HARIAN ANALISA
Edisi Rabu, 18 Juli 2007 

Presiden Tantang Siswa Lemhanas Susun Kajian Refleksi 10 Tahun Reformasi 

Jakarta, (Analisa) 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menantang para siswa Program Peserta 
Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XV Lemhanas, untuk menyusun kajian strategis 
dan refleksi kritis sepuluh tahun reformasi. 

Kaian tersebut sebagai masukan bagi pemerintah untuk menindaklanjuti proses 
reformasi dan demokrasi. 

"Saya meminta Lemhanas menyusun kajian strategis itu dalam waktu tiga bulan, 
waktu itu cukup panjang sehingga dapat segera diselesaikan dan 
dipresentasikan," katanya, pada pembekalan Program PPSA XV Lemhanas di Istana 
Negara, Selasa. 

Yudhoyono menjelaskan, menilai keberhasilan perjalanan sepuluh tahun reformasi 
harus dilihat secara utuh mana yang benar dan tidak, karena selalu ada yang 
tidak pas. 

Kepala negara menambahkan, negara maju harus melakukan sesuatu yang signifikan 
untuk membuka akses ke negara berkembang termasuk mengalihkan teknologi 
informasi. 

"Dibutuhkan pemerintahan yang baik tanpa menghilangkan daya saing sumber-sumber 
alam untuk menciptakan iklim kerjasama di bidang investasi, meningkatkan mutu 
pendidikan serta perlunya memelihara lingkungan hidup," kata Yudhoyono. 

Yudhoyono meminta para lulusan Lemhanas untuk menjadikan PPSA sebagai "kawah 
candradimuka" dan menerapkan ilmu yang didapat selama pendidikan guna membantu 
merealisasi program-program pemerintah. 

Pada acara itu, Gubernur Lemhanas Muladi menyampaikan buku berjudul "Pengaruh 
Globalisasi dan Tranfomasi Ketahanan Ekonomi dalam Rangka Stabilitasi Nasional" 
kepada presiden. 

Salah satu peserta, Prof Didin S Damanhuri berpendapat proses demokrasi yang 
berlangsung satu dasawarsa tidak cukup diletakkan pada makro ekonomi semata 
tetapi perlu pendekatan ekonomi dan non ekonomi, fundametal ekonomi makro yang 
baik serta ditunjang stabilitasi politik yang baik. 

"Indonesia dikenal berhasil mengatasi permasalahan terorisme, namun di satu 
sisi di sektor riil belum sepenuhnya bergerak," katanya. 

Didin menjelaskan, pemerintah sudah berhasil mengatasi sebagian besar masalah 
korupsi, membangun infrastruktur dan pengelolaan sumber daya alam, dan berbagai 
program-program ketahanan nasional lainnya


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke