http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2007051402365812
Senin, 14 Mei 2007
BURAS
Bangsa Gagap Sejarah!
H.Bambang Eka Wijaya:
DALAM seminar internasional historiografi, utusan Indonesia selalu
tergagap setiap bicara. "What wrong?" tanya moderator.
"Maaf!" jawab utusan Indonesia. "Bangsa kami, terutama generasi saya dan
berikutnya, memang gagap sejarah! Itu terjadi karena sejak sejarah perang
kemerdekaan, buku dan film terkait Serangan Oemoem Satoe Maret 1948 yang telah
jadi pelajaran di sekolah, belakangan dinyatakan tidak valid. Lantas terminal
sejarah berikutnya, G-30-S, buku pelajaran dari Departemen Pendidikan yang
telah dipakai sekolah lanjutan juga ditarik Kejaksaan Agung! Kurun terakhir
terkait kejatuhan Orde Baru, kerusuhan tanggal 14--15 Mei 1998 yang menewaskan
lebih 1.000 orang di Jakarta, setelah tanggal 13 Mei empat mahasiswa
Universitas Trisakti tewas tertembak aparat, tahun 2002 kasusnya ditutup DPR
dengan alasan tak ada pelanggaran HAM! Akibatnya, tak ada catatan sejarah
standar yang bisa dipakai dari semua peristiwa penting dalam perjalanan sejarah
bangsa itu!"
"Lantas, jika orang bijak berkata belajarlah dari sejarah, kalian belajar
dari apa?" kejar moderator.
"Dari ketiadaan!" jawab utusan. "Tepatnya, kami tak pernah bisa belajar
dari sejarah!"
"Berarti kalian ahistoris?" kejar moderator. "Itu seperti di rimba tanpa
memedomani jejak-jejak yang telah dilalui, bisa tersesat!"
"Itu konsekuensi logis!" jawab utusan. "Dan tersesat itu juga luas
sifatnya, seperti tak bisa menemukan jalan keluar dari multikrisis sepanjang
satu dekade! Tersesat di hutan saja bisa mencari tempat tinggi untuk melihat
arah keluar, tapi ini satu dekade buntu!"
"Pelajaran terpenting dari sejarah memahami kenapa suatu peristiwa
terjadi, tahu siapa yang harus bertanggung jawab agar tidak mengulangi pilihan
buruk!" tegas moderator. "Bahkan peristiwa terakhir, kerusuhan bulan Mei 1998,
kalian tak bisa memastikan bagaimana ribuan orang tewas terpanggang di
pusat-pusat belanja Jakarta, dan siapa yang harus bertanggung jawab? Ancaman
pengulangan dari yang harus bertanggung jawab itu laten karena kalian juga tak
tahu kenapa peristiwa itu bisa terjadi!"
"Itulah bangsa kami, pelupa!" timpal utusan. "Tokoh-tokoh yang seharusnya
bertanggung jawab pada masa lampau yang buruk, begitu berganti iklim perannya
itu kami lupakan dan kami elukan kembali ke pentas! Itu penyebab reformasi
terkesan tinggal bendera karena permainan politik kembali ke determinasi dan
kendali aktor lama!"
"Itu akibat tak belajar dari sejarah, roda cepat berputar kembali ke
lumpur yang belum lama ditinggalkan!" sambut moderator. "Lalu, bagaimana kalian
keluar dari lumpur itu!"
"Membereskan kembali sejarah dan belajar sungguh-sungguh darinya!" tegas
utusan.
"Memang tetap itu jalan terbaik!" timpal moderator. "Tapi sementara
kalian berbenah sejarah, bangsa-bangsa lain sudah melaju di atas roda
sejarahnya yang prima. Artinya, kalian akan selalu tertinggal! Apalagi kalau
setiap langkah kalian justru terjegal oleh kisruh sejarah yang tak pernah
selesai!"
"Ironis!" tegas utusan. "Karena kami adalah bangsa yang bangga pada
sejarah!"
"Itu modal tersisa!" timpal moderator. "Biar gagap asal bangga!" *
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/