengungkapkan kelemahan tersebut justru para sarjana non-muslim yang melakukan pengkajian serius terhadap Al Quran. Dalam posting saya tersebut saya antara lain menulis. Simposium Orientalistik se-Eropa di Bamberg, Jerman Selatan, 2001 yang menjadikan Buku Die Syro-Aramaeische sebagai sorotan pada sesi "Kajian Al Qur'an" (Koranforschung) misalnya, bersepakat bahwa temuan-temuan Luxenberg tidak berarti bagi konteks sekarang. Tesis-tesisnya merupakan kelanjutan model lama kajian Al Qur'an di Jerman yang diawali Abraham Geiger, N"ldeke, dan Rudolf. Hermut Bobzin, Professor studi Al Qur'an dari Erlangen, yang sedang menggarap terjemahan Al Qur'an edisi terbaru berpendapat, tesis Luxenberg bisa menjadi benalu bagi perkembangan kajian Al-Qur'an yang obyektif. Lebih lanjut, awal tahun 2004 yang lalu, Wissenschaftskolleg Berlin menghadirkan puluhan pakar dari berbagai dunia, khusus untuk mengupas buku tersebut. Professor Hans Daiber-yang memberikan seminar terbuka tentang karya itu selama satu semester penuh di Departemen Orientalistik Universitas Frankfurtmengungkap sejumlah kelemahan buku itu secara metodologi dan filologi. Seperti tersirat di atas, dewasa ini tidak semua kajian Al Qur'an di Jerman bernada negatif. Belakangan, bermunculan kajian yang lebih objektif. Seperti karya Angelika Neuwirth (Institut Orientalistik Berlin) dan Stefan Wild (Bonn). Paling menonjol adalah karya Navid Kermani, Gott ist sch"n, das sthetische Erleben des Koran (Tuhan Maha Indah: Penghayatan Estetik terhadap Al Qur'an -- 546 halaman, 2000) yang telah menggeser paradigma kajian Al Qur'an di Jerman. Buku itu menitikberatkan pengaruh Al Qur'an terhadap kehidupan pengikutnya. Kermani bahkan kerap mengkritik sarjana Barat yang masih mencari-cari kelemahan al-Qur'an. Tulisan pertama dari dua tulisan itu, yang memuat kutipan di atas kemudian dipilih Elceem sebagai salah satu dari lima tulisan pertama di Superkoran. Dari kalangan Islam sendiri sanggahan terhadap Luxenberg antara lain datang dari alumnus Cambridge University Prof. Dr. Muhammad Mustafa al-A'zami. Penulis sejumlah buku, antara lain The History of The Qur'anic Text (2003) pernah berkunjung ke Indonesia tahun lalu untuk meluncurkan versi Indonesia buku itu dalam Pameran Buku Islam di Istora. Seperti yang dilaporkan Gatra Nomor 22 tanggal 11 April 2005 yang lalu, Gus Dur, yang mengaku pengagum A'zami, bertindak sebagai panelis bersama pakar Quran dan hadis lainnya. Ketika ditanya oleh wartawan Gatra yang mewawancarainya tentang Luxenberg dengan enteng ia menjawab: "Ah, dia pemikir bodoh. Beberapa penulis mengomentari bahwa pengetahuannya tentang bahasa Syiriya-Aramaik sangat dangkal. Kata dia, Al-Quran berasal dari bahasa Aramaik, kemudian setelah 100 tahun beralih ke bahasa Arab. Sehingga disebut Quran kondisional. Itu sama sekali bukan kajian ilmiah." Begitu. Wassalam, Darwin --- End forwarded message --- --- End forwarded message --- Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
