http://www.antara.co.id/arc/2007/5/21/timika-krisis-premium-rp15000-per-liter/

21/05/07 08:20

Timika Krisis Premium, Rp15.000 per Liter

Timika, Papua (ANTARA News) - Stok premium (bensin) di Timika, ibukota 
Kabupaten Mimika, Papua, dalam empat hari belakangan menipis yang mengakibatkan 
antrian sangat panjang kendaraan bermotor di dua Stasiun Pengisian Bahan bakar 
Umum (SPBU), yaitu SPBU SP2 dan SPBU Nawaripi dan harga jual premium di tingkat 
pengecer menembus angka Rpl5.000per liter.

Kepala Regu SPBU SP2 Timika, Djafar Setiawan, Senin, mengemukakan bahwa pasokan 
premium dari Depot Pertamina Paumako mulai berkurang sejak Rabu (16/5), yaitu 
sebanyak 16.000 liter, Kamis (17/5) 15.000 liter, dan Jumat (18/5) 10.000 liter.

Padahal, dalam kondisi normal, lanjutnya, pasokan premium ke SPBU SP2 milik PT 
Astika (Serayu Group) itu mencapai 20.000 liter.

"Kami tidak tahu alasannya mengapa jatah premium dari Pertamina berkurang. Kami 
hanya melayani konsumen sesuai dengan jatah yang diberikan," tutur Djafar.

Dengan adanya pengurangan jatah premium dimaksud, menurut Djafar, pihaknya 
mendapat instruksi dari Pertamina untuk membatasi pengisian premium kepada 
semua kendaraan bermotor, yaitu kendaraan roda empat 20 liter dan kendaraan 
roda dua lima liter serta melarang pembelian premium dengan menggunakan jerigen 
dan drum.

Untuk mengontrol penjualan premium di dua SPBU itu, petugas menghadirkan 
sejumlah aparat kepolisian untuk mencegah terjadi keributan dengan para 
pengemudi.

Djafar mengaku kesulitan dalam mencegah ulah kotor sejumlah pengemudi yang 
antri beberapa kali di SPBU untuk menimbun premium dengan maksud akan dijual 
kembali dengan harga yang lebih tinggi.

"Kesulitannya adalah akibat kendaraan yang antri banyak sekali maka kami tidak 
mungkin hafal satu persatu, siapa saja yang sudah dilayani," tutur Djafar.

Sementara itu Perwakilan PT Pertamina Timika, Hardjito, mengatakan bahwa 
kelangkaan premium di kota Timika dalam beberapa hari terakhir disebabkan kapal 
tanker yang memuat BBM dari Ambon belum tiba di Timika.

"Kami mendapat informasi dari Ambon, loading kapal Pertamina yang mengakut BBM 
ke Ambon juga tiba terlambat sehingga otomatis pasokan BBM ke Timika pun 
terlambat," kata Hardjito.

Menurut dia, saat ini stok premium yang ada di Depot Pertamina Paumako Timika 
sudah menipis. Untuk menjaga kekosongan stok, katanya, Pertamina menempuh 
kebijakan mengurangi jumlah pasokan premium ke dua SPBU di Timika hingga hari 
ini, Senin dengan jumlah pasokan per hari sebanyak 23-28 ton.

Hardjito juga mencurigai adanya penimbunan yang dilakukan pihak-pihak yang 
tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi.

"Sebetulnya pasokan premium yang ada sekarang mencukupi kebutuhan kendaraan di 
kota Timika, kami menduga ada pihak-pihak yang sengaja menimbun premium untuk 
mencari keuntungan," ujarnya.

Hardjito mengungkapkan pendistribusian premium di kota Timika akan kembali 
normal pada Selasa (22/5) setelah kapal tanker yang mengangkut BBM dari Ambon 
sandar di Pelabuhan Paumako Timika. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke