http://www.suarapembaruan.com/News/2007/08/25/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY -------------------------------------------------------------------------------- Puteri Indonesia 2007 "Pulang Kampung" Dari ITS hingga Makam Bung Karno "Saya bangga sekali bisa membawa nama baik kota Blitar dan saya sangat terkejut dengan sambutan masyarakat yang begitu meriah dan antusias kepada saya. Sampai saat ini saya belum percaya dengan keberadaan diri saya sendiri." (Putri Raemawasti) Meriah dengan sambutan penuh gegap gempita. Itulah suasana yang tergambar dalam perjalanan pulang kampung Puteri Indonesia 2007, Putri Raemawasti beserta rombongan dengan sejumlah agenda kunjungannya ke beberapa tempat di ibukota provinsi Jawa Timur dan kota kelahirannya, Blitar. Di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS-Red) yang berlokasi di Sukolilo, Surabaya sebagai kampusnya, Selasa (14/8), Putri disambut meriah oleh teman-teman sefakultasnya yakni Fakultas Teknik Industri. Sebelum menuju fakultas tempat Putri menuntut ilmu, Putri bersama rombongan diterima Rektor ITS Surabaya, Prof Ir Priyo Suprobo, MS, PhD beserta jajarannya di ruang kerja rektor. Sang rektor mengaku bangga karena ada mahasiswinya yang terpilih menjadi Puteri Indonesia 2007. "Kami bangga dengan jawaban-jawaban spontan, singkat, dan cerdas Putri. Tentunya saya pun merasa bangga ada mahasiswi kita bisa menjadi Puteri Indonesia 2007, karena di dalam penilaian itu bukan saja beauty, behaviour, tapi ada brain. Kalau masalah beauty, maaf di ITS mungkin banyak yang cantik-cantik," tandas Rektor. Dalam wejangan, Rektor juga meminta anak pasangan Sri Utari (45) dan Mulyono (48) ini, untuk tidak boleh malu katakan dari mahasiswi ITS. Kalau ditanya mahasiswi darimana maka harus tegas menjawab dari ITS. Karena menurut Rektor, ITS sangat kental dengan teknologinya dan berkonotasi maskulin. Akan tetapi di tengah kemaskulinan itu muncul juga feminisme yang diwakili Putri . Rektor juga berpesan agar Putri jangan sampai melupakan tugasnya dalam menyelesaikan kuliah. Kebanggan ITS justru bertambah lagi jika Putri menyelesaikan kuliahnya dan meneruskan pascasarjana di kampus yang sama. Soal feminisme Rektor menambahkan, selain Putri yang menjadi kebanggaannya, alumnus ITS yang feminis juga banyak dan telah mengukir prestasi di dalam berkarier misalnya, President Director General Electric Indonesia, sambil tidak menyebut namanya. Dalam kesempatan tersebut, rektor juga meminta kepada pihak Yayasan Puteri Indonesia untuk mengagendakan kunjungan Puteri Indonesia ke kampus ITS lagi pada tanggal 23 Agustus 2007 mendatang berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru oleh Senat. Di acara tersebut akan hadir sebagai pembicara adalah President Director General Electric Indonesia yang juga feminis. Sehingga dengan kehadiran Puteri, ITS akan menonjolkan gender tersebut di hadapan mahasiswa baru. Wanita yang sudah duduk di semester lima Fakultas Teknik Industri ITS ini dalam audensi dengan Rektor juga meminta izin untuk cuti dua semester dan diiyakan Rektor sembari menunjuk Ketua Jurusan Fakultas Teknik Industri Dr Ir Udisubakti Ciptomulyono, MEng Sc, untuk mengurusnya. Rektor juga menyinggung soal penghargaan dari ITS bagi mahasiswa-mahasiswi berprestasi termasuk Puteri . Penghargaan bagi yang berprestasi ilmiah, seni, dan olahraga itu diumumkan bertepatan dengan HUT RI, 17 Agustus 1945. Usai audensi, mantan Diajeng Blitar 2005 bersama rombongan menuju Fakultas Teknik Industri. Spanduk ucapan selamat datang terbentang di jalan masuk kampus maupun fakultas. Di fakultas tersebut dengan mengambil salah satu ruangan kuliah, Putri bertemu kangen dengan teman-teman kuliahnya. Teman-temannya yang mayoritas pria begitu antusias berdialog dengannya. Menjawab pertanyaan teman-teman dalam dialog itu, perempuan berzodiak Sagitarius mengatakan di ITS dirinya sebagai teladan sehingga adik-adik kelas dapat mengikuti jejaknya menjadi Puteri Indonesia. "Saya ingat pesan Bung Karno, jangan menjadi Mawar hanya untuk mempercantik diri sendiri tetapi harus menjadi Mawar pagar bangsa," ujar alumnus SMA Negeri 1 Blitar, mengutip ucapan tersebut. Sebagai duta, sulung dari tiga bersaudara ini juga nanti bertugas mempromosikan anti narkoba, duta sosial, anak-anak perempuan, budaya, dan lingkungan. Bukanlah tugas gampang bagi Putri selama setahun sehingga seperti dijelaskan pihak Yayasan Puteri Indonesia, Putri akan dibekali dengan berbagai hal. Berbagai pertanyaan dilontarkan teman-temannya, mulai dari soal bikini yang akan dikenakan di ajang Miss Universe, beda antara pahlawan dan pecundang hingga akankah Putri berubah dan melupakan mereka? Semua pertanyaan dijawab cerdas dan diplomatis yang membuat teman-temannya berdecak kagum dan bertepuk tangan berulang kali. Usai sudah dialog tersebut, dilanjutkan dengan makan siang bersama dan foto bersama. Cinderela Sebelum berkunjung ke ITS, Puteri juga melakukan audensi dengan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, DR Harun, Msi, MM. Dalam audensi tersebut Harun mengaku sangat bangga karena Putri terpilih sebagai Puteri Indonesia 2007. Terpilihnya Putri kata Harun, dapat mendorong pertumbuhan pariwisata provinsi Jawa Timur. Sementara dalam dialog di ruangan lain, yang dihadiri perwakilan dari PHRI provinsi Jawa Timur, Parfi dan lain-lain Putri mengaku mengemban tugas berat selama setahun sehingga dia berharap pemilihan berikutnya lebih didukung lagi. Sementara dalam audensi yang dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Jawa Timut, Imam Utomo, namun karena berhalangan, diwakilkan Asisten III, Kesmas, M Subagjo S, Puteri disambut gembira. Subagjo dalam pertemuan, atas nama Jawa Timur mengaku terpilihnya Putri sebagai Puteri Indonesia 2007 merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi provinsi Jawa Timur. "Setelah 12 kali dilakukan pemilihan Puteri Indonesia, baru kali ini yang menang dari Jawa Timur. Kami sangat bangga. Ini momentum yang bagus," ujarnya menegaskan. Subagjo berharap agar Putri harus bisa bersama Pemerintah dapat menjalankan program-program pemerintah yang saat ini sedang dilakukan misalnya pendidikan, kesehatan, dan memerangi kemiskinan. Dengan demikian dapat mengubah image bahwa Puteri Indonesia bukanlah cinderela tetapi perannya harus membumi dan bisa melakukan hal-hal yang lebih arif dan bijak apalagi menyentuh masyarakat miskin. Usai audensi, sore harinya Putri bersama rombongan melakukan konvoi menuju kota kelahirannya, Blitar. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 4,5 jam tersebut akhirnya tiba dan rombongan langsung menuju rumah Putri , di jalan Kalasan Barat No 4, RT 01/07, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Blitar yang letaknya persis di depan gedung Perpustakaan Bung Karno yang menyatu dengan makam Bung Karno. Keluarga, tetangga yang menunggu menyambut meriah kedatangan Putri. Sujud syukur atas prestasi yang diraih itu diawali dengan doa yang dipimpin Pdt Sudarsono Guntur dari Gereja Jawi Wetan. Ucapan selamat mengalir dan seakan tak mau berhenti. "Suasana rumah ini ramai terus setelah terpilihnya anak kami. Ada yang datang dari Jakarta, Malang, Kediri ke rumah kami memberikan ucapan selamat. Sesuatu yang tidak pernah kami duga sebelumnya. Sangat luar biasa!," ucap Sri Utari, ibu Putri . Ditambahkan Mulyono, ayah Putri , kami sekeluarga sangat senang dan bangga sekali dan tidak sia-sia kami sekeluarga memberi semangat kepada anak kami. Diarak Keliling Hari kedua acara pulang kampung merupakan acara puncak. Di hari kedua ini, pagi harinya Putri diarak dengan mobil terbuka untuk pawai keliling kota Blitar. Tak henti-hentinya perempuan kelahiran Blitar, 5 Desember 1986 itu melambaikan tangan dan terus tersenyum menyapa warga Blitar yang membentuk pagar betis di pinggir kiri-kanan jalan kota kelahiran Putra Sang Fajar, Bung Karno. Dalam salah satu rute tampak seorang pria memberikan setangkai kembang kepada Putri . Ditanya kesannya dalam arak-arakan tersebut, Putri mengaku merasa sangat grogi bercampur malu karena bertemu dengan teman-teman yang mengerti kebiasaannya sehingga dia yakin teman-temannya pasti ketawa. Namun demikian, Putri merasa bangga karena dapat mengharumkan kota Blitar. "Saya bangga sekali bisa membawa nama baik kota Blitar dan saya terkejut sekali dengan sambutan masyarakat yang begitu meriah dan antusias kepada saya. Sampai saat ini saya belum percaya dengan keberadaan diri saya sendiri," ucap perempuan pehobi bermacam tarian, baca, dan olahraga itu secara jujur. Bantuan Sembako Usai arak-arakan keliling kota, rombongan akhirnya membelokan kendaraan menuju RSUD Mardi Waluyo. Di RSUD tersebut Puteri melihat dari dekat kegiatan Posyandu dan pengobatan gratis bagi para lansia. Dalam kesempatan tersebut, Putri juga menyempatkan diri menyerahkan bantuan sembako kepada lansia. Putri bersama rombongan kemudian mengelilingi rumah sakit yang baru selesai dibangun diatas lahan seluas 5 hektar dan menuju ke klinik bedah syaraf. Rombongan kemudian menuju ke SMA Negeri 1 Blitar, yang merupakan SMA tempat perempuan yang juga aktif di Paskibra semasa menuntut ilmunya. Sambutan meriah dan foto bersama tampak dalam acara yang digelar di aula. Menurut Sri Suharjo, guru Geografi yang pernah mengajarnya, Puteri yang memilih jurusan IPA ini memang termasuk anak yang rajin dan berprestasi. Anaknya aktif dengan nilai Geografi yang gemilang. Selesai berkunjung di SMA, rombongan kemudian menuju kediaman Walikota Blitar, Drs H Djarot Saiful Hidayat, MS. Walikota beserta jajaran memang telah mempersiapkan diri menyambut kedatangan Putri. Tenda besar digelar dan menu prasmanan tersaji untuk menjamu Putri dan rombongan. Usai audensi dengan Walikota, Putri kemudian menuju aula untuk berdialog dan setelah itu dijamu makan siang. Dalam audensi, Walikota atas nama masyarakat kota Blitar menyampaikan ucapan selamat atas prestasi yang sangat membanggakan. "Kita harapkan Putri ini bukan hanya memiliki 3 B saja, tetapi tambah 1 B lagi yakni Be Your Self-menjadi diri sendiri yang bangga dengan Indonesia mewakili perempuan Indonesia, mempunyai akar budaya yang juga sangat luar biasa. Dan ini tentunya perlu disampaikan pada forum-forum internasional bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, mempunyai budaya yang tinggi," kata Walikota. Sebelum meninggalkan kota Blitar, Putri beserta rombongan hanya dengan melangkahkan kaki menyeberang menuju perpustakaan Bung Karno yang letaknya menyatu dengan makam Bung Karno. Perpustakaan nasional itu mengoleksi hampir 150.000 buku, 1000 buah di antaranya adalah buku koleksi BK antara lain Islam, Nasionalisme, Marxisme. Di salah satu ruangan perpustakaan yang dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektar, Putri melihat buku berjudul Handelingen Volksraad edisi pertama tahun 1926-1927 berisi hasil-hasil persidangan ketika BK disidang di Negeri Belanda. Rombongan juga mendapat penjelasan mengenai koleksi buku-buku Bung Karno, uang yang bisa tergulung sendiri ketika diletakkan di telapak tangan, lukisan-lukisan Bung Karno dimana salah satu lukisan yang dibuat pelukis asli Blitar, Ibi Said yang telah melukis untuk istana negara sejak 1961 itu selalu tersenyum. Usai sudah rangkaian perjalanan rombongan Puteri Indonesia 2007 itu. Rombongan akhirnya meninggalkan kota Blitar, Kamis (16/8) s menuju bandara Abdurrachman Saleh, Malang guna melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. [Farida Denura] -------------------------------------------------------------------------------- Last modified: 25/8/07 [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
