http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=300734

Sabtu, 25 Agt 2007,



Dana yang Mubazir


Sungguh ironis. Ketika negeri ini sedang butuh-butuhnya investasi untuk memacu 
pertumbuhan ekonomi, puluhan triliun rupiah justru ditanamkan di SBI 
(Sertifikat Bank Indonesia). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 
membeberkan hal itu di depan sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD), 
Kamis lalu. Dia menyatakan, dana pemda yang diparkir di perbankan mencapai Rp 
96 triliun.

Di antara jumlah itu, duit yang ditanam dalam bentuk SBI pada pertengahan 
Agustus ini tercatat lebih dari Rp 50 triliun. Sungguh dana yang sangat besar 
saat negeri ini sedang berupaya menggenjot pembangunan. 

Jika dirunut ke belakang, yang diungkapkan SBY tersebut sebenarnya bukan barang 
baru. Jauh-jauh hari, Bank Indonesia (BI) mengingatkan soal banyaknya Bank 
Pembangunan Daerah (BPD) yang menyimpan dana di instrumen moneter itu.

Sebagai "kasir" pemda, BPD saat ini mengalami kelebihan likuiditas lantaran 
sejumlah proyek di daerah belum berjalan maksimal. Bisa jadi, daripada 
menganggur, dana tersebut kemudian disimpan dalam SBI. 

Menteri keuangan pun sudah tak terhitung me-warning pemda-pemda yang terlalu 
banyak menyimpan dananya di perbankan. Mulai sanksi penundaan hingga pemotongan 
dana alokasi umum (DAU). Namun, ancaman tersebut terbukti tak mempan.

Lepas dari itu, sebenarnya pemda tidak sepenuhnya salah. Sistem yang belum 
sempurnalah yang membuat dana di daerah menjadi bermasalah. Jika 
diidentifikasi, ada beberapa faktor yang menyebabkan dana parkir di perbankan 
demikian melimpah. 

Pertama, pemda memarkir dana di lembaga keuangan karena mengalami surplus 
anggaran akibat menerima alokasi yang lebih besar daripada kebutuhan.

Bila itu yang terjadi, mungkin tidak ada persoalan. Hanya, pemda harus 
pandai-pandai mengelola dana berlebih itu. Mungkin bisa dikelola dalam bentuk 
trust fund atau lainnya, sehingga generasi mendatang tidak mengalami kekeringan 
likuiditas. Menkeu Sri Mulyani Indrawati bahkan mengusulkan perlunya memiliki 
fund manager untuk mengelola dana di daerah yang surplus.

Kedua, dana melimpah akibat perencanaan yang lemah. Jika itu yang terjadi, 
daerah tersebut berarti sedang bermasalah. Dalam banyak kasus, hal itu 
disebabkan pendelegasian wewenang dari pusat tidak diikuti kapasitas 
pengelolaan fiskal di daerah. 

Dulu, desentralisasi dilakukan bersamaan dengan proses reformasi secara 
keseluruhan, sehingga aparat di daerah tidak punya kapasitas dan kapabilitas 
memadai.

Yang tak kalah penting adalah penyerapan anggaran daerah sangat minim lantaran 
banyak proyek yang tak berjalan. Seperti yang banyak dikeluhkan sejumlah 
daerah, saat ini tak sedikit pejabat yang ogah-ogahan menjadi pemimpin proyek 
karena bisa menjadi bidikan aparat penegak hukum. Banyak pimpro yang takut 
berbuat salah karena rambu-rambu yang kian ketat.

Karena itu, semua pihak harus segera duduk bersama untuk memetakan persoalan 
apa yang sebenarnya terjadi di daerah. Jika masalahnya hanya perencanaan, 
pemerintah pusat bisa mengerahkan segenap dukungan. Syaratnya, pemda juga harus 
menghilangkan hambatan proses penganggaran akibat disharmoni dengan dewan.

BI sebagai otoritas moneter juga perlu menekan BPD agar mengucurkan dananya 
kepada pengusaha daerah, tidak sekadar menyimpan di SBI. Kepada pemda-pemda 
yang tetap bandel, pemerintah pusat perlu menjatuhkan sanksi tegas agar kasus 
serupa tidak terulang pada masa mendatang.


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke