http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=285898
Sabtu, 19 Mei 2007, Pertumbuhan Harus Berkualitas Tak ada yang istimewa dari pencapaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2007. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan pertama tahun ini, ekonomi tumbuh 6,0 persen. Sebuah prestasi yang pas-pasan dan jauh dari membanggakan. Laju perekonomian pun masih ditopang konsumsi, bukan investasi. Dengan begitu, boleh dikata pertumbuhan hanya bersifat semu. Angka pertumbuhan Januari-Maret 2007 juga meleset dari target yang dipatok 6,3 persen. Sejumlah pengamat menilai, itu akibat pemerintah kurang fokus menata perbaikan makroekonomi. Itu masih diperburuk dengan anjloknya daya beli masyarakat yang ditandai dengan penurunan penjualan produk makanan, elektronik, dan kendaraan bermotor hingga 60 persen. Padahal, pada periode sebelumnya, nilai transaksi di sektor tersebut cukup tinggi. Yang juga perlu dicatat adalah membanjirnya uang panas (hot money) pada tiga bulan pertama tahun ini. Duit dari negeri seberang itu masuk ke sejumlah investasi portofolio, seperti saham, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan Surat Utang Negara (SUN). Dana asing yang masuk ke berbagai sektor keuangan di Indonesia ditaksir mencapai Rp 132 triliun. Dalam bentuk SBI Rp 45 triliun, SUN Rp 77 triliun, dan saham Rp 10 triliun. Secara tidak langsung, duit panas itu turut memacu pertumbuhan, namun sama sekali tidak menyentuh sektor riil yang sebenarnya adalah inti perekonomian. Dari berbagai fakta tersebut, hampir dipastikan target pertumbuhan 6,2 persen tahun ini sulit dicapai. Menurut beberapa ekonom, secara teknis dibutuhkan pertumbuhan rata-rata minimal 6,74 persen pada tiga kuartal ke depan. Perlu kerja keras berbagai pihak untuk merealisasikan target sebesar itu. Tentu saja, kondisi tersebut semakin menyulitkan program pemerintah untuk mengentaskan pengangguran. Dengan asumsi penciptaan 250 ribu-300 ribu lapangan kerja pada setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi, sangat berat mengeliminasi angka pengangguran yang saat ini lebih dari 10 juta orang. Paling tidak, dibutuhkan pertumbuhan yang berkualitas sebesar 8 persen per tahun untuk mengurangi jumlah pengangguran dengan cepat. Disebut berkualitas karena didorong sektor investasi jangka panjang padat modal, bukan oleh konsumsi dan investasi jangka pendek. Karena itu, tidak ada pilihan lain kecuali melaksanakan beragam paket kebijakan yang telah dirilis setahun silam agar sektor riil bergerak. Mulai paket kebijakan infrastruktur, paket keuangan, hingga paket investasi. Berbagai barriers yang menghambat dunia usaha pun wajib dikikis habis. Contohnya, perizinan dibuat tidak berbelit, birokrasi reformasi dari atas hingga bawah, penciptaan kepastian hukum, hingga membasmi pungli. Jika semua itu berjalan lancar, dipastikan ekonomi bisa tumbuh secara berkualitas. Dengan begitu, negeri ini bisa segera menyejajarkan diri dengan bangsa yang maju. [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
