http://www.indomedia.com/bpost/062007/16/depan/utama1.htm
Dujana Sebut Nama Ba'asyir a.. Amir darurat JI dibekuk JAKARTA, BPOST - Guna meyakinkan publik bahwa Abu Dujana (38) memang tokoh Jamaah Islamiyah (JI), Mabes Polri memutar rekaman pengakuannya. Polri pun mengumumkan telah menangkap Amir Darurat JI, Zarkasih alias Mbah (45). Dalam tayangan itu terlihat Abu dan Zarkasih duduk di sebuah kursi di suatu lokasi yang tidak disebutkan keberadaannya. Secara bergantian, mereka membeberkan secara gamblang keterlibatannya di JI dan sejumlah aksi pengeboman. Abu yang lahir di Cianjur, Jabar ini mendapat giliran pertama nongol di layar OHP yang ditayangkan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/6). Abu tampil terbuka tanpa cadar penutup kepala sehingga wajahnya yang berkumis tanpa berkacamata terlihat jelas. Luka tembak di bagian kaki tidak tampak karena hanya direkam separo badan. Dia mengenakan baju koko warna coklat. Tubuh bapak empat anak ini kurus dengan kumis dan tanpa kacamata. Di awal tayangan, Abu langsung memperkenalkan dirinya. "Saya anggota JI dan atasan saya Zarkasih alias Mbah yang merupakan Amir Darurat JI," katanya. Pria bernama asli Aenul Bahri ini mengaku pernah mengikuti latihan militer di Afghanistan pada 1989. Dia pun bercerita tentang kepemilikan senjata api pada 20 Maret 2007. "Ada pemindahan amunisi dan senjata api ke Poso. Senjata api itu milik umat Islam yang ada di tangan JI. Senjata itu akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman, senjata itu telah dibicarakan dengan Mbah dan telah disetujui. Tetapi sayangnya...,Allah berkehendak lain," tuturnya. Tidak ada pekik takbir Akbar dan kepalan tangan membakar semangat seperti rekaman Noordin M Top yang ditayangkan Mabes Polri beberapa waktu lalu. Selama lima menit, Abu bertestimoni dengan tenang. Meski belum selesai, rekaman yang disaksikan ratusan wartawan itu dihentikan di tengah jalan oleh Direktur I Bareskrim Mabes Polri sekaligus Dan Satgas Densus 88 Brigjen Suryadharma. "Kita lanjutkan saja jumpa persnya, kan sama semua pengakuannya," kata Surya. Surya menjelaskan Abu mendapatkan kemampuan menggunakan senjata dan merakit bom di Afghanistan. Abu juga terlibat berbagai peledakan bom mulai Bom Bali I tahun 2002, Hotel JW Marriott Jakarta tahun 2003, dan Bom Kuningan tahun 2004 serta mengatur pelarian Noordin M Top dan (alm) Dr Azahari. "Abu Dujana menyembunyikan Noordin di Solo setelah lolos dari penangkapan polisi di Bandung pada Maret 2003," ujarnya. Menurut Surya, Abu juga menyebut saat peledakan bom di Hotel JW Marriott, amir JI dijabat oleh Abu Bakar Ba'asyir yang kini menjadi amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Ddisebutkan, pada 1993, JI yang masih bernama NII dipimpin Abu Sungkar dan Ba'asyir. Keduanya melarikan diri ke Malaysia, karena khawatir ditangkap. Pada 2000, Ba'asyir pulang ke Indonesia dan menjadi amir JI hingga 2003. Dia digantikan Abu Rusdan. Setahun kemudian diganti Adung. Namun, sejak 2005, diangkat amir darurat yakni Mbah alias Zarkasih. Penunjukan ini dilakukan di sebuah tempat di Kartosuro, Jateng yang dihadiri oleh Ba'asyir. Menyikapi ini, Jubir MMI Fauzan Al Anshari menilai ada 'sesuatu' di balik pernyataan itu. "Pernyataan serupa sempat dilontarkan Nasir Abbas dalam buku Membongkar Jaringan JI. Tapi tudingan itu tak bisa dibuktikan di muka persidangan. Kalau Abu Dujana mengatakan Ba'asyir pernah menjabat sebagai ketua Mantiqi II, dia harus menunjukkan buktinya," tegasnya.Amir Darurat Setelah Surya selesai memutar rekaman pengakuan Abu, giliran rekaman Zarkasih yang ditayangkan. Zarkasih terlihat berambut cepak dan beruban. Pria bertubuh gempal ini terbalut kaos warna coklat dan berkumis tipis. Dia mengaku mengikuti akademi militer di Sadah, Pakistan, tahun 1987 dan mengajar di kamp Hudaibiyah Moro, Filipina. "Saya kini menjabat Amir Darurat Jamaah Islamiyah," kata Zarkasih yang memiliki banyak nama samaran seperti Mbah, Abu Irsyad, Zahroni, Roni, Nuaim dan Zainudin. "Zarkasih alias Mbah menjadi amir darurat JI sejak 2004. Dia ditangkap pada hari yang sama dengan Abu Dujana namun waktunya berbeda. Dia mengendalikan operasi JI di seluruh Indonesia," kata Surya. Zarkasih ditangkap pukul 17.30 WIB di Jogjakarta, Sabtu (9/6). Dia lahir di Pekalongan, 28 Desember 1962. Alamat terakhirnya di Dusun Watu, Gethek, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Jogjakarta. Menurut Surya, Zarkasih terlibat kasus perampokan gaji PNS di Kantor Pemda Poso senilai Rp 487 juta. Perampokan itu terjadi pada 1 April 2005 pukul 12.15 Wita. Pelakunya dua laki-laki bercadar ala ninja memegang senjata api. Menurut Surya, masih ada tiga orang ahli bom yang masih belum tertangkap. "Dr Azahari menurunkan ilmunya ke Agus, yang tewas di Poso dalam penyergapan Detasemen 88, 11 Januari 2007. Agus, sebelum tewas, menurunkan ilmu merakit bom ke Dr Agus, Upik Lawanga dan Anto Bojer. Ketiganya dalam pengejaran polisi," ujarnya. JBP/h10/ugi/dtc/mic [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
